Warga Sagulung Berseri Berencana Demo Air, BP Batam dan ABH Datang Janjikan Pipa Rampung Desember 2026 - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Warga Sagulung Berseri Berencana Demo Air, BP Batam dan ABH Datang Janjikan Pipa Rampung Desember 2026

08/Okt/2026 15:22
Warga Sagulung Berseri Berencana Demo Air, BP Batam dan ABH Datang Janjikan Pipa Rampung Desember 2026

Pertemuan antara warga Sagulung Berseri yang mengalami krisis air perpipaan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) di Fasum Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (08/10/2026) pagi. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) mendatangi warga Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (08/10/2026) pagi.

Pertemuan tersebut digelar setelah warga berencana menggelar demonstrasi akibat krisis aliran air perpipaan di kawasan mereka.

Warga menyebut sebelumnya air perpipaan masih mengalir setiap hari sekitar pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. Namun, dalam sebulan terakhir, air disebut tidak lagi mengalir sama sekali.

@batamnow Perwakilan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) mendatangi warga Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (08/10/2026) pagi. Pertemuan tersebut digelar setelah warga berencana menggelar demonstrasi akibat krisis aliran air perpipaan di kawasan mereka. Warga menyebut sebelumnya air perpipaan masih mengalir setiap hari sekitar pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. Namun, dalam sebulan terakhir, aliran air disebut tidak lagi mengalir sama sekali. Informasi diterima warga, seyogianya Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dijadwalkan hadir menemui mereka. Namun, ia disebut berhalangan hadir. Dalam pertemuan itu hadir Direktur Badan Usaha (BU) SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady; Direktur Operasional PT ABH, Jefri Maulidani; Camat Sagulung Arfie Eranov; Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar; serta perangkat lainnya. Idul mengatakan pengelolaan air merupakan tanggung jawab Direktorat SPAM BP Batam dengan PT ABH sebagai operator. “Tentu masalah air menjadi tanggung jawab Dir SPAM sebagai pengelola. Sebagai operatornya, kami tunjuklah yang namanya ABH untuk membantu kami melakukan pengelolaan,” kata Idul kepada warga. Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan dan distribusi air di Batam. “Kami akui bahwa memang selama ini kami masih terdapat kekurangan, karena juga banyak kendala,” ujarnya. Menurut Idul, sejumlah pekerjaan teknis untuk memperbaiki suplai air ke Sagulung Berseri sedang dilakukan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026. “Proyek kita sudah dilaksanakan, insya Allah mudah-mudahan juga selesai di tahun ini sehingga air bisa mengalir,” katanya. Namun, penjelasan tersebut langsung mendapat respons dari warga. “Mohon maaf, Pak. Kami bukan mau dengar keluhan, sekarang solusinya yang kami mau dengar,” teriak seorang warga. Idul kemudian menegaskan pekerjaan yang dilakukan ditargetkan selesai pada Desember. “Kami sampaikan, ini ada kegiatan yang sudah kita lakukan, dan insya Allah Desember selesai,” jawabnya. Pipa 400mm Sepanjang 5 Kilometer Direktur Operasional PT ABH, Jefri Maulidani menjelaskan, gangguan suplai air di Sagulung Berseri tidak berdiri sendiri. Menurutnya, sejumlah wilayah Batam juga mengalami kekurangan suplai akibat keterbatasan produksi dan jaringan perpipaan. “Kita masih kekurangan produksi dan kekurangan jaringan pipa, sehingga hal ini menyebabkan dengan kondisi kemarau panjang, ini meluas di seluruh area Batam. Tidak hanya Sei Lekop, terjadi kekurangan suplai di mana-mana,” jelas Jefri. Untuk memperkuat suplai ke wilayah Batu Aji, termasuk Sei Lekop, PT ABH menyiapkan pemasangan pompa dan jaringan pipa berdiameter 400 milimeter sepanjang sekitar 5 kilometer dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tembesi, dekat Jembatan I Barelang. Menurut Jefri, proyek tersebut ditargetkan menambah suplai air sekitar 50 liter per detik ke wilayah Batu Aji. “Sehingga ada penambahan suplai ke area Batu Aji lebih kurang sebanyak 50 liter per detik. Jadi secara air, insya Allah bulan Desember selesai, ada penambahan air sebanyak 50 liter,” katanya. Selain itu, uajrnya, PT ABH juga tengah membangun jaringan pipa induk berdiameter 400 milimeter (mm) dari Simpang Nato menuju Rhabayu Green untuk memperkuat suplai ke Sei Lekop. Jefri mengatakan, pembangunan jaringan tersebut masih terkendala ketersediaan pipa yang harus didatangkan dari Tangerang. “Apabila di Batam ada pabrik pipa, kami ambil dari Batam, tapi sekarang kondisinya masih kurang. Sehingga kami terpaksa harus mengambil dari Tangerang,” ujarnya. Ia menargetkan penguatan jaringan Simpang Nato-Rhabayu Green selesai pada Desember 2026. “Insya Allah perkuatan Simpang Nato ke Rhabayu Green ini kita targetkan selesai di bulan Desember 2026. Karena pipanya pipa besar, pipa 400 cukup panjang sekitar 5 kilometer sehingga membutuhkan waktu. Kami tidak ingin pekerjaan dilakukan asal-asalan,” katanya… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com

Informasi diterima warga, seyogianya Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, disebut akan hadir menemui mereka.

