BatamNow.com – Terjadinya pencurian tas berisi barang termasuk paspor milik turis asal India di dalam feri dari Malaysia tujuan Pelabuhan Internasional Batam Center, menjadi atensi DPR RI.
Sebab kejadian itu dinilai bakal mempermalukan citra Indonesia, apalagi terduga pelaku bisa melenggang keluar tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara korban yang belum sempat membuat laporan polisi, pada keesokan paginya diminta imigrasi untuk pulang kembali ke Malaysia karena ia tidak memegang paspor.
Tampaknya, kasus ini menjadi warning bagi Pemerintah Indonesia. Sebab, bila ini terus terjadi, maka mendatangkan turis sampai 14,3 juta orang per tahun ke Indonesia rasanya cuma mimpi belaka.
“Saya prihatin dengan kejadian pencurian tas milik turis asal India di Pelabuhan Batam Center. Harusnya itu tidak boleh terjadi,” kata Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan, kepada BatamNow.com, di Jakarta, Jumat (26/07/2024).
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, sebagai daerah tujuan wisata harusnya Batam bisa benar-benar menerapkan proteksi demi keamanan para turis yang berkunjung. “Kalau ada kejadian, harus bisa langsung ditangkap pelakunya. Jangan keburu kabur,” ujarnya.

Dirinya menegaskan, kejadian tersebut bisa menjadi preseden buruk bagi dunia internasional dalam melihat Indonesia.
“Tidak boleh hal seperti itu terjadi lagi. Turis yang mengalami. Pihak imigrasi dan keamanan setempat harus gerak cepat dan memberikan kepastian hukum kepada turis tersebut. Jangan justru diusir dengan dalih masuk tanpa ada paspor. Kan dia sudah bilang barang-barangnya, termasuk paspor dicuri,” tegasnya.
Untuk itu, secara khusus, dalam kunjungan ke Batam pada 31 Juli – 1 Agustus 2024, Hinca memastikan akan memanggil Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepri bersama Kepala Imigrasi Batam.
“Nanti kami akan panggil Kepala Kanwil Kumham dan Kepala Imigrasi Batam untuk menjelaskan masalah ini dan mereka akan datang itu,” tandasnya.
Menurutnya, hal tersebut tidak bisa dibiarkan karena menyangkut citra Indonesia di mata internasional. “Apa mau negara kita dicap sebagai sarang pencuri? Pengamanan di Imigrasi Batam harus ditingkatkan. Petugasnya tidak boleh lengah,” tukasnya.
@batamnow Mohammed Vallikkaparamba Nayaruveettil alias Afsal wisatawan Warga Negara India, bernasib apes lalu ”menjerit” setelah dimaling di atas feri penumpang yang ditumpanginya. Kejadian yang sangat mengecewakan turis asing itu, terjadi pada Senin (08/07/2024) dalam pelayaran feri internasional rute Johor Bahru, Malaysia-Batam. Satu tas milik Mohammed lesap digondol pencopet. Tas itu berisikan satu unit laptop senilai RM 3.500 atau setara ±Rp 12 juta, handphone senilai RM 500 (Rp 1,7 jutaan), uang tunai 2.500 RM (Rp 8,6 jutaan), dan paspor dengan nomor V1873712. Hal yang tambah menyakitkannya, setiba di pelabuhan Batam, Mohammed belum sempat membuat laporan ke aparat yang berwenang di otoritas pelabuhan, pihak Imigrasi Batam mendeportasinya kembali ke Malaysia, pada besoknya, Selasa (09/07/2024) pagi sekitar pukul 06.00. Baca Beritanya di BatamNow.com #batamnow #batamtiktokcommunity #batamhits #batamnews #batamisland #batamsirkel #kotabatam #batampunyacerita #semuatentangbatam #galang #rempang #barelang #fyp #fypシ #fypシ゚viral ♬ Suspense, horror, piano and music box – takaya
Diberitakan sebelumnya, Mohammed Vallikkaparamba Nayaruveettil alias Afsal adalah wisatawan mancanegara (wisman) asal India yang ingin berlibur ke Batam. Dia penumpang MV Citra Legacy 3, dari Johor Bahru, Malaysia ke Batam pada Senin (08/07/2024).
Feri itu bersandar di Pelabuhan Internasional Batam Center sekira pukul 18.30.
Sebuah tas miliknya diduga dicuri oleh penumpang lain yakni WNI wanita berinisial DSM.
Afsal mengaku tas miliknya itu berisi satu unit laptop senilai RM 3.500 atau setara ±Rp 12 juta, handphone senilai RM 500 (Rp 1,7 jutaan), uang tunai 2.500 RM (Rp 8,6 jutaan), dan paspor bernomor V1873712.
Anehnya, si pencuri justru menyelinap dan lolos membawa jarahannya ke luar pelabuhan tanpa pemeriksaan x-ray BC di terminal Pelabuhan Batam Center.
Personel KSOP Batam di pelabuhan dan petugas x-ray Bea Cukai pun menyatakan tak ada tas berisi laptop serta HP melawati mesin x-ray sekira pukul 20.00 WIB, di hari kejadian. (R)

