Setahun Tragedi Kemanusiaan Pulau Rempang: Warga Tabur Bunga, Orasi dan Atraksi Budaya - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Setahun Tragedi Kemanusiaan Pulau Rempang: Warga Tabur Bunga, Orasi dan Atraksi Budaya

08/Sep/2024 16:40
Setahun Tragedi Kemanusiaan Pulau Rempang: Warga Tabur Bunga, Orasi dan Atraksi Budaya
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Warga Pulau Rempang menggelar kegiatan tabur bunga, orasi dan atraksi budaya untuk memperingati setahun tragedi bentrokan yang terjadi pada 7 September 2023 lalu. Tabur bunga dilaksanakan tepat di lokasi bentrok antara masyarakat Pulau Rempang dengan 1.010 aparat gabungan di Kampung Tanjung Kertang.

Sebelum itu, masyarakat Rempang menggelar pawai. Iring-iringan kendaraan dilakukan mulai dari Simpang Dapur Enam, sampai ke Tanjung Kertang.

Prosesi tabur bunga dilaksanakan sekitar pukul 15.00 WIB. Ibu-ibu yang hadir langsung turun dari kendaraan sambil membawa bunga, menaburkan di jalan persis di Jembatan Sultan Zainal Abidin atau  Jembatan 4 Barelang.

 

1 of 2
- +

Saat bentrokan terjadi pada 7 September 2023 lalu, aparat gabungan menghujani warga dengan semprotan air, gas air mata dan peluru karet. Menyebabkan anak-anak, perempuan dan orangtua menjadi korban. Beberapa diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena sesak napas dan mengalami luka.

Sesudah prosesi tabur bunga, warga kemudian duduk melingkar, memanjatkan doa, berharap agar perjuangan mempertahankan kampung, membuahkan hasil yang berpihak pada masyarakat.

“Di sinilah, kami mengingat setahun yang lalu, sakitnya hati kami atas perlakuan aparat,” kata Miswadi, warga Pulau Rempang yang ambil bagian dalam kegiatan tabur bunga ini.

“Kami sudah satu tahun berjuang. Dan kami akan terus berjuang,” tambahnya.

Konvoi warga kemudian bergeser ke lapangan Sepak Bola Kampung Sembulang. Di sana warga Rempang menggelar Salat Hajat seusai bersama-sama menunaikan ibadah Salat Magrib.

Warga mengirimkan doa agar diberikan kekuatan untuk tegar berjuang menjaga eksistensi kampung-kampung di pulau Rempang. Mereka juga iringkan doa untuk leluhur mereka. Orang-orang yang sebelumnya lebih dulu berjuang menjaga ruang hidup yang kini ditempati warga.

 

1 of 3
- +

Acara kemudian berlanjut dengan orasi bersama. Warga menyalakan obor dan flash smartphone bersama orasi bersama yang mereka ikrarkan. Dibimbing salah satu warga, masyarakat Rempang yang hadir berorasi dengan membacakan Sumpah Masyarakat Rempang.

Berikut isi sumpah yang diutarakan warga:

Sumpah Rakyat Rempang Galang
Kami rakyat Rempang Galang bersumpah
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
Berbahasa satu, bahasa tolak relokasi

Teriakan warga menggema. Mereka bersemangat memekikkan penggal demi penggal isi Sumpah Rakyat Rempang Galang ini.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan penayangan cuplikan video bentrok yang terjadi pada 7 September 2023 di Tanjung Kertang. Visual warga yang terus bertahan di tengah keganasan aparat. Mereka tetap melawan meskipun dibombardir semprotan air, gas air mata dan peluru karet.

Baca Juga:  Polisi Minta Selain Keluarga Inti Tersangka Demo Rempang Menunggu di Luar PN Batam

Siti Hawa (71) mengawali mimbar bebas yang disisipkan dalam peringatan setahun tragedi Rempang ini. Ia sampaikan pesan agar masyarakat semakin kompak, karena dukungan dari masyarakat di seluruh Indonesia begitu besar untuk Rempang.

“Nenek terus berjuang. Karena banyak yang berjuang bersama kita,” ucapnya.

Gerisman Ahmad (64) salah satu tokoh masyarakat Rempang, juga menyuarakan perlawanan atas rencana penggusuran kampung-kampung di Pulau Rempang. Menjaga kampung dari ancaman relokasi, kata dia, adalah bentuk kewarasan masyarakat. Karena warga Pulau Rempang memiliki hak atas tanah yang diwariskan nenek moyang mereka di sini.

Kampung adalah identitas masyarakat Melayu. Gerisman mengingatkan bahwa ancaman hilangnya kampung, adalah ancaman hilangnya identitas Melayu bagi masyarakat Rempang.

“Tidak ada marwah Melayu kalau kampungnya hilang. Tidak ada itu sarjana, magister kalau kampungnya hilang, itu bodoh semua,” kata Gerisman.

Peringatan setahun tragedi Rempang ini, lanjutnya adalah motivasi agar warga lebih kuat mempertahan apa yang diyakini sebagai hak.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda oleh hal-hal yang akan mengganggu gerak warga dalam menjaga kampung.

Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, mengapresiasi semangat warga Rempang yang terus berjuang menjaga tanah mereka. Apalagi perjuangan masyarakat Rempang ini, diiringi banyak tekanan dan teror.

Andri Alatas, Direktur YLBHI-LBH Pekanbaru yang tergabung dalam Tim Advokasi Solidaritas Nasional untuk Rempang, berharap semangat warga akan terus ada dan berlipat ganda. Pihaknya selalu bersama masyarakat, selama warga masih ingin dan membutuhkan pendampingan.

“Masyarakat tidak sendiri. Kita akan berjuang bersama untuk menggapai keadilan,” ucapnya.

Andri mengingatkan agar kekompakan yang ada di tengah-tengah masyarakat, bisa terus terjaga dan semikin meningkat. Ia meyakinkan bahwa apa yang dilakukan warga adalah perjuangan konstitusi dan proses itu dilindungi oleh undang-undang.

Ahlul Fadli, Manajer Kampanye dan Pengarusutamaan Keadilan Iklim Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, apa yang kita lakukan sampai saat ini, telah berhasil melawan kepentingan pemerintah dan investor bernama PSN Rempang Eco-City.

Seharusnya, lanjut Ahlul, pemimpin mendahulukan kepentingan masyarakat daripada individu atau kelompok, sesuai tunjuk ajar Melayu karya budayawan Tenas Efendi. (*)

Berita Sebelumnya

Mitigasi Risiko Bank, Pejabat BRK Syariah Ikuti Pelatihan Aspek Hukum dari Simpul Banking Training Center

Berita Selanjutnya

IMM Kepri Serukan Ajakan Pilkada 2024 Damai

Berita Selanjutnya
IMM Kepri Serukan Ajakan Pilkada 2024 Damai

IMM Kepri Serukan Ajakan Pilkada 2024 Damai

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com