Dalam pertemuan itu hadir Direktur Badan Usaha (BU) SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady; Direktur Operasional PT ABH, Jefri Maulidani; Camat Sagulung Arfie Eranov; Kapolsek Sagulung Iptu Husnul Afkar; serta perangkat lainnya.

Berurutan dari kiri: Direktur Operasional PT Air Batma Hilir, Jefri Maulidani; Camat Sagulung Arfie Eranov, dan Direktur Badan Usaha (BU) SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady, menemui warga Sagulung Berseri, Kamis (08/10/2026). (F: BatamNow)

Idul mengatakan pengelolaan air merupakan tanggung jawab Direktorat SPAM BP Batam dengan PT ABH sebagai operator.

“Tentu masalah air menjadi tanggung jawab Dir SPAM sebagai pengelola. Sebagai operatornya, kami tunjuklah yang namanya ABH untuk membantu kami melakukan pengelolaan,” kata Idul kepada warga.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengelolaan dan distribusi air di Batam.

“Kami akui bahwa memang selama ini kami masih terdapat kekurangan, karena juga banyak kendala,” ujarnya.

Pertemuan antara warga Sagulung Berseri yang mengalami krisis air perpipaan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) di Fasum Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (08/10/2026) pagi. (F: BatamNow)

Menurut Idul, sejumlah pekerjaan teknis untuk memperbaiki suplai air ke Sagulung Berseri sedang dilakukan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

“Proyek kita sudah dilaksanakan, insya Allah mudah-mudahan juga selesai di tahun ini sehingga air bisa mengalir,” katanya.

Baca Juga:  Amsakar Sebut Pipa SPAM Batam Sudah Tua, ATB Pernah Membantah
Direktur Badan Usaha (BU) SPAM dan Pengelolaan Limbah BP Batam, Idul Priady. (F: BatamNow)

Namun, penjelasan tersebut langsung mendapat respons dari warga.

“Mohon maaf, Pak. Kami bukan mau dengar keluhan, sekarang solusinya yang kami mau dengar,” teriak seorang warga.

Pertemuan antara warga Sagulung Berseri yang mengalami krisis air perpipaan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) di Fasum Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (08/10/2026) pagi. (F: BatamNow)

Idul kemudian menegaskan pekerjaan yang dilakukan ditargetkan selesai pada Desember.

“Kami sampaikan, ini ada kegiatan yang sudah kita lakukan, dan insya Allah Desember selesai,” jawabnya.

Pipa 400mm Sepanjang 5 Kilometer

Direktur Operasional PT ABH, Jefri Maulidani menjelaskan, gangguan suplai air di Sagulung Berseri tidak berdiri sendiri. Menurutnya, sejumlah wilayah Batam juga mengalami kekurangan suplai akibat keterbatasan produksi dan jaringan perpipaan.

“Kita masih kekurangan produksi dan kekurangan jaringan pipa, sehingga hal ini menyebabkan dengan kondisi kemarau panjang, ini meluas di seluruh area Batam. Tidak hanya Sei Lekop, terjadi kekurangan suplai di mana-mana,” jelas Jefri.

Untuk memperkuat suplai ke wilayah Batu Aji, termasuk Sei Lekop, PT ABH menyiapkan pemasangan pompa dan jaringan pipa berdiameter 400 milimeter sepanjang sekitar 5 kilometer dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tembesi, dekat Jembatan I Barelang.

Menurut Jefri, proyek tersebut ditargetkan menambah suplai air sekitar 50 liter per detik ke wilayah Batu Aji.

“Sehingga ada penambahan suplai ke area Batu Aji lebih kurang sebanyak 50 liter per detik. Jadi secara air, insya Allah bulan Desember selesai, ada penambahan air sebanyak 50 liter,” katanya.

Direktur Operasional PT Air Batam Hilir (ABH), Jefri Maulidani. (F: BatamNow)

Selain itu, uajrnya, PT ABH juga tengah membangun jaringan pipa induk berdiameter 400 milimeter (mm) dari Simpang Nato menuju Rhabayu Green untuk memperkuat suplai ke Sei Lekop.

Jefri mengatakan, pembangunan jaringan tersebut masih terkendala ketersediaan pipa yang harus didatangkan dari Tangerang.

“Apabila di Batam ada pabrik pipa, kami ambil dari Batam, tapi sekarang kondisinya masih kurang. Sehingga kami terpaksa harus mengambil dari Tangerang,” ujarnya.

Ia menargetkan penguatan jaringan Simpang Nato-Rhabayu Green selesai pada Desember 2026.

