Hanya Beberapa Jam Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Bisa Cut Off Polemik Pulau Rempang Berjilid-jilid - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Hanya Beberapa Jam Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Bisa Cut Off Polemik Pulau Rempang Berjilid-jilid

19/Sep/2023 10:34
Bahlil Akomodir Permintaan Warga yang Tidak Mau Direlokasi ke Galang

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia turun menemui langsung warga Rempang, di Pantai Melayu, Senin (18/09/2023). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Hampir semua sudah tahu apa yang terjadi di pusaran polemik Pulau Rempang yang menghebohkan itu.

Paling tidak dalam tiga bulan terakhir, terjadi unjuk rasa dua jilid mewarnai polemik itu. Rusuh tak terelakkan ekses dari unjuk rasa di depan gedung berlogo Elang Emas BP Batam itu.

Masyarakat Rempang terpaksa berhadapan dengan tim aparat gabungan hingga bentrok fisik dan beberapa dari warga korban tembakan gas air mata, termasuk anak-anak sekolah. Soal peristiwa yang “mengguncang” Indonesia ini, Jembatan Sultan Zainal Abidin (Jembatan IV Barelang) cukup menjadi saksi bisu.

Namun aneh bin ajaib di tengah polemik masih buntu, dalam dua kali pertemuan saja Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia sepertinya menemukan solusi yang mak jleb.

Hasil kesepakatan sementara antara Bahlil Lahadalia dengan warga Pulau Rempang seperti bisa meng-cut off polemik yang masih memanas se-Nusantara.

Bahlil Lahadalia memang datang langsung dari Jakarta ke Pulau Rempang atas perintah Presiden Jokowi yang menyebut masalah Pulau Rempang muncul karena kurang lancar komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Bahlil Lahadalia langsung tancap gas. Terbang dari Jakarta ke Pulau Rempang berkomunikasi langsung dari hati ke hati dengan warga dan para tokoh masyarakat di sana.

Bahlil Lahadalia memosisikan dirinya sebagai anak yang menemui orang tuanya, tidak seperti cara-cara selama ini yang terkesan dengan arogansi kekuasaan yang terkesan otoriter.

Entah apa skenario di balik upaya penyelesaian kali ini. Bahlil Lahadalia tak lagi melibatkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, apalagi Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi sebagai penguasa Batam, seperti kedatangannya sebelumnya.

Padahal sebelumnya, yakni pada Minggu (13/08/2023), Bahlil Lahadalia datang ke Pulau Rempang menemui warga masih didampingi Ansar Ahmad dan Muhammad Rudi serta unsur Forkopimda Batam dengan pengawalan ketat dan tak membuahkan hasil lalu beberapa hari kemudian pecah lah bentrok itu.

Baca Juga:  Singapura Bakal Terima Wisatawan dari Indonesia Mulai 22 September

Namun dalam pertemuan dengan warga Rempang pada Minggu (17/09/2023) malam, Bahlil Lahadalia datang hanya ditemani beberapa rombongannya saja dari Jakarta.

Kolase foto. Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kemeja putih) berbincang dengan Gerisman Ahmad tokoh masyarakat Pulau Rempang di rumahnya di Pantai Melayu, Minggu (17/09/2023) malam. (F: ist)

Dipantau langsung oleh wartawan BatamNow.com, pertemuan silaturahmi malam itu berlangsung sekitar 3 jam. Bahlil Lahadalia datang langsung ke Pantai Melayu sekitar pukul 18.30 dan kembali pukul 21.00 setelah berdiskusi.

Kemudian esoknya, Senin (18/09/2023), Bahlil Lahadalia datang lagi sekitar pukul 12.00 dan pertemuan berakhir pukul 14.00.

Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia beserta rombongan bersilaturahmi dengan warga Rempang di rumah Gerisman Ahmad, di Pantai Melayu, Senin (18/09/2023) siang. (F: BatamNow)

Ditanya wartawan BatamNow.com, mengapa tak melibatkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi yang juga Ketua Pengarah Tim Percepatan Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City, pada pertemuan kali ini?

Bahlil Lahadalia menjawabnya singkat, “Itu urusan wali kota lah, saya kan menteri. Masak saya mau diatur wali kota”.

Hasil Pertemuan Dibawa ke Presiden

Usai acara silaturahmi di Pantai Melayu, Senin (18/09), Bahlil Lahadalia mengadakan pertemuan dengan warga, RT/RW dan tokoh masyarakat Rempang di Restoran Barelang Seafood, menyepakati konklusi dari polemik relokasi.

“Solusinya sudah kita dapatkan, dimana hak-hak rakyat tetap kita jaga, hak-hak kultural sebagai hak kesulungan juga kita hargai, namun andaikan ada pergeseran tetap masih di wilayah Pulau Rempang dan kita juga sudah setujui,” jelasnya.

Kini, kata Bahlil, tugasnya tinggal membawa penawaran solusi ini ke Pemerintah Pusat atau Presiden Jokowi.

“Nanti saya akan umumkan. Yang jelas di antara tokoh-tokoh, sudah kita sepakati. Tempatnya di mana? Besok akan kami umumkan. Tapi secara 90-95 persen, insya Allah sudah clear,” jelas Bahlil, kemarin.

Lalu, upaya elegan Bahlil Lahadalia inikah awal dari penyelesaian konkret polemik Pulau Rempang?

“Banyak berharap begitu,” kata beberapa warga Batam ke BatamNow.com. (tim)

Berita Sebelumnya

Temui Langsung Warga Rempang, Bahlil Lahadalia: Masak Saya Mau Diatur Wali Kota?

Berita Selanjutnya

Aktivitas Buldoser BP Batam Dihentikan di Dapur 3 Sijantung, Apakah Tim Gabungan Juga?

Berita Selanjutnya
Aktivitas Buldoser BP Batam Dihentikan di Dapur 3 Sijantung, Apakah Tim Gabungan Juga?

Aktivitas Buldoser BP Batam Dihentikan di Dapur 3 Sijantung, Apakah Tim Gabungan Juga?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com