BatamNow.com – PT Wiraraja Indonesia (Wiraraja Group) terus memperlebar sayapnya di bidang industri Manufaktur.
Setelah resmi menandatangani Join Venture Agreement (JVA) senilai sekitar £50 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Senin (30/06/2026), tim Wiraraja membidik investasi dari Rusia dan Cina.
“Besok lusa lanjut ke Rusia dan Cina, insya Allah kami juga akan mendapatkan investasi yang akan kami bawa ke Indonesia,” kata pemilik utama Wiraraja Group, Akhmad Ma’ruf Maulana, kepada BatamNow.com melalui pesan di WhatsApp, Selasa (30/06).
Trkait kerja sama Wiraraja Indonesia dengan Polythene UK Ltd akan ditempatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Madura, Jawa Timur (Jatim).

Kata Ma’ruf, nantinya Wiraraja Group membawa investasi industri Amonia.
Dikutip dari berbagai sumber, Industri amonia Rusia adalah salah satu sektor produsen dan pengekspor amonia terbesar di dunia, yang memproduksi senyawa kimia penting (NH₃) dari gas alam dan udara.
Amonia ini menjadi bahan baku utama untuk pembuatan pupuk nitrogen (seperti urea dan amonium nitrat) yang menopang pertanian global.
Sementara dari negara Cina, masih penjelasan Ma’ruf, akan membawa investasi industri di bidang manufaktur furnitur (Mebel) pembangunan pabrik spring bed dan industri turunannya.
Sebagai salah satu pusat manufaktur terbesar dunia, Cina dinilai memiliki keunggulan dalam efisiensi produksi, teknologi industri, hingga rantai pasok global yang dapat memberikan nilai tambah bagi ekspansi bisnis perusahaan Indonesia.
“Investasi dari kedua negara ini, akan dibangunkan di lahan KEK Madura,” jelas Ma’ruf.
Nantinya kedua investasi ini akan membuka lapangan pekerjaan dengan merekrut ribuan karyawan yang akan dipekerjakan.
“Untuk spring bed itu padat karya, banyak orang pastinya ribuan orang, tapi kalau Amonia yang dari Rusia paling banyak 1.000 orang,” jelasnya.
Ekspansi ke Rusia dan Cina juga dinilai sejalan dengan agenda pemerintah melalui Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang terus mendorong peningkatan investasi produktif, transfer teknologi, serta pembangunan industri bernilai tambah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi nasional jangka panjang. (A)

