BatamNow.com – Sejumlah konsumen air minum di Batam masih mengeluhkan pelayanan air minum di Batam.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar saat dihubungi BatamNow.com, Senin (08/02/2021) justru merespon dan mengirimkan nomor telepon Corporate Communication (Corcom) Manager PT Moya Indonesia Astriena Veracia.
Sementara Astriena belum merespon BatamNow.com.
Unggahan di salah satu grup Facebook W*, narasi keberhasilan PT Moya disambut komentar pedas oleh warga yang tidak puas dengan layanan air minum di Batam.
Narasi unggahan akun tersebut juga mengajak untuk memaklumi layanan air minum, karena PT Moya adalah pengelola baru.
Diunggah di grup tersebut sejak, Minggu (07/02), postingan itu sudah ditanggapi 176 komentar dan 96 suka.
Dari 176 komentar didominasi narasi komentar pedas dan menyindir pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Seperti komentar Eti Hadiy, “Sejak dikelola Moya tagihan terus membengkak“.
Hampir semua komentar bernada negatif, lain lagi akun bernama Dodi Ananda menulis. “Itu bukti merupakan bukti pelayanan Moya kurang bagus atau sangat jelek.”
Dan Ahmad Rico Setiawan, “Pantas wb melindungi, setiap ada menyinggung Moya tidak pernah dimuat“.
Selama dua bulan, kisruh air minum masih terus mewarnai pelayanan BP Batam-PT Moya yang mengoperasikan SPAM di Batam sejak 15 November 2020.
Persoalan demi persoalan pelayanan terus bergulir.
Ibnu, seorang warga/konsumen di Sekupang, mengeluhkan tagihan air di rumahnya naik drastis, tetapi terpaksa ia harus bayar karena takut diputus sambungan airnya.
Tagihan air Desember 2020 sebesar RP 156 Ribu. Kemudian bulan Januari 2021 sebesar Rp 455 Ribu dan bulan Februari 2021 sebesar Rp 296 Ribu.
Menurutnya pemakaian air normal saja, sama seperti masa sebelumnya.
“Masa pengelola sebelumnya, rata-rata pembayaran saya paling mahal Rp 150 Ribu,” tulisnya.(Panahatan)

