BatamNow.com – Masyarakat Rempang Galang kembali bentrok dengan tim pengamanan PT Makmur Elok Graha (MEG) hingga 8 warga kampung di sana dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan babak belur.
Kekaosan terjadi sejak Selasa (17/12/2024) malam hingga esok dini harinya, menurut warga Kampung Sembulang Hulu, bermula dari pengerusakan spanduk/baliho milik warga yang menyatakan menolak direlokasi buntut PSN Rempang Eco-City.
“Semalam, spanduk kecil kita tolak relokasi yang kecil, yang ukuran kurang lebih sekitar 30 cm x 40 cm itu dirusak orang, yang berjumlah kurang lebih, kami hitung semalam 14 biji,” ucap Miswadi di depan Posko AMAR-GB di Kampung Sembulang Hulu, Rabu (18/12).
Upaya pengerusakan itu pun kepergok. Pelakunya lari ke dalam hutan, lalu dikejar warga beberapa kampung di sana.
“Ketemu warga, langsung dikejar warga, dia masuk ke sana langsung dikomunikasi dengan warga seluruh, dikepung hutan itu, kami kepung hutan itu keliling pokoknya, dari Pasir Panjang, dari Sungai Buluh, Sembulang Hulu, Sembulang Pasir Merah, kita kepung,” ucapnya.
Selama sekitar 1 jam lamanya warga mencari terduga pelaku pengerusakan spanduk itu.
“Langsung dibawa ke sini dan langsung dilaporkan ke Kapolsek, tak berselang lama jajaran Polsek pun datang,” jelasnya.
Peristiwa pengerusakan spanduk dan baliho milik warga di sana, sudah berulang terjadi namun pelakunya belum pernah tertangkap tangan.
“Karena mungkin udah terlalu sakit hati. Karena spanduk kami banyak, di Sungai Buluh sudah dua kali. Dan spanduk Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu pertama pasang langsung koyak,” lanjutnya.
View this post on Instagram
Kata Miswadi, bahkan spanduk milik warga bergambar Jenderal Sudirman dan Prabowo pun sempat dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).
“Habis itu dipasang lagi spanduk Jenderal Sudirman dengan Prabowo pun pasangan kedua kalinya,” jelasnya.
Hal senanda juga disampaikan oleh Asmah seorang wanita warga dari Sungai Buluh.
“Jadi dijumpai oleh warga, terus dikejar sama warga, mereka lari ke dalam hutan. Dan dengar cerita dia itu ada tiga, tapi satu kita dapat tangkap, terus dibawalah sama masyarakat ke posko kita di Sembulang Hulu, sampai menunggu orang Kapolsek datang,” ucap Asmah ketika diwawancarai oleh wartawan di depan Posko yang berada di Simpang 3 Kampung Dapur 6, di Rempang.
Dari penuturannya, setelah karyawan PT MEG dibawa ke Mapolsek Galang, kemudian tak berselang lama PT MEG membawa anggota lain dengan menggunakan lori, mobil hingga motor.
“Setelah orangnya dibawa ke Kapolsek, tak berapa lama mereka orang PT MEG datang dengan anggota yang begitu banyak, ada pakai lori, pakai mobil, dan pakai motor. alasan ke kita mengamankan satu orang dari MEG,” ucapnya.
Asmah pun mempertanyakan klaim pihak PT MEG yang mengatakan bahwa tim keamanan perusahaan tersebut tidak membawa senjata tajam pada peristiwa yang berujung bentrok dengan warga Rempang tersebut.
“Kalau mereka tidak bawa senjata, kenapa ada warga kami yang kena tembak panah, ada yang luka-luka dan sebagainya,” tanya Asmah.
Sebelumnya, Tim Pengamanan PT MEG, Angga menyebut sekitar 30 orang yang datang ke Kampung Sembulang Hulu untuk menjemput petugas patroli PT MEG yang diamankan warga itu.
Tapi ia membantah tim pengamanan itu membawa senjata tajam (Sajam) untuk menyerang warga Rempang, hingga mengeroyok seorang anak di depan rumahnya.
Sementara saat ini, ada delapan warga yang menjadi korban dengan rincian, 4 orang mengalami luka sobek di bagian kepala; satu orang luka berat; satu warga terkena panah; satu warga mengalami patah tangan; dan satu warga luka ringan.
Selain itu, belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak. (A)

