BatamNow.com – Peristiwa penyerangan terhadap warga Kampung Sembulang Hulu dan Sungai Buluh, Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, membuat suasana masih mencekam hingga Kamis (19/12/2024).
Akibat penyerangan yang diindikasi dilakukan oleh tim keamanan PT Makmur Elok Graha (MEG), menyebabkan 8 orang luka berdarah.
Kemudian terungkap lagi masalah baru di mana Kantor Kecamatan Galang, diperbolehkan menjadi posko PT MEG, selama ini.
Camat Galang memberi kesempatan kepada tim PT MEG yang “memerangi” warga, menjadikan kantor itu seperti markas.
Warga di sana dan sejumlah emak-emak pun “menyerbu” kantor kecamatan lalu mendesak camat dan Kapolsek agar memerintahkan petugas PT MEG meninggalkan kantor itu dengan segera karena dinilai terjadi penyalahgunaan fungsi kantor kecamatan itu.
View this post on Instagram
Menurut beberapa warga, hingga hari ini, belum ada satu pun pejabat daerah putra terbaik Melayu yang datang mengunjungi untuk sekadar melihat keadaan warga yang dalam kerisauan.
Diketahui pada Pilkada 27 November 2024, di Kecamatan Galang pada pemilihan wali kota Batam, Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra (ASLI) memperoleh 7.692 suara, sedangkan rivalnya Nuryanto – Hardi Selamat Hood (NADI) hanya meraih 1.379 suara.
Lalu pada pemilihan Gubernur Kepulauan Riau, pasangan Ansar Ahmad – Nyanyang Haris Pratamura meraup suara sebanyak 6.800 sedangkan sang rivalnya Muhammad Rudi – Aunur Rafiq hanya memperoleh suara sebanyak 2.318 di Kecamatan Galang.
Hingga kini, baik Ansar Ahmad masih aktif sebagai Gubernur Kepri didampingi Marlin Agustina periode 2019-2024.
Muhammad Rudi serta Amsakar masih aktif hingga awal 2025, sebagai wali kota Batam dan wakil wali kota Batam periode 2019-2024.
Namun, para pejabat daerah ini belum terlihat kehadirannya memberi solusi di tengah suasana kelam yang masih dirasakan warga Rempang selama satu tahun lamanya, sejak peristiwa Jembatan IV, September 2023.
Jangankan untuk memberi solusi, wali kota dan wakil wali kota Batam tersebut terkesan masih no comment atas peristiwa ini.
Kemudian, ramai diberitakan tanggapan Ansar Ahmad mengenai peristiwa kekerasan menyasar warga Rempang, Galang.
“Akan segera dibahas bersama wali kota yang baru setelah dilantik, semoga ditangani dengan baik,” kata Ansar dikutip dari DetikSumut.
Untuk diketahui, setidaknya ada delapan warga yang mengalami luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat atas penyerangan yang dialami warga Pulau Rempang, dan salah satunya merupakan anak di bawah umur.
Dengan perincian tiga orang mengalami luka sobek di bagian kepala; satu orang luka berat; satu warga terkena panah; satu warga mengalami luka ringan, dan satu lagi merupakan anak di bawah umur yang mengalami luka lebam diwajah akibat dikeroyok sekitar 10 orang.
Selain itu, posko masyarakat dan belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak.
Insiden ini menuai kecamaman dari masyarakat luas. Mereka mendesak pihak terkait menghentikan cara-cara kekerasan kepada warga di Pulau Rempang yang bertahan untuk menjaga ruang hidp mereka di sana.
Desakan untuk mengevaluasi PSN Rempang Eco-City juga mengemuka. Presiden Prabowo diminta untuk meninjau kembali PSN Rempang yang dinilai memposisikan masyarakat Pulau Rempang sebagai korban.
Padahal masyarakat sejatinya harus ikut berkontribusi atas pembangunan itu sendiri, sesuai dengan mandat UUD Negara Republik Indonesia. (A)

