BatamNow.com – Asosiasi Pengusaha Pelaksana Konstruksi Nasional (APPEKNAS) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Institut Teknologi Batam (ITEBA) dalam pembentukan Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) untuk mendukung sertifikasi produk konstruksi berbasis Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pertemuan berlangsung pada Selasa, 29 Juli 2025, dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum APPEKNAS, Dr. Ir. Fandy Iood, ST., M.PWK., IPM, Rektor ITEBA Prof. Dr. Ing. Ir. H. Hairul Abral, dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Dr. Eng. Ansarullah Lawi.
Sejumlah dosen dari berbagai program studi juga berpartisipasi dalam diskusi yang digelar secara hangat dan kolaboratif di lingkungan kampus ITEBA.
Pertemuan ini mengusung tema “Membahas Manajemen Rekayasa dalam Industri Konstruksi dan Peran Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro)”.
Tujuannya, menjajaki potensi sinergi antara APPEKNAS dan ITEBA dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kompetensi di bidang teknik dan manajemen konstruksi, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung sertifikasi produk dalam negeri yang sesuai dengan standar nasional.
Sejumlah topik strategis dibahas dalam pertemuan itu, antara lain:
- Integrasi kurikulum manajemen rekayasa dengan kebutuhan industri konstruksi nasional;
- Peluang kolaborasi dalam riset dan pengembangan teknologi konstruksi;
- Pembangunan laboratorium terpadu sebagai sarana pendukung sertifikasi produk;
- Penyusunan roadmap kerja sama jangka panjang antara APPEKNAS dan ITEBA.
Sebagai tindak lanjut, Ketua Umum APPEKNAS bersama jajaran pimpinan ITEBA melakukan kunjungan langsung ke fasilitas laboratorium teknik kampus.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kesiapan infrastruktur pengujian yang dapat mendukung pembentukan LSPro di masa depan, serta memperkuat posisi ITEBA sebagai mitra strategis sektor konstruksi nasional.
Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi berkelanjutan antara asosiasi profesi dan institusi pendidikan tinggi demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat daya saing industri konstruksi dalam negeri, dan mendorong sertifikasi produk dalam negeri yang berstandar nasional. (*)