“Insya Allah perkuatan Simpang Nato ke Rhabayu Green ini kita targetkan selesai di bulan Desember 2026. Karena pipanya pipa besar, pipa 400 cukup panjang sekitar 5 kilometer sehingga membutuhkan waktu. Kami tidak ingin pekerjaan dilakukan asal-asalan,” katanya.

Materi pemaparan dalam pertemuan antara warga Sagulung Berseri yang mengalami krisis air perpipaan dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Air Batam Hilir (ABH) di Fasum Sagulung Berseri, Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Sagulung, Batam, Kamis (08/10/2026) pagi. (F: BatamNow)

ABH Belum Bisa Jamin Air Mengalir 24 Jam

Selain pembangunan jaringan pipa utama, perkuatan jaringan pipa pembagi juga dilakukan di sejumlah kawasan, seperti Kaveling Sei Lekop, Abadi Jaya, dan Kaveling Berseri.

Jefri mengatakan pekerjaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan durasi dan volume suplai air ke wilayah Sei Lekop.

“Insya Allah sudah kami lakukan analisa, dengan seluruh pekerjaan itu bisa selesai secara tuntas, mudah-mudahan ada peningkatan suplai ke area Sei Lekop ini,” katanya.

Meski demikian, PT ABH belum dapat menjamin air akan mengalir selama 24 jam setelah proyek selesai.

“Dengan kondisi keterbatasan air yang ada, maka mohon maaf, kami belum bisa menjanjikan 24 jam. Tapi setidaknya bisa 8-10 jam bisa mengalir,” ujar Jefri.

Menunggu Desember, Warga Disuplai Truk Air

Sembari menunggu pekerjaan perkuatan jaringan perpipaan selesai, PT ABH akan menyuplai kebutuhan air warga menggunakan truk tangki air (water tanker).

Jefri mengakui distribusi menggunakan truk tangki tidak akan mampu menggantikan seluruh kebutuhan air perpipaan. Namun, langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga selama masa perbaikan jaringan.

“Kami juga menyadari bahwa water tanker tidak akan mungkin bisa mencukupi semua kebutuhan yang dari perpipaan. Tapi setidaknya mudah-mudahan upaya kami ini bisa sedikit menambah air yang ada di rumah bapak/ibu,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, warga juga meminta agar jumlah armada truk air ditambah. Salah seorang warga bahkan mengusulkan sedikitnya 15 truk air dikerahkan untuk melayani kawasan Sagulung Berseri setiap hari.

Jefri mengatakan jumlah armada akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing RT dan RW.

“Tergantung tiap RW/RT-nya ada permintaan masing-masing, sesuai dengan warga terdampaknya. Kita upayakan semuanya bisa terlayani secara merata,” kata Jefri kepada BatamNow.com usai pertemuan.

“Tentunya tidak akan sama dengan perpipaan, tapi setidaknya sedikit bisa menambah suplai air ke warga,” sambungnya.

Sementara itu, Idul mengatakan pola distribusi menggunakan truk tangki akan dievaluasi, terutama terkait waktu kedatangan yang dikeluhkan warga.

“Water tank ini kita evaluasi. Tadi kan keluhan masyarakat, jangan sampai tengah malam, kita coba optimalkan,” ujarnya.

Menurut Idul, salah satu kendala distribusi adalah antrean di titik pengisian (filling point) air di Gaha Hermine. Saat ini, kata dia, terdapat sekitar 20 kendaraan yang melakukan pengisian setiap hari.

“Memang itu agak sulit terhindarkan, karena memang filling point-nya di Gaha Hermine, dan di situ kan setiap hari ada 20 kendaraan. Untuk pada saat mereka mengisi saja kan butuh antrean,” jelasnya.

Selain persoalan jumlah dan waktu distribusi, warga juga mengeluhkan akses truk tangki ke rumah-rumah yang berada di gang sempit.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, BP Batam meminta PT ABH menyiapkan selang yang lebih panjang agar air dapat disalurkan ke rumah warga yang tidak dapat dijangkau langsung truk tangki.

“Kemudian kita siapkan selangnya, karena ada beberapa dengan kondisi jalan agak sempit ini dengan kapasitas mobil kita yang 5 ton, mungkin ada yang tidak bisa terjangkau. Kita coba minta teman-teman ABH menyiapkan dengan selang yang lebih panjang mungkin sekitar 50 meter,” kata Idul. (D)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

PGT Gandeng ASTINDO Perkuat Pasar Wisata Kepri–Penang Jelang Penerbangan Perdana Batik Air

Berita Selanjutnya

Ipda Gunther Bantah Klaim Terdakwa Arawna soal Perintah “Bantai” dalam Kasus Kematian Bripda Natanael

Berita Selanjutnya
Ipda Gunther Bantah Klaim Terdakwa Arawna soal Perintah “Bantai” dalam Kasus Kematian Bripda Natanael

Ipda Gunther Bantah Klaim Terdakwa Arawna soal Perintah “Bantai” dalam Kasus Kematian Bripda Natanael

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com