Uang Makan Relawan RSKI Galang Masih Menggantung, Audit BPKP Belum Tuntas - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Uang Makan Relawan RSKI Galang Masih Menggantung, Audit BPKP Belum Tuntas

14/Okt/2022 19:27
Surati Presiden Jokowi, Ratusan Relawan Covid di RSKI Galang Kecewa Uang Makan 8 Bulan Belum Dibayar

RSKI Covid-19 Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Dalam kurun waktu 2020-2022, anggaran penanganan Covid-19 yang digelontorkan Pemerintah Pusat mencapai Rp 1.895,5 triliun. Khusus di tahun ini saja, dianggarkan Rp 455,62 triliun. Sebuah nilai yang fantastis tentunya.

Namun, di balik besarnya anggaran tersebut, perhatian pemerintah terhadap para relawan Covid-19 terbilang sangat minim. Buktinya, hingga kini uang makan sekitar 145 relawan Covid-19 yang bertugas di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang, Batam, Kepulauan Riau, masih belum dibayarkan selama 6 bulan terakhir (April – September 2022).

Sebelumnya, uang makan para relawan tersebut belum diberikan sejak Januari 2022. Namun, pasca pemberitaan bertubi-tubi di media, BNPB telah membayarkan tiga bulan (Januari-Maret 2022).

Hingga kini, sisa pembayaran uang makan para relawan belum jelas. “Belum (dibayarkan),” kata Humas Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI Nadia, ketika dikonfirmasi BatamNow.com, Jumat (14/10/2022).

Menurut Nadia, hal itu masih diaudit oleh Dirjen Politik dan Hukum BPKP. Ketika didesak kapan kira-kira bisa turun dananya, Nadia secara diplomatis mengatakan, “Kami belum dapat memberi informasi pasti karena masih menunggu jawaban dari unit teknis”.

Baca Juga:  Perkampungan Kecil di Singapura Ini Harga Sewa Rumahnya Cuma Rp150 Ribu per Bulan!

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, juga mengaku tidak tahu pasti kapan pembayaran akan dilakukan. “Masih menunggu audit BPKP. Nanti akan dibayarkan,” ucapnya datar.

Dengan dana yang sedemikian besar tersebut, mengapa pembayaran untuk para relawan sampai tertunggak begitu lama?

Padahal, sejak awal Covid-19, para relawan telah berjibaku membantu rakyat Indonesia yang terkena wabah mematikan tersebut. Tidak adakah penghargaan pemerintah terhadap jasa-jasa para relawan tersebut? Meski dengan dalih audit, nampaknya penunggakan dan pembayaran secara dicicil seperti ini, sangat tidak layak diterima oleh para relawan. (RN)

Berita Sebelumnya

Bocoran Hasil Gelar Perkara Transaksi Narkoba: Irjen TM Diduga Terima Rp 300 Juta

Berita Selanjutnya

Irjen Toni Harmanto Jadi Kapolda Jawa Timur, Teddy Minahasa Dibatalkan dan Dimutasi ke Yanma Polri

Berita Selanjutnya
Irjen Toni Harmanto Jadi Kapolda Jawa Timur, Teddy Minahasa Dibatalkan dan Dimutasi ke Yanma Polri

Irjen Toni Harmanto Jadi Kapolda Jawa Timur, Teddy Minahasa Dibatalkan dan Dimutasi ke Yanma Polri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com