BatamNow.com – Saat pasokan air minum jaringan perpipaan di Batam kerap macet, tagihan sejumlah pelanggan justru membengkak tinggi.
Direktur Badan Usaha (BU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priyadi menduga udara (angin) yang masuk melewati jaringan perpipaan ikut terbaca meter air (water meter).
Sementara itu, pendapatan air minum menjadi kontributor unggulan kedua pendapatan BP Batam setelah Uang Wajib Tahunan (UWT).
Soal tagihan yang meroket sudah sering disampaikan pelanggan SPAM BP Batam. Misalnya yang dikeluhkan warga Sambau saat berunjuk rasa di depan Nongsa Digital Park (NDP), pekan lalu.
Selama sekitar lima bulan, mereka mengaku mengalami gangguan pasokan air perpipaan, tetapi tagihan justru meningkat.
Rekening tagihan pemakaian yang biasanya sekitar Rp 60.000 per bulan, misalnya, melonjak menjadi Rp 300.000, meski air hanya sesekali mengalir dan terkadang sekadar menetes.
Keluhan serupa disampaikan warga Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung. Saat bertemu pengelola SPAM dan mitranya, Kamis (08/10/2026).
Warga Sagulung Berseri mengungkapkan air hanya mengalir sekitar lima jam setelah tengah malam. Dan dalam sebulan terakhir, pasokan bahkan kerap mati total. Namun tagihan mencapai Rp 500.000 hingga Rp1 juta per bulan.
“Bahkan ada kadang sampai di atas Rp 500 ribu. Bahkan biaya sebulan itu kemarin saya lihat ada yang sampai sejuta. Setiap bulan. Ini mati air, lho,” kata seorang warga.
BP Batam Sebut Angin Terbaca Meteran
Direktur BU SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, menduga lonjakan tagihan berkaitan dengan kemampuan water meter yang belum sepenuhnya dapat membedakan aliran air dan udara.
“Karena saat ini kita belum menemukan meter air yang secara sensitif itu hanya membaca air,” ujar Idul.
Menurutnya, ketika pelanggan membuka keran untuk menunggu pasokan air, udara yang bergerak di dalam jaringan dapat ikut terbaca meteran meski air belum mengalir ke rumah.
“Mungkin pada saat karena masyarakat menunggu malam kan capai tuh, ngantuk dia kan, dibukanya aja. Harapannya air, tapi mungkin ya angin. Di rumah saya saja sering kayak gitu, jangankan masyarakat,” ujarnya.
@batamnow Direktur Badan Usaha (BU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, menduga aliran angin yang terbaca water meter menjadi penyebab melonjaknya tagihan air pelanggan saat aliran air perpipaan macet atau bahkan mati total. Hal itu disampaikan Idul saat bertemu dengan warga Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Kamis (08/10/2026). Perwakilan warga mengaku aliran air hanya mengalir sekitar lima jam setelah tengah malam di Sagulung Berseri. Bahkan, dalam sebulan terakhir, aliran air kerap mati total. Namun, kondisi tersebut tidak membuat tagihan air ikut turun. Warga mengaku ada tagihan yang mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per bulan. “Bahkan ada kadang sampai di atas Rp 500 ribu, bahkan biaya sebulan itu kemarin saya lihat bahkan ada yang sampai sejuta. Setiap bulan. Ini mati air lho,” kata warga tersebut. Menanggapi keluhan itu, Idul mengatakan persoalan tersebut menjadi perhatian BP Batam. Menurutnya, water meter yang digunakan saat ini belum sepenuhnya mampu membedakan aliran air dengan angin. “Karena saat ini kita belum menemukan meter air yang secara sensitif itu hanya membaca air,” ujar Idul. Ia menduga angin dapat ikut terbaca meteran ketika pelanggan membuka keran untuk menunggu air mengalir, sementara pasokan air belum masuk ke rumah. “Jadi kalau ada angin, kalau bapak misalnya mungkin, saya yakin banyak beberapa tempat karena tunggu airnya malam, ketiduran, dibuka. Tapi airnya nggak keluar, anginnya saja yang keluar. Itulah yang menyebabkan kemudian tagihan menjadi membengkak,” jelas Idul. Ia menyarankan pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan tidak wajar untuk menyampaikan pengaduan kepada PT Air Batam Hilir (ABH), mitra BP Batam dalam operasional dan pemeliharaan SPAM Batam. “Bapak punya hak sebenarnya untuk menyampaikan komplain ke ABH. Komplain itu nanti akan dilihat mereka, kemungkinannya seperti apa dan itu dimungkinkan,” katanya. ABH Diminta Verifikasi Tagihan Direktur Operasional PT ABH, Jefri Maulidani, meminta warga yang mengalami lonjakan tagihan menyampaikan data pelanggan