Warga Rempang Soal Klaim PT MEG: Kalau Tidak Bawa Senjata, Kenapa Ada Warga Kami Kena Tembak Panah - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Warga Rempang Soal Klaim PT MEG: Kalau Tidak Bawa Senjata, Kenapa Ada Warga Kami Kena Tembak Panah

by BATAM NOW
18/Des/2024 17:41
Warga Rempang Soal Klaim PT MEG: Kalau Tidak Bawa Senjata, Kenapa Ada Warga Kami Kena Tembak Panah

Anak panah menancap di sekitar pinggang belakang warga Rempang pasca bentrokan pada Selasa (17/12/2024) malam. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Masyarakat Rempang Galang kembali bentrok dengan tim pengamanan PT Makmur Elok Graha (MEG) hingga 8 warga kampung di sana dilarikan ke rumah sakit dengan keadaan babak belur.

Kekaosan terjadi sejak Selasa (17/12/2024) malam hingga esok dini harinya, menurut warga Kampung Sembulang Hulu, bermula dari pengerusakan spanduk/baliho milik warga yang menyatakan menolak direlokasi buntut PSN Rempang Eco-City.

“Semalam, spanduk kecil kita tolak relokasi yang kecil, yang ukuran kurang lebih sekitar 30 cm x 40 cm itu dirusak orang, yang berjumlah kurang lebih, kami hitung semalam 14 biji,” ucap Miswadi di depan Posko AMAR-GB di Kampung Sembulang Hulu, Rabu (18/12).

Upaya pengerusakan itu pun kepergok. Pelakunya lari ke dalam hutan, lalu dikejar warga beberapa kampung di sana.

“Ketemu warga, langsung dikejar warga, dia masuk ke sana langsung dikomunikasi dengan warga seluruh, dikepung hutan itu, kami kepung hutan itu keliling pokoknya, dari Pasir Panjang, dari Sungai Buluh, Sembulang Hulu, Sembulang Pasir Merah, kita kepung,” ucapnya.

Selama sekitar 1 jam lamanya warga mencari terduga pelaku pengerusakan spanduk itu.

“Langsung dibawa ke sini dan langsung dilaporkan ke Kapolsek, tak berselang lama jajaran Polsek pun datang,” jelasnya.

Peristiwa pengerusakan spanduk dan baliho milik warga di sana, sudah berulang terjadi namun pelakunya belum pernah tertangkap tangan.

“Karena mungkin udah terlalu sakit hati. Karena spanduk kami banyak, di Sungai Buluh sudah dua kali. Dan spanduk Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu pertama pasang langsung koyak,” lanjutnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by BatamNow.com (@batam.now)

Kata Miswadi, bahkan spanduk milik warga bergambar Jenderal Sudirman dan Prabowo pun sempat dirusak oleh orang tidak dikenal (OTK).

“Habis itu dipasang lagi spanduk Jenderal Sudirman dengan Prabowo pun pasangan kedua kalinya,” jelasnya.

Hal senanda juga disampaikan oleh Asmah seorang wanita warga dari Sungai Buluh.

“Jadi dijumpai oleh warga, terus dikejar sama warga, mereka lari ke dalam hutan. Dan dengar cerita dia itu ada tiga, tapi satu kita dapat tangkap, terus dibawalah sama masyarakat ke posko kita di Sembulang Hulu, sampai menunggu orang Kapolsek datang,” ucap Asmah ketika diwawancarai oleh wartawan di depan Posko yang berada di Simpang 3 Kampung Dapur 6, di Rempang.

Dari penuturannya, setelah karyawan PT MEG dibawa ke Mapolsek Galang, kemudian tak berselang lama PT MEG membawa anggota lain dengan menggunakan lori, mobil hingga motor.

“Setelah orangnya dibawa ke Kapolsek, tak berapa lama mereka orang PT MEG datang dengan anggota yang begitu banyak, ada pakai lori, pakai mobil, dan pakai motor. alasan ke kita mengamankan satu orang dari MEG,” ucapnya.

Asmah pun mempertanyakan klaim pihak PT MEG yang mengatakan bahwa tim keamanan perusahaan tersebut tidak membawa senjata tajam pada peristiwa yang berujung bentrok dengan warga Rempang tersebut.

“Kalau mereka tidak bawa senjata, kenapa ada warga kami yang kena tembak panah, ada yang luka-luka dan sebagainya,” tanya Asmah.

Sebelumnya, Tim Pengamanan PT MEG, Angga menyebut sekitar 30 orang yang datang ke Kampung Sembulang Hulu untuk menjemput petugas patroli PT MEG yang diamankan warga itu.

Baca Juga:  PT MEG Jelaskan Kronologi Versinya, Bantah Petugasnya Menyerang Warga Rempang dengan Sajam

Tapi ia membantah tim pengamanan itu membawa senjata tajam (Sajam) untuk menyerang warga Rempang, hingga mengeroyok seorang anak di depan rumahnya.

Sementara saat ini, ada delapan warga yang menjadi korban dengan rincian, 4 orang mengalami luka sobek di bagian kepala; satu orang luka berat; satu warga terkena panah; satu warga mengalami patah tangan; dan satu warga luka ringan.

Selain itu, belasan kendaraan bermotor milik warga juga dirusak. (A)

Berita Sebelumnya

Nikmati Diskon Biaya Kesehatan di Eka Hospital, Khusus Pemilik Kartu Debit Platinum dan Prioritas BRK Syariah

Berita Selanjutnya

Direksi BRK Syariah Bersama Wamen Dikdasmen RI Hadiri Milad ke-112 Muhammadiyah

Berita Selanjutnya
Direksi BRK Syariah Bersama Wamen Dikdasmen RI Hadiri Milad ke-112 Muhammadiyah

Direksi BRK Syariah Bersama Wamen Dikdasmen RI Hadiri Milad ke-112 Muhammadiyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com