BatamNow.com – Petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam menggagalkan upaya penyelundupan ratusan unit telepon genggam bekas dari Batam dengan tujuan Jakarta.
Dalam operasi penindakan yang dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, sebanyak 327 unit iPhone seri 12 dan 13 dalam kondisi bekas diamankan sebelum keluar dari wilayah Batam.
Penyelundupan ini dijalankan melalui skema yang cukup rapi dan sistematis, melibatkan seorang calon penumpang pesawat dan beberapa pihak eksternal yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan terorganisasi.
Barang-barang elektronik itu rencananya dikirim ke Jakarta melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam, menggunakan modus manipulasi identitas dan pemalsuan dokumen penerbangan, termasuk boarding pass palsu.
Skema dimulai saat calon penumpang masuk ke area tunggu keberangkatan dengan koper kosong, menggunakan penerbangan terakhir hari itu (last flight), untuk menghindari deteksi petugas.
Kemudian, seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang bukan penumpang resmi, menyusup ke area bandara dengan boarding pass palsu, lalu menyusupkan handphone secara bertahap ke dalam koper milik penumpang yang sudah berada di ruang tunggu.
@batamnow Petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam menggagalkan upaya penyelundupan ratusan unit telepon genggam bekas dari Batam dengan tujuan Jakarta. Dalam operasi penindakan yang dilakukan pada Minggu, 13 Juli 2025, sebanyak 327 unit iPhone seri 12 dan 13 dalam kondisi bekas diamankan sebelum keluar dari wilayah Batam. Penyelundupan ini dijalankan melalui skema yang cukup rapi dan sistematis, melibatkan seorang calon penumpang pesawat dan beberapa pihak eksternal yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan terorganisasi. Barang-barang elektronik itu rencananya dikirim ke Jakarta melalui Bandara Internasional Hang Nadim Batam, menggunakan modus manipulasi identitas dan pemalsuan dokumen penerbangan, termasuk boarding pass palsu. Skema dimulai saat calon penumpang masuk ke area tunggu keberangkatan dengan koper kosong, menggunakan penerbangan terakhir hari itu (last flight), untuk menghindari deteksi petugas. Kemudian, seorang pengemudi ojek online (Ojol) yang bukan penumpang resmi, menyusup ke area bandara dengan boarding pass palsu, lalu menyusupkan handphone secara bertahap ke dalam koper milik penumpang yang sudah berada di ruang tunggu. Kepala Kantor BC Batam, Zaky Firmansyah, menyampaikan bahwa penindakan di lokasi berhasil mengamankan tiga orang yang terlibat langsung. Ketiganya memiliki peran berbeda dalam proses penyelundupan. “Pelaku utama adalah calon penumpang. Sedangkan dua lainnya bertindak sebagai pemberi perintah dan pelaksana teknis di lapangan,” ujar Zaky dalam wawancara doorstop di Aula Kantor BC Batam, Batu Ampar, Rabu (16/07/2025). Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #beacukaibatam #bcbatam #fyp #fypシ #batam ♬ original sound – BatamNow.com
Kepala Kantor BC Batam, Zaky Firmansyah, menyampaikan bahwa penindakan di lokasi berhasil mengamankan tiga orang yang terlibat langsung. Ketiganya memiliki peran berbeda dalam proses penyelundupan.
“Pelaku utama adalah calon penumpang. Sedangkan dua lainnya bertindak sebagai pemberi perintah dan pelaksana teknis di lapangan,” ujar Zaky dalam wawancara doorstop di Aula Kantor BC Batam, Batu Ampar, Rabu (16/07/2025).

Dari hasil penyidikan awal, nilai barang yang diamankan ditaksir mencapai Rp 1,85 miliar, dengan potensi kerugian negara sekitar Rp 406,8 juta akibat tidak terpenuhinya kewajiban bea masuk dan pajak impor atas barang tersebut.
Meskipun tiga pelaku telah ditangkap, pihak Bea Cukai belum mengungkap identitas mereka ke publik. “Inisial belum bisa kami sampaikan karena proses penyidikan masih berjalan. Ini baru dua hari sejak penindakan. Kami masih mendalami lebih jauh siapa pengendali utamanya,” kata Zaky.
Penyelidikan juga berkembang ke pelaku lain. Dua orang tambahan yang diduga kuat berperan dalam pembuatan boarding pass palsu juga ikut diamankan.
Zaky menjelaskan, sang penumpang telah berhasil masuk ke ruang tunggu keberangkatan dengan membawa koper kosong.
Sementara itu, oknum Ojol menyusup ke bandara secara ilegal dengan membawa barang dan memasukkannya secara bertahap ke koper tersebut.
“Mereka memanfaatkan momen penerbangan terakhir. Pelaku sudah masuk ke boarding gate, lalu koper kosongnya diisi satu per satu oleh si Ojol menggunakan boarding pass palsu,” ungkapnya.
Kasus ini kini memasuki tahap penyidikan, dan Bea Cukai Batam menegaskan bahwa pihaknya akan terus memburu pelaku lain yang terlibat, termasuk pihak-pihak yang berperan sebagai otak atau pengendali operasi penyelundupan.
“Kami tidak akan berhenti pada pelaku lapangan. Jaringan di baliknya akan kami bongkar. Kami sedang kembangkan penyidikan agar terang benderang siapa dalangnya,” tandas Zaky. (A)

