BatamNow.com – FIBA 3×3 Batam Challenger 2026 resmi dibuka di Alun-alun Engku Putri, Batam Centre, Sabtu (25/07/2026) malam. Pembukaan ajang basket internasional tersebut ditandai dengan prosesi pemukulan kompang oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad bersama Sekretaris Jenderal Perbasi Nirmala Dewi.
Turut hadir dalam acara pembukaan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Ketua KONI Kepri Usep RS, Ketua Perbasi Kepri Suhadi, serta Ketua Perbasi Kota Batam Junico.

Pada hari pertama pertandingan, tiga wakil Indonesia harus mengakui keunggulan lawan-lawannya. Tim Ambon lebih dulu takluk dari Kharkhorum dengan skor 14-21 pada laga yang berlangsung pukul 12.45 WIB.
Sementara itu, tim Balige yang diperkuat Erick Ibrahim Junior, Halmaheranno Aprianto Lolaru Hady, I Made Duta Wahyundara, dan Aaron Nathanael, harus menyerah dari Liberec asal Republik Ceko dengan skor 9-21.
Hasil serupa juga dialami Waisai. Tim yang diperkuat Justin Jaya Wijayanto, Aven Ryan Pratama, Mohammed Aymane Garudi Arip, dan Richard Cornellius kalah 9-21 dari Kaunas asal Lithuania.
Meski belum ada wakil Indonesia yang meraih kemenangan, penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam Challenger 2026 mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut terpilihnya Batam sebagai tuan rumah menjadi bukti bahwa kota ini dinilai aman, kondusif, dan mampu menggelar event olahraga bertaraf internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Batam sebagai tuan rumah penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam Challenger 2026. Ini menandakan Batam sangat kondusif dan sangat baik,” kata Amsakar usai pertandingan Balige melawan Liberec.
Amsakar juga menyampaikan selamat datang kepada seluruh atlet dan ofisial dari berbagai negara serta berharap mereka merasa nyaman selama berada di Batam.
Menurutnya, kehadiran FIBA 3×3 semakin memperkuat posisi Batam sebagai destinasi sport tourism yang mampu menarik kunjungan internasional.
“Event ini semakin menegaskan bahwa Batam memang layak untuk dijadikan sebagai destinasi sport tourism. Semoga ke depan event-event ini bisa terus berlanjut dan mudah-mudahan tidak hanya basket, cabang olahraga yang lain kita siap menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran turnamen internasional tersebut dapat memotivasi atlet-atlet basket lokal untuk berlatih lebih serius dan meningkatkan prestasi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perbasi Nirmala Dewi menegaskan bahwa hasil pertandingan bukanlah fokus utama bagi tim Indonesia pada ajang Challenger tahun ini. Menurutnya, pengalaman bertanding di level dunia jauh lebih penting untuk pengembangan pemain.
“Dua pertandingan malam ini buat Indonesia ini salah satu experience kita buat ngikutin kompetisi jadi kita harus banyak ngikutin kompetisi-kompetisi berkelas dunia seperti ini, penting buat pemain-pemain kita supaya dapat banyak experience,” ujar Nirmala.

Ia menambahkan, keikutsertaan Indonesia dalam berbagai seri Challenger merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mengumpulkan poin internasional menuju target tampil di Olimpiade.
“Kalau kita mau goes to Olympics seperti mimpinya Perbasi, kita harus kumpulin banyak poin. Poin itu bisa didapat dari apakah kita sebagai tuan rumah, apakah game-game ini kita ikuti. Hasil menang kalah kita tetap dapat poin, tapi hasil menang jauh lebih maksimal memang,” katanya.
Nirmala juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Pemerintah Kota Batam yang berkomitmen mendukung penyelenggaraan FIBA 3×3 di Batam pada tahun-tahun mendatang.

Pemain Internasional Beri Respons Positif
Ketua Perbasi Kepri Suhadi mengungkapkan penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam Challenger 2026 mendapat respons positif dari para pemain internasional.
“Hari kemarin saya dapat komentar dari pemain-pemain kelas dunia yang menyatakan bahwa lapangan kita, persiapan kita, LOC di Batam sangat memenuhi standar dari FIBA dan mereka senang sekali ikut bertanding di Batam,” ujarnya.
Suhadi berharap dukungan pemerintah daerah terus berlanjut sehingga Batam kembali dipercaya menjadi tuan rumah seri FIBA 3×3 pada 2027.
Menurutnya, Perbasi Kepri bersama Perbasi Kota Batam selama ini aktif menggelar turnamen 3×3 sebagai bagian dari pembinaan atlet daerah, terutama untuk meningkatkan peluang lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON).
“”Kita berupaya untuk yang 3×3 dengan animo masyarakat dan para pecinta olahraga khusus di Batam, mereka akan pasti termotivasi untuk berlatih untuk mempersiapkan diri juga tim kita supaya kita bisa berprestasi di tingkat Nasional,” pungkasnya. (H)

