Hari Keenam Krisis Air Batam, Warga Masih Menjerit: Mandikan Anak Terpaksa Pakai Air Comberan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Hari Keenam Krisis Air Batam, Warga Masih Menjerit: Mandikan Anak Terpaksa Pakai Air Comberan

31/Agu/2026 13:28
Enam Hari Krisis Air, Warga Sagulung Berseri Gelar Aksi ‘Razia’ Truk Tangki PT ABH: Kami Butuh Air!

Krisis air enam hari, warga Sagulung Berseri menggelar aksi spontan di titik pengisian truk tangki air (filling point) di depan Rumah Sakit (RS) Graha Hermine, Batu Aji, Senin (31/08/2026) pagi. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Batam diklaim sebagai kota modern nan maju.

Namun sebagaimana diatur dalam perundang-undangan, kewajiban negara (BP Batam) dalam melayani hak asasi warga atas air minum sebagai kebutuhan vital, masih bermasalah.

“Bayangkan, warga banyak mencari air ke parit, sungai kecil, payu bahkan memandikan anak pun menggunakan air comberan di saat gangguan aliran air minum perpipaan mati mendadak karena terjadi kebocoran pipa secara berulang,” kata beberapa warga terdampak krisis air minum

Krisis air minum sudah terjadi sejak Rabu (26/08/2026), namun BU SPAM BP Batam bersama mitra operasionalnya PT Batam Air Batam Hilir (ABHi), tampaknya, tak memiliki kemampuan memitigasi dengan cepat perbaikan distribusi air minum warga ini dengan air tangki.

Bahkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) pun sudah dikerahkan, namun tak menjawab tuntas permasalahan.

@batamnow Batam diklaim sebagai kota modern nan maju. Namun sebagaimana diatur dalam perundang-undangan, kewajiban negara (BP Batam) dalam melayani hak asasi warga atas air minum sebagai kebutuhan vital, masih bermasalah. “Bayangkan, warga banyak mencari air ke parit, sungai kecil, payu bahkan memandikan anak pun menggunakan air comberan di saat gangguan aliran air minum perpipaan mati mendadak karena terjadi kebocoran pipa secara berulang,” kata beberapa warga terdampak krisis air minum Krisis air minum sudah terjadi sejak Rabu (26/08/2026), namun BU SPAM BP Batam bersama mitra operasionalnya PT Batam Air Batam Hilir (ABHi), tampaknya, tak memiliki kemampuan memitigasi dengan cepat perbaikan distribusi air minum warga ini dengan air tangki. Bahkan mobil pemadam kebakaran (Damkar) pun sudah dikerahkan, namun tak menjawab tuntas permasalahan. Warga: Kami Butuh Air Bukan Janji-janji Hingga Senin (31/08/2026) warga Sagulung Berseri masih “menjerit” dampak matinya aliran air ke rumah mereka. Puluhan warga RT 002 dan RT 009/RW 006 yang mewakili sekitar 250 kepala keluarga (KK) bahkan mendatangi tiik pengisian truk tangki (filling point) di depan RS Graha Hermine, Batu Aji. Mereka mengaku selama enam hari belum mendapatkan distribusi air tangki meski telah diajukan. “Kami butuh air. Jangan janji-janji terus. Kami sudah bosan makan janji,” kata Rismawati. Arianto Situmorang mengatakan warga telah berulang kali meminta bantuan distribusi air, namun belum mendpatkannya. “Sudah bolak-balik, tidak ada sama sekali,” ujarnya. Mandikan Anak Terpaksa dengan Air Comberan Ketiadaan air membuat warga terpaksa mencari sumber lain. Sebagian membeli air, sementara lainnya mengambil air dari parit dan selokan dan air comberan untuk kebutuhan rumah tangga. “Untuk memandikan anak kita, air comberan yang di Mata Kucing kami mengambil dari situ, kami sewa pickup untuk mengambil air comberan di pinggir jalan,” kata Rismawati. Krisis air telah mengganggu kebutuhan dasar keluarga, termasuk anak-anak yang hendak berangkat sekolah. “Kami sangat membutuhkan air. Bahkan anak sekolah pun tidak mandi karena tidak ada air. Kami memohon kepada ABH, 24 jam kalu bisa kami harus hidup air,” ujar Rismawati. Tangki Air dan Damkar Belum Menjawab Distribusi menggunakan mobil tangki dan pengerahan mobil pemadam kebakaran (damkar) dilakukan di tengah krisis. Namun, warga Sagulung Berseri mengaku belum menerima bantuan tersebut. “Wujud mobil tangki seperti apa kami tidak tahu,” kata Rita, warga terdampak. Krisis ini terjadi setelah gangguan pada jaringan perpipaan, termasuk kebocoran pipa induk berdiameter 800 mm yang berdampak pada distribusi air di sejumlah kawasan di Batam. Warga mempertanyakan mengapa gangguan jaringan dapat berlangsung hingga enam hari dan mengapa distribusi darurat atas air minum belum menjangkau mereka. Warga meminta Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengevaluasi seluruh jajaran di Direktorat BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABHi) sebagai mitra operasional SPAM. “Pokoknya itu, kalau memang tidak kompeten, silakan itu diputus hubungannya dengan pihak ABH. Karena ini kan mitra, kalau mitra berarti dia harus tanggung jawab mengatasi masalah air yang ada di sini. Jangan kita disengsarakan, masyarakat miskin di sini,” tegas Arianto. Pelayanan Air Minum Prioritas Amsakar-Li Claudia: Masih Bermasalah Sejak awal pemerintahannya, pelayanan air minum masuk sebagai prioritas utama program Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang juga memegang posisi pimpinan BP Batam. Namun mendekati dua tahun kepemimpinan keduanya, masalah pelayanan air minum kepada pelanggan atau konsumen SPAM BP Batam, masih bermasalah dan pada tahun 2026 frekuensi masalah lebih parah. Catatan dan data yang diperoleh media ini, berkali pipa bocor selama tahun ini dan masalah teknis layanan lainnya yang berpontensi merugikan konsumen… Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ original sound – BatamNow.com

