BatamNow.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam telah menguji sampel air minum perpipaan dari rumah pelanggan SPAM BP Batam di Bengkong Laut yang sempat tercemar cacing halus.
Menurut Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi, pengujian sampel itu meliputi tingkat Ph, TDS (total dissolved solid), kadar chlorin (kaporit), hingga kondisi mikrobiologis. “Semuanya masih dalam batas normal,” katanya kepada BatamNow.com, Kamis (11/01/2024).
Didi menjelaskan, Dinkes Batam seyogianya ingin mengambil sampel air mulai dari waduk (reservoir), hingga ke titik sebelum masuk rumah pelanggan dan di dalam rumah pelanggan.
Bila sampel itu didapat, maka dapat dilakukan pemeriksaan yang lebih lengkap oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Batam.
“Pemeriksaan yang lebih lengkap dari BTKL belum bisa dilakukan karena belum ada lampu hijau dari spam batam,” jelas Didi.
Sebelumnya, Dinkes Batam telah coba bertemu PT Air Batam Hilir mitra SPAM BP Batam. Namun mereka tak bisa memberi akses karena harus mendapat izin dari BP Batam.
“Cuma pihak spam belum mengizinkan untuk kami mengambil sampelnya karena menunggu izin dari BP Batam katanya,” terang Didi.
“Mereka minta izin dulu ke BP Batam. Jadi kami menunggu itu saja,” tambahnya.
Diberitakan, sebagian warga pelanggan SPAM BP Batam, mendapatkan distribusi air minum perpipaan tercemar cacing halus pada Jumat (05/01).
Berdasarkan siaran pers BP Batam, air tercemar cacing itu terjadi pada warga di wilayah Tiban, Nongsa dan Bengkong.
Lusi Ariani seorang warga di Bengkong Laut yang mendapatkan aliran air minum perpipaan tercemar cacing itu pun mengungkapkan kekhawatirannya karena kemungkinan telah mengkonsumsi air yang terkontaminasi. (Aman)

