Yang Perlu Diperhatikan Pasien Autoimun Sebelum Vaksin Covid - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Yang Perlu Diperhatikan Pasien Autoimun Sebelum Vaksin Covid

by BATAM NOW
20/Agu/2021 18:01
5 Hal yang Harus Dilakukan Setelah Vaksin Covid-19, Apa Saja?

Ilustrasi vaksinasi. (F: Freepik)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengumumkan program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat umum dan orang dengan autoimun menggunakan vaksin Moderna.

Dilansir CNNIndonesia.com, lewat pengumuman di akun Instagram resmi, Dinkes DKI Jakarta mengatakan bahwa program ini bisa diakses oleh mereka yang memiliki KTP DKI Jakarta maupun yang berdomisili di Jakarta.

Lalu, apa yang perlu diperhatikan oleh penderita autoimun sebelum menerima vaksin Covid-19?

Sebenarnya, vaksin Covid-19 jenis apa pun bisa diberikan pada orang dengan komorbid termasuk autoimun.

“Vaksin [jenis] apa pun bisa, bahwa vaksin dapat dipertimbangkan bagi penderita autoimun yang dinyatakan oleh dokter dalam keadaan terkendali. Efek samping biasanya ringan dan singkat, bila melanjut, hubungi dokter,” kata Ketua Komnas PP KIPI Profesor Hinky Hindra Irawan Satari, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (19/08/2021).

Pendapat serupa turut disampaikan Zakiudin Munasir, dokter spesialis anak sekaligus ahli alergi dan imunologi anak RSCM. Dia mengatakan semua penyakit komorbid memang kontraindikasi kecuali kondisi klinis terkontrol.

Kondisi klinis terkontrol artinya komorbid dalam kondisi terkendali, tidak sedang sakit atau mengalami gejala masalah kesehatan berkaitan dengan komorbidnya.

Baca Juga:  Bareskrim Tangkap Gus Nur di Malang!

“Klinis baik boleh [menerima vaksin]. Ada alergi atau autoimun, kalau klinis baik boleh diimunisasi [vaksinasi],” kata Zakiudin saat dihubungi secara terpisah.

Dia melanjutkan vaksinasi sah-sah saja dilakukan selama pasien tidak sedang mengonsumsi obat penekan kekebalan (imunosupresan). Konsumsi imunosupresan bakal membuat vaksin sia-sia diberikan.

Oleh karenanya, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya. Dokter akan memastikan komorbid terkendali dan pasien layak divaksin. Kemudian untuk persyaratan vaksinasi lain, sama seperti orang yang tanpa komorbid atau autoimun.

“Untuk KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) sama saja dengan yang lain. Biasanya kalau kondisi baik, aman-aman saja. KIPI kan ada macam-macam, demam, bengkak [di area suntikan], ada yang vertigo. Ini bisa terjadi pada siapa saja,” kata Zakiudin.

“Kalau KIPI berat, konsul ke dokter untuk dicek apa ini karena vaksin atau kebetulan sedang sakit.”(*)

Berita Sebelumnya

Raja Malaysia Tunjuk Ismail Sabri Yaakob Jadi Perdana Menteri

Berita Selanjutnya

Angka Kesembuhan Covid-19 Tinggi, Rudi Tetap Ingatkan Penerapan Prokes dan Vaksinasi

Berita Selanjutnya
Angka Kesembuhan Covid-19 Tinggi, Rudi Tetap Ingatkan Penerapan Prokes dan Vaksinasi

Angka Kesembuhan Covid-19 Tinggi, Rudi Tetap Ingatkan Penerapan Prokes dan Vaksinasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com