Kami Butuh Air Bukan Janji-janji

Hingga Senin (31/08/2026) warga Sagulung Berseri masih “menjerit” dampak matinya aliran air ke rumah mereka.

Baca Juga:  Idul Priady Gantikan Iyus Rusmana di BU SPAM BP Batam, Tantangan Krisis Air Masih Hantui Warga

Puluhan warga RT 002 dan RT 009/RW 006 yang mewakili sekitar 250 kepala keluarga (KK) bahkan mendatangi tiik pengisian truk tangki (filling point) di depan RS Graha Hermine, Batu Aji.

Mereka mengaku selama enam hari belum mendapatkan distribusi air tangki meski telah diajukan.

“Kami butuh air. Jangan janji-janji terus. Kami sudah bosan makan janji,” kata Rismawati.

Arianto Situmorang mengatakan warga telah berulang kali meminta bantuan distribusi air, namun belum mendpatkannya.

“Sudah bolak-balik, tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Mandikan Anak Terpaksa dengan Air Comberan

Ketiadaan air membuat warga terpaksa mencari sumber lain. Sebagian membeli air, sementara lainnya mengambil air dari parit dan selokan dan air comberan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Untuk memandikan anak kita, air comberan yang di Mata Kucing kami mengambil dari situ, kami sewa pickup untuk mengambil air comberan di pinggir jalan,” kata Rismawati.

Krisis air telah mengganggu kebutuhan dasar keluarga, termasuk anak-anak yang hendak berangkat sekolah.

“Kami sangat membutuhkan air. Bahkan anak sekolah pun tidak mandi karena tidak ada air. Kami memohon kepada ABH, 24 jam kalu bisa kami harus hidup air,” ujar Rismawati.

