Festival Media Selat Malaka Bahas Strategi Media Menjangkau Audiens di Tengah Algoritma - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Festival Media Selat Malaka Bahas Strategi Media Menjangkau Audiens di Tengah Algoritma

21/Sep/2026 21:00
Festival Media Selat Malaka Bahas Strategi Media Menjangkau Audiens di Tengah Algoritma

Lokakarya “Pengembangan Audiens Media di Media Sosial” yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 yang digelar di Batam. (F: Dok. Fesmed Selat Malaka)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Perubahan perilaku audiens di media sosial membuat media massa perlu memahami cara kerja algoritma agar karya jurnalistik dapat menjangkau publik secara lebih luas.

Hal tersebut dibahas dalam lokakarya “Pengembangan Audiens Media di Media Sosial” yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Batam.

Lokakarya berlangsung di Ruang Rapat TA 9.4 Lantai 9, Gedung Tower A, Politeknik Negeri Batam, Sabtu (19/09/2026), dan diikuti 25 peserta dari kalangan masyarakat umum dan jurnalis.

Kegiatan dipandu Nurika Manan dari AJI Indonesia sebagai moderator dengan menghadirkan Manager Pengembangan Audiens Media Project Multatuli, Alfa Gumilang, sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Alfa menjelaskan algoritma media sosial membaca perilaku pengguna, salah satunya berdasarkan durasi interaksi terhadap suatu konten.

“Algoritma membaca perilaku kita, berapa lama kita stay (bertahan) di konten itu,” ujarnya.

Ia mencontohkan, pengguna yang sering menikmati konten olahraga lari akan lebih banyak mendapatkan konten serupa di lini masa, meskipun pengguna tersebut tidak mengikuti (follow) akun yang memproduksinya.

Menurut Alfa, mekanisme tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dipahami oleh media dalam mendistribusikan karya jurnalistik.

Media, kata dia, tidak cukup hanya menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Ada pekerjaan lanjutan untuk memastikan karya tersebut dapat ditemukan dan dikonsumsi publik melalui platform digital.

“Memang ada yang bilang, jurnalisme jangan mau disetir dengan algoritma. Tapi, kita butuh algoritma untuk mengantarkannya,” kata Alfa.

Lokakarya “Pengembangan Audiens Media di Media Sosial” yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Media (Fesmed) Selat Malaka 2026 yang digelar di Batam. (F: Dok. Fesmed Selat Malaka)

Tim Media Sosial Punya Peran Penting

Alfa mengatakan, setelah jurnalis dan editor menyelesaikan sebuah karya jurnalistik, proses berikutnya adalah memastikan karya tersebut sampai kepada audiens.

Karena itu, media membutuhkan pengelolaan media sosial yang terencana.

“Tim media sosial harus bekerja membuat karya jurnalistik itu dibaca publik. Bagaimana cara mencari pembaca? Awali dengan menugaskan setidaknya satu orang khusus yang fokus mengurus media sosial,” tuturnya.

Baca Juga:  Fesmed Selat Malaka 2026: AJI Satukan Batam dan Tanjungpinang

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam mengunggah konten. Menurutnya, performa sebuah konten dipengaruhi berbagai faktor, sehingga pengelola media perlu terus melakukan evaluasi terhadap respons audiens.

“Ada banyak faktor. Kunci dalam bermedia sosial salah satunya adalah konsistensi dalam mengunggah konten,” ucap Alfa.

Selain konsistensi, Alfa menyebut sejumlah aspek yang perlu diperhatikan media, seperti membuat konten orisinal, menggunakan visual yang jelas dan berkualitas, serta beradaptasi dengan tren yang berkembang di platform digital.

Perilaku Audiens Berubah

Dalam lokakarya tersebut, Alfa juga membahas perubahan perilaku audiens dalam mengonsumsi informasi.

Audiens saat ini cenderung membaca berita secara sekilas, menghabiskan lebih banyak waktu di dalam aplikasi media sosial dibandingkan berpindah ke situs web, serta mencari informasi yang sederhana dan mudah dipahami.

Format video dan carousel juga menjadi salah satu bentuk konten yang banyak digunakan untuk menyampaikan informasi.

Selain format, waktu publikasi juga perlu diperhatikan karena aktivitas audiens di media sosial tidak selalu sama sepanjang hari.

Salah seorang peserta, Raul, mengaku memiliki pengalaman serupa dalam mengelola konten.

“Saya setuju, aktifnya audiens itu di jam-jam tertentu,” ujar Raul.

Ia mengatakan biasanya memilih mengunggah konten mulai dari waktu sepulang kerja hingga malam hari dan menghindari jam-jam ketika aktivitas kerja sedang tinggi.

Melalui lokakarya tersebut, peserta didorong untuk memahami perilaku audiens dan karakteristik platform digital tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.

Pemahaman terhadap algoritma diharapkan dapat membantu media memperluas distribusi karya jurnalistik, khususnya untuk menjangkau generasi muda yang semakin banyak mengonsumsi informasi melalui media sosial. (*)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Festival Media Selat Malaka 2026 Bekali Jurnalis dan Kreator Muda Batam Etika Penggunaan AI

Berita Selanjutnya

Festival Media Selat Malaka Dorong Jurnalis Perkuat Liputan Isu Kelautan

Berita Selanjutnya
Festival Media Selat Malaka Dorong Jurnalis Perkuat Liputan Isu Kelautan

Festival Media Selat Malaka Dorong Jurnalis Perkuat Liputan Isu Kelautan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Ekonomi & Bisnis
  • Internasional
  • Wawancara
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com