Proyek IPAL Rp 1,3 T Diresmikan Presiden Jokowi, IPAL BP Batam Apa Kabar? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Proyek IPAL Rp 1,3 T Diresmikan Presiden Jokowi, IPAL BP Batam Apa Kabar?

DPP LI-Tipikor: Jika Ternyata Mangkrak Kami Lapor ke RI 1

27/Okt/2023 18:16
Aparat Hukum Mesti Turun Lakukan Kontrol Masalah Proyek IPAL Batam. Apa Kabar BPK?

Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat meninjau lokasi IPAL di Bengkong Sadai, Batam. (F: ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Palembang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (26/10/2023).

Sementara pengerjaan IPAL Batam, tampaknya, kini masih tekatung-katung.

Proyek IPAL Sei Selayur di Sumatera Selatan, diberitakan dikerjakan sejak tahun 2020, kerja sama antara Pemerintah Australia dan pemerintah pusat serta daerah.

Berbiaya Rp 1,3 triliun dengan skema pendanaan Rp 690 miliar dari Pemerintah Australia, Rp 624 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Rp 24 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Presiden Jokowi saat meresmikan IPAL Sei Selayur yang berlokasi di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (26/10/2023) siang. (F: BPMI Setpres/Vico)

Sedangkan proyek IPAL BP Batam dibiayai pinjaman lewat The Export-Import (Exim) Bank of Korea (EDCF) sebesar USD 50 Juta atau setara sekitar Rp 797 miliar dengan kurs Rp 15.941 per dolar.

Dikerjakan sejak tahun 2017. Kini keberadaan proyek IPAL Batam dipertanyakan karena tak kunjung selesai, apalagi dibumbui dengan janji-janji yang molor terus.

Pengerjaan proyek IPAL Batam oleh Hansol Paper Co Ltd (dulu bernama Hansol EME Co Ltd) alias PT Hansol dari Korea Selatan sebagai main contractor.

Baca Juga:  BP Batam Bohongi Publik di Proyek IPAL Batam?

BP Batam berkali menjanjikan penyelesaian proyek ini.

Penelusuran BatamNow.com, Awalnya ditargetkan selesai dalam 39 bulan atau rampung pada 30 Juni 2020. Kemudian bergeser lagi ke Desember 2022.

Dan terakhir, BP Batam menyebut pelaksanaan penyelesaian pekerjaan proyek IPAL dimulai September 2023.

“Untuk perkembangan terakhir proyek ini, tengah dilakukan finalisasi addendum pekerjaan dan Insya Allah, bulan Agustus/September 2023 akan kembali dilanjutkan dan target selesai akhir 2024,” kata General Manager Unit Usaha Pengelolaan Lingkungan Badan Usaha (BU) Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana, dalam siaran pers, Sabtu (08/07/2023).

Jika proyek IPAL di Palembang selesai dalam 3 tahun, proyek IPAL Batam yang dibanggakan Kepala BP Batam Muhammad Rudi ini tak kunjung selesai meski sudah memakan waktu hampir 7 tahun.

Jika melihat dari postur proyek IPAL di Palembang jauh lebih besar dari proyek BP Batam.

IPAL Sei Selayur itu dengan volume 1.500 meter kubik sambungan limbah rumah tangga dengan pemasangan total sambungan mencapai 15.000 septic tank.

Baca Juga:  Muhammad Rudi di “Hallo IPAL Batam”

Sementara proyek IPAL BP Batam, hanya 11.000 sambungan ke septic tank rumah hingga kini diduga belum ada yang tersambung sebagai bagian dari proyek tahap (fase) 2 yang dijanjikan BP Batam.

Benarkah proyek IPAL BP Batam dalam keadaan mangkrak?

Sudah sampai di mana progres pengerjaan tahap kedua proyek itu, yang dipastikan BP Batam dimulai September 2023?

Apakah sudah diteken kontrak kerja baru antara BP Batam dengan main contractor Hansol?

Lalu kapan targetnya IPAL Batam isa dioperasikan sebagaimana tujuan awal yakni untuk mengelola limbah domestik rumah tangga dengan WWTP di Bengkong Sadai?

Iyus Rusmana, yang juga penanggung jawab/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek IPAL BP Batam, tak merespons konfirmasi redaksi BatamNow.com lewat chat WhatsApp, terkait penyelesaian proyek IPAL yang dijanjikan dimulai kembali September 2023. Sama dengan Kabiro Humas BP Batam Ariastuty Sirait. Keduanya bungkam.

Demikian juga manajemen Hansol yang dikonfirmasi BatamNow.com, malah berdalih.

“Saya hanya karyawan harian saja pak, lebih detailnya silahkan tanyakan ke BP Batam”, kata Benny sang karyawan.

Ketua DPP LI-Tipikor Hukum dan Kinerja Aparatur Negara Kepri, Panahatan SH mengatakan jika proyek IPAL Batam benar-benar dalam balutan masalah atau mangkrak, pihaknya akan melaporkan ke RI 1 atau Presiden Jokowi.

“Kami akan cek ke lapangan, bila bermasalah atau dalam kondisi mangkrak akan kami laporkan secara tertulis ke RI 1 dan kami akan antar langsung laporannya ke sekretariat negara dalam waktu dekat,” ujarnya.

Bukan hanya ke Presiden Jokowi, tapi masalah proyek IPAL BP Batam akan dilaporan ke Aparatur Penegak Hukum (APH). “Kita akan cek ke lapangan,” katanya. (red)

Berita Sebelumnya

Berkunjung ke SMKN 4 Batam, Gubernur Ansar Motivasi Siswa & Resmikan Skill Mart

Berita Selanjutnya

Hak Jawab BP Batam Atas Berita “Kabiro Humas BP Batam Gagal Paham Soal Isu Pencabutan Status Bandara Hang Nadim”

Berita Selanjutnya
Hak Jawab BP Batam Atas Berita “Kabiro Humas BP Batam Gagal Paham Soal Isu Pencabutan Status Bandara Hang Nadim”

Hak Jawab BP Batam Atas Berita "Kabiro Humas BP Batam Gagal Paham Soal Isu Pencabutan Status Bandara Hang Nadim"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com