@batamnow Warga Minta Tidak Lagi Diberi Janji Rismawati juga menyampaikan harapan kepada para pemimpin daerah, termasuk Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, agar turun tangan membantu warga yang terdampak krisis air. “Siapapun wali kotanya, siapa pun di sini, siapa pun yang duduk di kursi atasan, kami butuh bantuan mereka untuk kami warga. Jangan janji-janji terus. Kami sudah bosan makan janji selama ini,” tegasnya. Hingga berita ini dipublikasikan, warga masih berkumpul di sekitar filling point di depan RS Graha Hermine, Batu Aji. Dan selama sekitsrndua jam mereka ‘razia’ di sana, sama sekali tidak ada truk air ABH yang datang ke fasilitas pengisian ulang tangki berasal dari jaringan perpipaan –aset SPAM BP Batam itu. Baca di BatamNow.com @Amsakar Achmad #batam #batamnow #batamtiktok #fyp #batamhits ♬ original sound – BatamNow.com

Tangki Air dan Damkar Belum Menjawab

Distribusi menggunakan mobil tangki dan pengerahan mobil pemadam kebakaran (damkar) dilakukan di tengah krisis.

Namun, warga Sagulung Berseri mengaku belum menerima bantuan tersebut.

“Wujud mobil tangki seperti apa kami tidak tahu,” kata Rita, warga terdampak.

Krisis ini terjadi setelah gangguan pada jaringan perpipaan, termasuk kebocoran pipa induk berdiameter 800 mm yang berdampak pada distribusi air di sejumlah kawasan di Batam.

Warga mempertanyakan mengapa gangguan jaringan dapat berlangsung hingga enam hari dan mengapa distribusi darurat atas air minum belum menjangkau mereka.

Warga meminta Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengevaluasi seluruh jajaran di Direktorat BU SPAM BP Batam dan PT Air Batam Hilir (ABHi) sebagai mitra operasional SPAM.

“Pokoknya itu, kalau memang tidak kompeten, silakan itu diputus hubungannya dengan pihak ABH. Karena ini kan mitra, kalau mitra berarti dia harus tanggung jawab mengatasi masalah air yang ada di sini. Jangan kita disengsarakan, masyarakat miskin di sini,” tegas Arianto.

Pelayanan Air Minum Prioritas Amsakar-Li Claudia: Masih Bermasalah

Sejak awal pemerintahannya, pelayanan air minum masuk sebagai prioritas utama program Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang juga memegang posisi pimpinan BP Batam.

Namun mendekati dua tahun kepemimpinan keduanya, masalah pelayanan air minum kepada pelanggan atau konsumen SPAM BP Batam, masih bermasalah dan pada tahun 2026 frekuensi masalah lebih parah.

Catatan dan data yang diperoleh media ini, berkali pipa bocor selama tahun ini dan masalah teknis layanan lainnya yang berpontensi merugikan konsumen.

Kali ini pun penanganan krisis air minum itu belum tuntas, membuat warga meradang.

“Siapapun wali kotanya, siapa pun di sini, siapa pun yang duduk di kursi atasan, kami butuh bantuan mereka untuk kami warga. Jangan janji-janji terus. Kami sudah bosan makan janji selama ini,” kata Rismawati. (Red)

Catatan Redaksi:

SPAM BP Batam dikelola melalui Badan Usaha SPAM (BU SPAM) dengan mitra operasional dan perawatan: PT Air Batam Hilir (ABHi) dan PT Air Batma Hulu (ABHu).

Air yang dilanggani warga dari SPAM BP Batam dan mitranya PT ABHi bukan kualitas air bersih tapi standar kualitas air minum yang jauh lebih higienis.

Tarif tagihan air yang dibebankan ke warga dengan standar air minum yang lebih terjamin kesehatannya sesuai UU dan Permenkes.

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Kartu Keanggotaan Komjaki Kini Terintegrasi e-Money BRK Syariah

Berita Selanjutnya

Ini di Batam: Baru 10 Hari Bekerja, ART Diduga Aniaya Majikan hingga Tewas

Berita Selanjutnya
Ini di Batam: Baru 10 Hari Bekerja, ART Diduga Aniaya Majikan hingga Tewas

Ini di Batam: Baru 10 Hari Bekerja, ART Diduga Aniaya Majikan hingga Tewas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com