untuk dilakukan verifikasi. “Terkait dengan tagihan tinggi yang tadi disampaikan, air tidak mengalir tapi tagihan sampai dengan Rp 500 ribu. Jadi mohon nanti disampaikan ke kami di sini nomor pelanggannya, pada bulan apa tagihan tersebut, nanti kami akan pengecekan ke lapangan untuk memastikan apakah memang ada tagihan yang tidak semestinya. Nanti kita bisa selesaikan,” ujar Jefri. Usai pertemuan dengan warga, Idul kembali menegaskan bahwa BP Batam meminta PT ABH melakukan evaluasi terhadap persoalan tersebut. “Saya minta dievaluasi. Karena memang kan water meter kita saat ini belum bisa lah,” kata Idul kepada BatamNow.com, di Sagulung Berseri, Kamis siang. Ia kembali menduga persoalan tersebut dapat terjadi ketika pelanggan membuka keran saat menunggu pasokan air, tetapi yang masuk ke jaringan rumah justru udara. “Mungkin pada saat karena masyarakat menunggu malam kan capai tuh, ngantuk dia kan, dibukanya aja. Harapannya air, tapi mungkin ya angin. Di rumah saya saja sering kayak gitu, jangankan masyarakat,” ujarnya. Menurut Idul, evaluasi perlu dilakukan khususnya terhadap pelanggan yang berada di wilayah yang sudah diketahui mengalami gangguan pasokan air. “Kalau memang itu daerah yang sudah jelas daerah yang memang secara sistem sudah dilihat nggak ada air, harusnya itu bisa kemudian dievaluasi oleh teman-teman ABH,” katanya. Ia mengatakan evaluasi tersebut merupakan bagian dari pengawasan BP Batam terhadap pengelolaan SPAM. “Ini bentuk pengawasan kami, bentuk evaluasi yang kita akan sampaikan ke teman-teman ABH untuk dilakukan evaluasi, termasuk keluhan terkait dengan melonjaknya rekening air masyarakat,” tambahnya. Air Perpipaan Belum Bisa Mengalir Selain tagihan air, persoalan utama warga Sagulung Berseri adalah kepastian normalisasi pasokan air perpipaan… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Menanggapi dugaan tersebut, Amintos, yang memiliki pengalaman dan keahlian di perusahaan air minum, meminta BP Batam tidak terburu-buru menyalahkan angin tanpa pembuktian teknis.
“Akurasi meteran masih dijamin atau tidak? Apakah sudah dilakukan kalibrasi atau meteran air pelanggan sudah pernah diganti? Ini perlu dijelaskan,” ujarnya.
Ia meminta BP Batam sebagai pengelola SPAM dan PT Air Batam Hilir (ABHi) sebagai mitra operasional berhati-hati dalam menyampaikan kesimpulan yang masih berupa dugaan.
“Jangan menduga-duga. Konsumen sudah dua kali dirugikan. Hak warga atas kontinuitas pelayanan tidak terpenuhi, tetapi tagihan pembayaran pemakaian air justru naik. Ini tidak masuk akal,” katanya.
BP Batam Minta Evaluasi, ABHi Siap Memeriksa
Idul meminta PT ABHi mengevaluasi lonjakan tagihan, terutama di wilayah yang telah diketahui mengalami gangguan pasokan air.
“Kalau memang itu daerah yang sudah jelas daerah yang memang secara sistem sudah dilihat nggak ada air, harusnya itu bisa kemudian dievaluasi oleh teman-teman ABH,” ujarnya.
Ia juga mengimbau pelanggan yang merasa tagihannya tidak wajar untuk mengajukan pengaduan kepada PT ABHi.
Direktur Operasional PT ABHi, Jefri Maulidani, meminta warga menyampaikan nomor pelanggan dan periode rekening yang dipersoalkan agar perusahaan dapat melakukan pemeriksaan lapangan.
“Kami akan pengecekan ke lapangan untuk memastikan apakah memang ada tagihan yang tidak semestinya. Nanti kita bisa selesaikan,” kata Jefri.
Amintos menilai persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan meminta pelanggan mengadu satu per satu.
BP Batam dan PT ABHi perlu memastikan akurasi pencatatan water meter, transparansi perhitungan rekening, serta mekanisme koreksi jika ditemukan tagihan yang tidak sesuai dengan pemakaian sebenarnya.
Di tengah buruknya pasokan air, pelanggan berhak memperoleh kepastian bahwa setiap tagihan dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan pemakaian yang terukur dan terverifikasi.
Sementara menurut, Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara, Panahatan SH, perlu ada pembuktian soal klaim pengelola SPAM tentang kemungkinan tekanan angin sebagai musabab lonjakan tagihan air
“Pihak pengelola salahkan angin dalam masalah ini kami dari LI Tipikor siap mengawal pemeriksaan meteran air karena cukup banyak yang mengalami terjadi kebaikan tagihan pembayaran sementara aliran air macet,” ujarnya. (Red)

