BatamNow.com – Penyelidikan insiden kebakaran kapal tanker FSO Federal II yang terjadi saat proses perbaikan di galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Batam, Selasa 24 Juni 2025 lalu, masih terus berlangsung.
Hingga kini, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti terbakarnya kapal yang menyebabkan maut bagi empat pekerja dan korban luka lima orang itu.
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menyampaikan bahwa penyelidikan tengah berjalan dan melibatkan tim dari Unit Laboratorium Forensik (Labfor) Polri cabang Pekanbaru.
“Untuk kejadian laka kerja atau kebakaran di galangan kapal PT ASL, tim dari Labfor Polri cabang Pekanbaru sudah turun ke lapangan,” kata Zaenal saat ditemui secara doorstop di lobi Pengadilan Negeri (PN) Batam usai menghadiri seremoni peletakan batu pertama pembangunan musala, Senin (28/07/2025).

Zaenal menambahkan, pihaknya saat ini masih menunggu hasil laporan atau report resmi dari tim laboratorium tersebut, yang akan menjadi dasar bagi tahapan penyelidikan selanjutnya.
“Kami masih menunggu hasil report dari Labfor Pekanbaru. Nantinya setelah itu keluar, baru akan kita lakukan gelar perkara,” jelasnya.
Dikutip dari sejumlah sumber, report laboratorium forensik adalah dokumen resmi berisi temuan ilmiah hasil pemeriksaan barang bukti oleh ahli forensik, yang menentukan arah penyelidikan lebih lanjut.
Selain melibatkan tim forensik, Satreskrim Polresta Barelang juga telah meminta keterangan dari lebih dari 20 saksi terkait peristiwa kebakaran tersebut.
“Jumlah saksi yang telah diperiksa sejauh ini sekitar 20 orang,” kata Zaenal.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa kebakaran tersebut menewaskan empat pekerja dan melukai lima lainnya. Seluruh korban merupakan tenaga kerja dari perusahaan subkontraktor yang tengah mengerjakan perbaikan tangki kapal.
Informasi menyebutkan, empat korban meninggal dunia adalah Gunawan, Hermansyah Putra, Berkat Setiawan Gulo, dan Januaris. Jenazah mereka sempat dievakuasi dan dibawa ke RS Mutiara Aini.
Sementara itu, lima korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah Amel Rivensky Gembiran Nababan (25), Benni Silaban (28), Rekki Harianto Butarbutar (25), Alatas Silaban, dan Upik Hidayat. Mereka dirawat di RS Mutiara Aini dan RS Graha Hermine.
Kronologi kejadian sempat disampaikan oleh Kapolsek Batu Aji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang. Menurutnya, kebakaran terjadi pada pukul 14.15 WIB di dalam salah satu tangki kapal tanker FSO Federal II.
“Kebakaran terjadi di dalam tangki kapal. Kapal ini jenis tanker, dan kebetulan sedang dalam proses perbaikan di bagian dalam tangki,” ujar AKP Raden Bimo.
Ia menjelaskan, titik api berasal dari dalam tangki besar kapal yang menjadi lokasi utama pekerjaan perbaikan. Situasi diperparah dengan kondisi asap pekat yang menyulitkan proses evakuasi maupun penyelidikan lanjutan.
“Asap masih belum hilang dari lokasi, dan kondisi para korban juga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan,” katanya.
Seluruh korban dievakuasi dari dalam tangki, yang ukurannya besar dan sulit dijangkau. Proses evakuasi sempat terkendala karena akses yang terbatas dan faktor keselamatan kerja.
“Kondisi tangki yang besar menjadi hambatan bagi tim safety dalam proses evakuasi,” pungkas Bimo. (A)

