BatamNow.com – Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) perlu dibangun untuk memperkuat pemantauan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam.
Menurut Amsakar, SCADA dibutuhkan agar kondisi jaringan perpipaan dapat dimonitor secara real-time, termasuk ketika terjadi gangguan pada sistem distribusi air.
Hal itu disampaikan Amsakar saat ditemui di lobi DPRD Kota Batam, Rabu (07/10/2026).
Ia mengatakan, keberadaan SCADA menjadi bagian penting dalam proses revitalisasi jaringan perpipaan air minum.
“Revitalisasi ini membutuhkan data yang betul-betul kuat karena tidak semua pipa-pipa itu dapat dideteksi ketika SCADA ini kita tidak ada,” ujar Amsakar.
@batamnow Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) perlu dibangun untuk memperkuat pemantauan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Menurut Amsakar, SCADA dibutuhkan agar kondisi jaringan perpipaan dapat dimonitor secara real-time, termasuk ketika terjadi gangguan pada sistem distribusi air. Hal itu disampaikan Amsakar saat ditemui di lobi DPRD Kota Batam, Rabu (07/10/2026). Ia mengatakan, keberadaan SCADA menjadi bagian penting dalam proses revitalisasi jaringan perpipaan air minum. “Revitalisasi ini membutuhkan data yang betul-betul kuat karena tidak semua pipa-pipa itu dapat dideteksi ketika SCADA ini kita tidak ada,” ujar Amsakar. Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan persoalan pada jaringan diketahui lebih cepat berdasarkan data yang dipantau secara langsung. “Ketika ada problem realtime dapat dilihat. Jadi SCADA itu harus dibuat kembali,” kata Amsakar. Amsakar mengatakan, tim terkait saat ini tengah menyiapkan langkah pembangunan kembali sistem monitoring tersebut. Upaya itu dilakukan bersamaan dengan penanganan berbagai persoalan pelayanan air minum perpipaan yang terjadi di Batam. “Ya harus dibuat kembali. Nah sekarang tim sedang bekerja ke arah itu di samping menangani yang parsial ini,” ujarnya. Ada Rencana Pengadaan Rp 18,91 Miliar Penelusuran BatamNow.com, BP Batam kini merencanakan Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Monitoring Jaringan SPAM dengan pagu anggaran Rp 18.916.758.000. Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pengadaan tersebut bersumber dari APBN – BP Batam tahun anggaran 2026. ATB Sudah Terapkan SCADA Enam Tahun Lalu, ABH Tak Punya? Catatan BatamNow.com, SCADA sudah diterapkan di Batam oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) pemegang konsesi 25 tahun pengelolaan air minum Batam hingga November 2020. Teknologi SCADA yang digunakan ATB sekitar enam tahun yang lalu itu dinamai SPARTA Smart Solution. Hak patennya dipegang oleh Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto. … PT ABH Soal SCADA: Kami Hanya Operator BatamNow.com mengirimkan konfirmasi kepada Direktur Utama PT Air Batam Hilir (ABHi), Yuni Supriyanto, perihal SCADA termasuk apakah mitra BP Batam untuk operasional dan pemeliharan SPAM Batam itu tidak memiliki sistem serupa yang diterapkan di Batam selama ini. “Pemilik dan pengelola aset spam batam adalah BP Batam, kami hanyalah operator bukan mitra kerjasama investasi. Sangatlah berbeda kewenangannya,” jawab Yuni melalui pesan WhatsApp kepada BatamNow.com, Rabu (07/10/2026)… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com
Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan persoalan pada jaringan diketahui lebih cepat berdasarkan data yang dipantau secara langsung.
“Ketika ada problem realtime dapat dilihat. Jadi SCADA itu harus dibuat kembali,” kata Amsakar.
Amsakar mengatakan, tim terkait saat ini tengah menyiapkan langkah pembangunan kembali sistem monitoring tersebut. Upaya itu dilakukan bersamaan dengan penanganan berbagai persoalan pelayanan air minum perpipaan yang terjadi di Batam.
