Gas Air Mata Disebut Ditembak ke Tribun Stadion Kanjuruhan. Polri Telah Periksa 18 Anggota - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Gas Air Mata Disebut Ditembak ke Tribun Stadion Kanjuruhan. Polri Telah Periksa 18 Anggota

03/Okt/2022 16:47
Gas Air Mata Disebut Ditembak ke Tribun Stadion Kanjuruhan. Polri Telah Periksa 18 Anggota

Polisi menembakkan gas air mata ke arah tribun Stadion Kanjuruhan saat pengamanan kerusuhan laga Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu (01/10/2022) malam. (F ist)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Polisi disebut menembakkan gas air mata ke arah tribun penonton di Stadion Kanjuruhan Malang saat mengamankan kericuhan yang terjadi, Sabtu (01/10/2022) malam.

Hal itu dibenarkan Faisol, ayah dari Muhammad Reko Septiyan yang adalah seorang korban luka-luka dalam tragedi Kanjuruhan.

Dari teman anaknya itu, Faisol mendapat cerita bahwa polisi menembakkan gas air mata secara langsung ke arah tribun tempat Reko dan kawan-kawannya berada.

“Menurut cerita teman-teman anak saya, saat kerusuhan terjadi polisi menembakkan beberapa kali gas air mata. Salah satunya ke tribun 12, tempat anak saya menonton pertandingan,” kata Faisol, dikutip dari detikcom, Senin (03/10).

Setelah gas air mata itu ditembakkan, banyak penonton yang pingsan karena sesak napas. Pekatnya asap gas air mata membuat penonton lain panik dan berdesakan mencari jalan keluar. Belum lagi, banyak penonton yang pingsan.

Dilansir Tempo, tim pemeriksa Bareskrim Polri secara internal telah memeriksa anggota yang terlibat langsung dalam pengamanan kericuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan itu.

Tim pemeriksa Bareskrim Polri ini terdiri dari Tim Penelitian Khusus dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam).

“Sudah diperiksa 18 anggota yang bertanggung jawab sebagai operator senjata pelontar (gas air mata). Dimintai keterangan Litsus dan Propam,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo kepada wartawan di Malang, Senin (03/10).

Baca Juga:  Jurnalisme Rilis dan Corong Penguasa

Menurut Dedi, penyidik juga tengah mendalami keterangan manajer pengamanan dari pangkat perwira sampai perwira menengah.

Lebih lanjut, jenderal polisi bintang dua itu menambahkan tim Laboratorium Forensik Polri juga telah bekerja mendalami dan menganalisa sebanyak 32 titik kamera pengawas CCTV yang ada di sekitar Stadion Kanjuruhan dan beberapa lokasi.

Labfor Polri juga menganalisa sejumlah telepon seluler yang diidentifikasi milik korban tragedi Kanjuruhan.

Sementara tim Indonesia Automatic Fingerprint System (Inafis) bekerja sama dengan tim Disaster Victim Investigation (DVI) telah mengidentifikasi sebanyak 125 jenazah korban tragedi Kanjuruhan.

“Kemudian tim Inafis juga nanti kerja sama dengan Labfor karena setelah berhasil analisis semua CCTV, tim DVI akan lakukan identifikasi terkait terduga pelaku perusakan, baik di dalam stadion maupun luar stadion,” katanya.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah laga Arema FC versus Persebaya usai di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Tuan rumah Arema kalah dalam pertandingan itu dengan skor 2-3.

Dari sejumlah rekaman video amatir yang tersebar di media sosial, terlihat aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk mengendalikan ribuan suporter. Akibatnya, para suporter berlarian menyelamatkan diri menuju pintu keluar yang sempit hingga terjadi desak-desakan dan jatuhnya korban jiwa.

Dalam kejadian itu, para suporter juga melakukan perusakan dan pembakaran sejumlah kendaraan milik kepolisian yang berada di dalam dan luar Stadion Kanjuruhan. (*)

Berita Sebelumnya

Malaysia Masih Kekurangan 500 Ribu Lebih TKA, BP2MI Minta Setop Lewat Jalur Ilegal

Berita Selanjutnya

Beras di Batam Disebut 90 Persen Selundupan dari Vietnam, Kepala Bapanas: Laporkan ke Satgas Pangan!

Berita Selanjutnya
Beras di Batam Disebut 90 Persen Selundupan dari Vietnam, Kepala Bapanas: Laporkan ke Satgas Pangan!

Beras di Batam Disebut 90 Persen Selundupan dari Vietnam, Kepala Bapanas: Laporkan ke Satgas Pangan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com