Warga Minta Hentikan Intimidasi di Pulau Rempang dan Galang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Warga Minta Hentikan Intimidasi di Pulau Rempang dan Galang

24/Agu/2023 08:36
Warga Minta Hentikan Intimidasi di Pulau Rempang dan Galang

Tolak relokasi 16 titik kampung tua di Pulau Rempang, ribuan warga peserta demo dari Aliansi Pemuda Melayu berkumpul di depan Kantor BP Batam, Rabu (23/08/2023). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatanNow.com – “Hentikan intimidasi terhadap warga yang menolak relokasi”.

Itu satu dari 4 poin tuntutan massa demo dari Aliansi Pemuda Melayu termasuk warga Pulau Rempang, Galang, saat melakukan aksi demo di depan Kantor BP Batam, Rabu (23/08/2023).

Beberapa dari pendemo kepada BatamNow.com membenarkan adanya intimidasi terhadap warga yang menolak relokasi di Pulau Rempang dan Galang. “Hampir mirip dengan intimidasi di era Orde Baru,” kata mereka.

Dikatakan, tindakan intimidasi dapat dilihat dari kedatangan mendadak dari tim pengukur lahan ke Pulau Rempang.

Kemudian dihalau oleh warga dari Jembatan IV Barelang atau Jembatan Sultan Zainal Abidin pada Senin (21/08).

“Kan belum ada kesepakatan dengan warga, tetiba tim pengukur dengan berpakaian kesatuan masing-masing datang membawa patok-patok tapal batas,” kata mereka.

Belum lagi, kata mereka, yang diami Ketua Kerabat Masyarkat Adat Tempatan (KERAMAT), yang didatangi tim dari Ditreskrimum Polda Kepri pada Minggu (13/08) lalu.

Beruntung, emak-emak pasang badan, sehingga Gerisman Ahmad tak jadi di bawa ke Mapolda.

Baca Juga:  Kerahkan APBD dan CSR Perusahaan, Gubernur All Out Cari Jalan Keluar Demi Kepri Terang

Demikian juga saat kedatangan Kepala BP Batam Muhammad Rudi di Kantor Camat Galang di Kelurahan Sembulang, Pulau Rempang, yang melakukan pertemuan dengan beberapa warga.

Saat itu, ujar mereka, banyak “tim” berseliweran diam-diam masuk ke kampung-kampung warga tempatan di Rempang. “Untung kami tak pergi menghadiri pertemuan dengan Muhammad Rudi, sehingga kami halau dan akhirnya mereka mundur juga,” ujarnya.

“Kemarin kan ada sosialisasi pak Rudi datang ke Sembulang, cuma terlalu banyak bawa pasukan, lewat atas, lewat laut, jadi kan curiga. Nyatanya nggak pernah kayak gini. Nggak lama itu, dapat tahu bahwa tim yang lain itu masuk menyelinap ke kampung-kampung untuk mengukur di Tanjung Banun, Dapur Enam,” jelasnya.

Untuk itu mereka meminta, siapa pun dan dari kesatuan manapun jangan coba-coba ganggu warga dengan cara mengintimidasi.

“Kita bukan menolak pengembangan kawasan ekonomi di Rempang oleh PT MEG, tapi kampung kita jangan digusur,” sebutnya. (red)

Berita Sebelumnya

BP Batam Diberi Waktu Sampai Besok, Tak Ada Respons Maka Massa Aliansi Pemuda Melayu Lebih Besar Lagi Lusa

Berita Selanjutnya

Muhammad Rudi ke Massa Seperti Buang Badan, Seolah Melempar Tanggung Jawab ke Era Nyat Kadir

Berita Selanjutnya
Muhammad Rudi ke Massa Seperti Buang Badan, Seolah Melempar Tanggung Jawab ke Era Nyat Kadir

Muhammad Rudi ke Massa Seperti Buang Badan, Seolah Melempar Tanggung Jawab ke Era Nyat Kadir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com