BatamNow.com – Direktur Badan Usaha (BU) Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar menyambangi Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Senin (09/12/2024).
Dendi berada di pelabuhan itu “terciduk” wartawan BatamNow.com yang hendak mengopi santai di kafe lantai 2 terminal itu pada sore hari, lalu hanya iseng menjepret Dendi saja dari jauh dengan lensa telefoto.
Seseorang di samping eskalator sebelah kiri di terminal menuju lantai 2, mendekati wartawan media ini usai jepretannya.
“Nggak wawancara bang?” tanya wanita petugas salah satu konter ticketing di sana.
Dia pun keceplosan memberitahu kehadiran Dendi di sana untuk mengecek persiapan menyambut hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Yang saya dengar meninjau persiapan pelabuhan menyambut Nataru, mungkin,” kata wanita berusia 25 tahun itu.
Sembari berdiri berdua di atas eskalator yang digerakkan transmisi ke arah atas lantai 2 terminal, wanita itu menyebut, Dendi tiba di pelabuhan sekira pukul 17.30.
Saat menyambangi pelabuhan itu, Dendi terlihat berjalan bersama oleh Direktur Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Suhendra.
Diketahui, Suhendra, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.
Tugas utama Direktorat TPIadalah memastikan kegiatan pemeriksaan keimigrasian di seluruh Indonesia berjalan dengan tertib, efektif, dan efisien.
Kembali ke kunjungan Dendi. Sekitar satu jam lamanya lelaki yang hobi biliar itu mengelilingi pelabuhan bersama Direktur TPI serta beberapa petugas yang berada di pelabuhan tersebut.
“Sekira satu jam-an lah pak Dendi keliling-keliling di pelabuhan, dan sebentar lagi mungkin beliau sudah meninggalkan pelabuhan,” ucapnya.

Kemudian seorang petugas pengamanan pelabuhan juga menyampari wartawan BatamNow.com yang baru saja turun ke lantai 1 dengan eskalator usai ngopi santai di lantai 2.
Ia katakan, kunjungan kali ini bukan seperti kunjungan biasanya, di mana setiap kunjungan sebelumnya selalu dibarengi dengan rombongan wartawan.
“Kali ini tidak, agak senyap nampaknya, karena nggak ada wartawan yang meliput, tanyalah beliau apa alasannya masih ada itu dan sudah mau pulang,” ujar petugas itu.
Wartawan BatamNow.com, masih sempat memantau, 1 dari 3 ponton tempat bersandar feri di pelabuhan itu masih disegel dan dirantai oleh pihak PT Synergy Tharada (ST).
Dikhawatirkan, jika 1 dari 3 ponton itu masih tetap tak dapat difungsikan pada saat liburan Nataru, berpotensi mengganggu trip feri yang akan bersandar, terlebih kemungkinan extra trip.

Sebagaimana pada perayaan Dipawali, hari besar umat Hindu pada Kamis (31/10/2024) lalu, 1 ponton “diborgol“ itu tak dapat difungsikan.
Saat itu terjadi lonjakan arus kedatangan penumpang dari Singapura dan Malaysia, sehingga extra trip feri yang hendak bersandar di pelabuhan itu pun dialihkan ke Pelabuhan Internasional Sekupang. Tentu efek dari keterbatasan hanya dua ponton yang dapat berfungsi.

Sebagaimana diketahui bahwa PT Synergy Tharada adalah pengelola pelabuhan sebelumnya, sejak 2002 sampai 2 Agustus 2024, lalu digantikan oleh PT Metro Nusantara Bahari (MNB).
Ponton atau dermaga apung yang dirantai itu posisinya di kanan ujung pelabuhan, arah Teluk Tering.
Adapun penyegelan ponton itu dikarenakan belum ada penyelesaian antara PT ST dengan BP Batam, karena pembangunan ponton itu tidak termasuk ke dalam perjanjian investasi, sebagaimana dijelaskan oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Synergy Tharada (ST) Reza Riadi kepada BatamNow.com, sewaktu masih mengelola. (A)


