BatamNow.com – Dalam laporan Environmental, Social and Governance (ESG) Report 2025 yang diterbitkan pada 30 April 2026, dan jawaban kepada Business & Human Rights Resource Centre (BHRRC) pada 3 Februari 2025, Xinyi Glass menegaskan komitmen perusahaannya tidak sembarang berinvestasi di mana pun.
Mereka tetap berkomitmen dan mengedepankan penghormatan terhadap masyarakat lokal dan lingkungan dalam setiap pengambilan keputusan investasi.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus berjalan selaras dengan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Karena itu, mendengarkan aspirasi warga dan para pemangku kepentingan di lokasi proyek menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Terkait proyek Batam Eco-City di Indonesia, Xinyi Glass menyebut sejumlah pemberitaan telah menempatkan perusahaan sebagai pihak utama dalam kontroversi proyek tersebut.
Namun, perusahaan menegaskan bahwa Xinyi Glass bukan pengembang maupun pengusul Batam Eco-City, serta tidak pernah terlibat dalam kegiatan pengembangan ataupun pembangunan proyek tersebut.
Menurut perusahaan, pada 2023 memang sempat terjadi pembahasan yang masih bersifat sangat awal dengan pihak-pihak terkait dari Indonesia.

Xinyi Hormati Masyarakat Tempatan dan Komitmen Lingkungan
Meski sempat terjadi pembahasan, namun setelah memperoleh gambaran mengenai potensi dampak sosial dan kelestarian lingkungan, khususnya kekhawatiran masyarakat setempat dan kelompok lingkungan terhadap ekosistem mangrove, Xinyi Glass memutuskan tidak berpartisipasi maupun berinvestasi dalam proyek tersebut serta tidak melanjutkan pengembangannya.
“Xinyi Glass bertindak sesuai dengan prinsip-prinsip lingkungan yang telah lama dianutnya serta kebijakan penghormatan terhadap masyarakat, dan memutuskan untuk tidak berpartisipasi maupun berinvestasi dalam proyek ini, maupun melanjutkan pengembangan substansial apa pun terkait proyek tersebut,” begitu kutipan ESG Report 2025 yang diterjemahkan.
Xinyi Glass juga menolak tuduhan yang menyebut perusahaan sebagai investor utama dalam proyek tersebut.
Perusahaan menyatakan keputusan untuk tidak melanjutkan keterlibatan sejak tahap awal merupakan bentuk nyata komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Menurut Xinyi Glass, perusahaan yang bertanggung jawab harus melakukan penilaian secara hati-hati terhadap potensi risiko dan memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan investasi.

Xinyi Minta Maaf
Meski demikian, perusahaan mengakui terlambat menyampaikan keputusan tersebut kepada publik sehingga menimbulkan kesalahpahaman mengenai keterlibatannya dalam proyek Batam Eco-City.
Atas keterlambatan itu, Xinyi Glass menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan akan meningkatkan transparansi serta komunikasi kepada publik pada masa mendatang.
Perusahaan juga menegaskan akan terus berpegang pada prinsip bahwa setiap pengembangan usaha harus menghormati masyarakat setempat.
“Kami akan terus menjunjung tinggi keyakinan kami bahwa ‘di mana pun kami mengembangkan proyek, kami menghormati masyarakat setempat’, dengan melibatkan masyarakat sejak tahap awal pengembangan proyek,” jelas Xinyi Glass dalam ESG Report 2025.
Xinyi Glass menyatakan keterlibatan masyarakat akan dilakukan sejak tahap awal setiap proyek agar pertumbuhan bisnis dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan terciptanya manfaat sosial yang berkelanjutan.
Dikonfirmasi terkait sikap Xinyi Glass yang memutuskan tidak jadi berinvestasi di Rempang Eco-City, Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga, Sthefani Barlian, memberikan penjelasan meski tak menampiknya.
“Pengembangan kawasan Rempang dilaksanakan secara bertahap dan tidak bergantung pada satu calon investor maupun satu jenis kegiatan usaha. Saat ini, BP Batam dan PT MEG tetap berkomunikasi untuk memastikan seluruh tahapan pengembangan dapat berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jawab Sthefani kepada BatamNow.com, Sabtu (18/07/2026).
Media ini juga telah mengirimkan konirmasi kepada PT MEG ke surel dengan alamat [email protected] dan [email protected], termasuk kepada Trijono sebagai direktur perusahaan melalui pesan WhatsApp. Namun belum ada respons. (Red)
