Singapura Deteksi 2 Kasus Impor Subvarian Centaurus BA.2.75 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Singapura Deteksi 2 Kasus Impor Subvarian Centaurus BA.2.75

by BATAM NOW
18/Jul/2022 13:10
Satgas Covid-19: 76% Kasus Didominasi Corona Varian Delta

Ilustrasi mutasi virus corona. (F: CNBC Indonesia/ Arie Pratama)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Singapura melaporkan dua kasus impor subvarian Omicron BA.2.75 atau yang dijuluki sebagai subvarian Centaurus di wilayahnya pada Kamis (14/07/2022).

Dilansir Kompas, Departemen Kesehatan Singapura menjelaskan bahwa keduanya baru-baru ini melakukan perjalanan ke India dan segera melakukan isolasi setelah dites positif Covid-19.

Adapun kedua orang yang terinfeksi subvarian Covid-19 baru, BA.2.75 ini telah pulih sepenuhnya.

Menurut otoritas setempat, belum ada bukti bahwa subvarian ini mempunyai tingkat keparahan yang berbeda dibandingkan dengan strain-strain sebelumnya.

“Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa BA.2.75 memiliki virulensi atau tingkat keparahan yang berbeda secara substansial dibandingkan dengan subvarian Omicron pendahulunya,” ujar departemen Kesehatan Singapura seperti dikutip dari CNA, Senin (18/07).

Sebagai informasi, subvarian Covid Centaurus BA.2.75 pertama kali terdeteksi di India pada awal Mei lalu, dan sejak saat ini meluas hampir di 10 negara lain termasuk Inggris, Amerika Serikat, Austrila, Jerman, dan Kanada.

Subvarian Centaurus BA.2.75 Masuk Daftar Pemantauan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan subvarian BA.2.75 sebagai strain yang tengah dipantau.

Baca Juga:  Indonesia Kerahkan Kapal Perang ke Laut Natuna Utara untuk Pantau Aktivitas Kapal Penjaga Pantai China

Kepala ilmuwan WHO Dr Soumya Swaminathan menjelaskan, belum ada cukup sampel untuk menilai tingkat keparahan dari subvarian BA.2.75 atau Centaurus ini.

Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Eropa menetapkan subvarian BA.2.75 masuk dalam daftar varian dalam pemantauan sejak 7 Juli lalu.

Artinya, ada beberapa indikasi bahwa strain ini bisa lebih menular atau terkait dengan penyakit yang lebih parah tapi buktinya lemah atau belum dinilai.

Sebagai informasi, sejak awal pandemi Singapura mencatat 1.589.099 kasus infeksi Covid-19.

Negara ini telah melaporkan sebanyak 9.153 kasus baru Covid-19 pada 17 Juli, terdiri dari 8.691 infeksi lokal dan 462 kasus impor.

Terdapat tiga kematian yang dilaporkan, menjadikan jumlah kematian akibat komplikasi virus corona menjadi 1.450 kasus.

Pada 17 Juli, sebanyak 771 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit, dengan 98 pasien membutuhkan suplementasi oksigen dan 17 pasien berada di unit perawatan intensif.

Rasio infeksi minggu ke minggu sebesar 1,03, dengan angka di atas 1 menunjukkan jumlah kasus baru mingguan meningkat. (*)

Berita Sebelumnya

Keluarga Brigadir J Laporkan Dugaan Pembunuhan Berencana ke Bareskrim

Berita Selanjutnya

Kasus Brigadir J, Sirajanabarat Bentuk Tim Hukum dan Minta Dilakukan Otopsi Ulang

Berita Selanjutnya
Kasus Brigadir J, Sirajanabarat Bentuk Tim Hukum dan Minta Dilakukan Otopsi Ulang

Kasus Brigadir J, Sirajanabarat Bentuk Tim Hukum dan Minta Dilakukan Otopsi Ulang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com