Hari Ini Kemenag Sidang Isbat, Bagaimana jika Hilal Tak Terlihat, Kapan Lebaran 2025? - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Hari Ini Kemenag Sidang Isbat, Bagaimana jika Hilal Tak Terlihat, Kapan Lebaran 2025?

by BATAM NOW
29/Mar/2025 13:07
BMKG: Kecil Kemungkinan Hilal Terlihat 1 April 2022

Ilustrasi. (F: net)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Penentuan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah atau 1 Syawal 2025 di Indonesia akan ditetapkan hari ini, Sabtu (29/03/2025), melalui sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Sidang ini mempertimbangkan dua metode utama, yakni hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal).

Namun, bagaimana jika hilal tidak terlihat sore ini? Apakah Lebaran tetap jatuh pada Senin, 31 Maret 2025, seperti yang telah ditetapkan Muhammadiyah dan diprediksi oleh BRIN?

Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H: 3 Tahapan Penentuan Idul Fitri

Melansir Kompas.com, sidang isbat yang diselenggarakan oleh Kemenag akan berlangsung dalam tiga sesi utama, yaitu:

  • Sesi Pertama (16.30 WIB – Menjelang maghrib): Seminar Posisi Hilal Awal Syawal 1446 H, membahas data astronomi dan kemungkinan terlihatnya hilal
  • Sesi Kedua (18.45 WIB – Tertutup): Sidang isbat utama untuk menetapkan tanggal 1 Syawal 1446 H berdasarkan hasil pengamatan hilal dan perhitungan astronomi.
  • Sesi Ketiga: Pengumuman hasil sidang isbat melalui konferensi pers, yang akan disampaikan langsung oleh Menteri Agama (Menag).

Pemantauan hilal dilakukan di 33 titik pengamatan di seluruh Indonesia, kecuali Bali. Keputusan untuk tidak mengadakan rukyat di Bali diambil sebagai bentuk penghormatan kepada umat Hindu yang tengah merayakan Hari Raya Nyepi.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa hilal kemungkinan besar tidak akan terlihat karena posisinya masih di bawah ufuk.

“Dari hitung-hitungan kami, ketinggian hilal masih di antara -3 hingga -1 derajat. Jika merujuk pada kriteria MABIMS, yang mensyaratkan minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat, maka hilal masih belum memenuhi syarat. Dengan demikian, Ramadan kemungkinan besar akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga Idul Fitri jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Namun, keputusan akhirnya tetap menunggu sidang isbat,” kata Arsad dalam keterangannya, Jumat (28/3/2025), dikutip dari KompasTV.

Sidang isbat ini akan dihadiri oleh perwakilan ormas Islam, pakar astronomi dan ilmu falak, BMKG, BRIN, Komisi VIII DPR RI, serta perwakilan negara sahabat.

BMKG Bandung: Hilal Diprediksi Belum Terlihat

Salah satu lokasi pemantauan hilal dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung di Rooftop Stasiun Geofisika Bandung pada Sabtu (29/03/2025).

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa pengamatan hilal dilakukan menggunakan teleskop atau teropong terkomputerisasi yang dipadukan dengan teknologi informasi.

“Saat pengamatan dilaksanakan, kecerlangan cahaya hilal akan direkam oleh detektor yang dipasang pada teleskop, yang secara otomatis mengikuti berubahnya posisi Bulan di ufuk barat,” ujar Ayu, sapaan akrabnya, dalam keterangannya, Jumat (28/03/2025).

Berdasarkan data hilal di Kota Bandung pada 29 Maret 2025, kondisi hilal masih di bawah ufuk dengan rincian sebagai berikut:

  • Tinggi hilal: -1° 53,89’
  • Elongasi: 1° 3,69’
  • Fraksi iluminasi: 0,03%
  • Umur bulan: -0,03 jam

Dengan kondisi ini, hilal diperkirakan belum dapat terlihat pada tanggal tersebut. Sesuai dengan Undang-Undang No. 31 Tahun 2009, Stasiun Geofisika Bandung akan menyampaikan informasi resmi mengenai hasil pengamatan hilal setelah matahari terbenam.

Muhammadiyah Tetapkan Lebaran 31 Maret 2025

Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025.

Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yang berarti bahwa jika hilal sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam maka keesokan harinya dihitung sebagai awal bulan baru.

BRIN: Lebaran 2025 Kemungkinan Serentak

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memprediksi bahwa Lebaran 2025 akan jatuh serentak pada Senin, 31 Maret 2025.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa berdasarkan kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), hilal tidak mungkin terlihat di Indonesia pada 29 Maret.

“Pada saat maghrib, 29 Maret, hilal tidak mungkin terlihat di Indonesia. Maka, 1 Syawal 1446 H menurut kriteria MABIMS adalah 31 Maret 2025,” jelas Thomas, dikutip dari Kompas.com, Rabu (26/3/2025).

Ia menambahkan bahwa pada 29 Maret, posisi hilal masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia, sehingga berdasarkan metode wujudul hilal, 1 Syawal kemungkinan besar jatuh pada 31 Maret 2025.

“Dengan demikian, Idul Fitri 1446 H akan seragam atau serentak pada Senin, 31 Maret 2025,” tambahnya.

Jika Hilal Tidak Terlihat, Kapan Lebaran?

Jika hilal tidak terlihat dalam pemantauan hari ini, maka sesuai dengan metode rukyat yang digunakan oleh NU dan pemerintah, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari. Artinya, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Dengan hasil perhitungan astronomi yang menunjukkan posisi hilal masih di bawah ufuk, besar kemungkinan keputusan sidang isbat akan menetapkan Idul Fitri pada tanggal yang sama dengan Muhammadiyah, yakni 31 Maret 2025.

Namun, kepastian resmi tetap menunggu pengumuman pemerintah melalui sidang isbat yang akan digelar pada Sabtu malam ini pukul 18.30 WIB.

Masyarakat Diminta Menunggu Pengumuman Resmi

Dengan berbagai prediksi yang mengarah pada kemungkinan Lebaran jatuh serentak, masyarakat tetap diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Keputusan dari sidang isbat akan menjadi dasar bagi umat Islam di Indonesia untuk menentukan kapan mereka akan melaksanakan Salat Id dan merayakan Idul Fitri. Jika semua pihak sepakat pada 31 Maret 2025, maka tahun ini Lebaran bisa berlangsung serentak tanpa perbedaan. (*)

Berita Sebelumnya

AC Mati di Ruang Tunggu Pelabuhan Domestik Sekupang, Ribuan Calon Penumpang Panas-panasan

Berita Selanjutnya

Ketum PWI Pusat: Pernyataan Dewan Pers HCB Telah Dipecat dari PWI, Sah dan Sudah Mewakili Negara

Berita Selanjutnya
Plt Ketua PWI Sumatera Selatan Dijabat Jon Heri Gantikan Kurnaidi ST

Ketum PWI Pusat: Pernyataan Dewan Pers HCB Telah Dipecat dari PWI, Sah dan Sudah Mewakili Negara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com