“Ya harus dibuat kembali. Nah sekarang tim sedang bekerja ke arah itu di samping menangani yang parsial ini,” ujarnya.
Ada Rencana Pengadaan Rp 18,91 Miliar
Penelusuran BatamNow.com, BP Batam kini merencanakan Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Monitoring Jaringan SPAM dengan pagu anggaran Rp 18.916.758.000.
Berdasarkan laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), pengadaan tersebut bersumber dari APBN – BP Batam tahun anggaran 2026.

ATB Sudah Terapkan SCADA Enam Tahun Lalu, ABH Tak Punya?
Catatan BatamNow.com, SCADA sudah diterapkan di Batam oleh PT Adhya Tirta Batam (ATB) pemegang konsesi 25 tahun pengelolaan air minum Batam hingga November 2020.
Teknologi SCADA yang digunakan ATB sekitar enam tahun yang lalu itu dinamai SPARTA Smart Solution. Hak patennya dipegang oleh Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto.

Teregister dengan nomor paten IDS000002635, teknologi tersebut memetakan tekanan air melalui sistem terintegrasi yang menggabungkan data Produksi, Distribusi, NRW, dan GIS. Sistem tersebut memantau kondisi jaringan dan memberikan notifikasi berdasarkan tingkat tekanan di setiap kluster area untuk membantu mengoptimalkan suplai serta mengurangi kebocoran air.
Namun begitu, masa konsesi usai, turut berakhir pula penggunaan teknologi SCADA milik PT ATB.
Data PT ATB pada 2019 saat masih mengelola SPAM di Batam, tingkat kehilangan air (non-revenue water/NRW)-nya berada di angka 14 persen.
Sementara ketika pengelolaan SPAM beralih diselenggarakan oleh BP Batam dengan mitra operasional barunya, tingkat kehilangan air meningkat. Lewat tender, kerja sama dimenangkan oleh konsorsium PT Moya Indonesia dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.
Konsorsium itu kemudian membentuk perusahaan patungan bernama PT Air Batam Hulu (ABHu) dan PT Air Batam Hilir (ABHi) dalam pengelolaan air minum di hulu dan hilir, untuk durasi 15 tahun yang efektif berlaku sejak 1 Agustus 2022
Sejak transisi itu, banyak terjadi kebocoran pipa yang mengganggu pelayanan ke konsumen.
Pada April lalu, Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyebut angka NRW sempat mengalami lonjakan.
“Di awal sempat 13 persen, tiba-tiba meningkat tinggi sekali 24 persen, sekarang di 19 persen, semoga ke depan semakin baik lagi,” ujarnya, dikutip Ulasan.co.
Namun kini, lima tahun lebih setelah konsesi ATB berakhir, BP Batam baru merencanakan Pengadaan dan Pemasangan Peralatan Monitoring Jaringan SPAM.
PT ABH Soal SCADA: Kami Hanya Operator
BatamNow.com mengirimkan konfirmasi kepada Direktur Utama PT Air Batam Hilir (ABHi), Yuni Supriyanto, perihal SCADA termasuk apakah mitra BP Batam untuk operasional dan pemeliharan SPAM Batam itu tidak memiliki sistem serupa yang diterapkan di Batam selama ini.
“Pemilik dan pengelola aset spam batam adalah BP Batam, kami hanyalah operator bukan mitra kerjasama investasi. Sangatlah berbeda kewenangannya,” jawab Yuni melalui pesan WhatsApp kepada BatamNow.com, Rabu (07/10/2026).
Sementara itu, BatamNow.com juga mengonfirmasi rencana pengadaan peralatan monitoring jaringan SPAM tersebut kepada Ariastuty Sirait.
“Kami cek dengan unit ybs yah,” balas Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam itu, melalui pesan WhatsApp, Rabu (07/10). (H/D)

