BatamNow.com – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih mengguyur sebagian besar wilayah Kota Batam sejak Senin (22/06/2026) pagi.
Kondisi ini terjadi di tengah prediksi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan tahun.
Sejalan dengan kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kepulauan Riau.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui laman nowcasting BMKG, pada Senin (22/6/2026) pukul 09.42 WIB masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Wilayah yang diperkirakan terdampak di Kota Batam meliputi Belakang Padang, Batu Ampar, Sekupang, Nongsa, Bulang, Lubuk Baja, Sei Beduk, Bengkong, Batam Kota, Sagulung, dan Batu Aji.
Juni Masih Merupakan Sisa Musim Hujan
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, menjelaskan hujan yang masih turun pada Juni merupakan hal yang wajar.
Menurutnya, dalam kondisi normal, Juni merupakan periode akhir musim hujan pertama di wilayah Batam dan Kepulauan Riau.
“Jadi pada bulan ini merupakan sisa-sisa musim hujan,” ujar Ramlan kepada BatamNow.com melalui pesan WhatsApp, Senin (22/06).
Lebih lanjut Ramlan menjelaskan, musim hujan tahap kedua, terjadi pada bulan Oktober hingga Desember.
El Nino Diprediksi Berlangsung Juni–Agustus
Sebelumnya, pemerintah mengantisipasi potensi dampak El Nino yang diperkirakan terjadi pada periode Juni hingga Agustus 2026.
Bagi Batam, ancaman tersebut menjadi perhatian karena seluruh kebutuhan air baku bergantung pada air hujan yang ditampung di sejumlah waduk tadah hujan.
Sebagai langkah antisipasi, BP Batam melalui Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano, menggandeng BMKG dan AirNav Indonesia melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan.
Operasi tersebut berlangsung sejak 15 Mei hingga 3 Juni 2026 dengan total 35 kali penerbangan penyemaian benih awan selama sekitar 20 hari.
Meski operasi telah selesai dilaksanakan, hingga kini BP Batam belum mempublikasikan besaran anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan OMC tersebut.
Dampak El Nino di Kepri Diperkirakan Tidak Sebesar Daerah Lain
Ramlan sebelumnya juga menjelaskan bahwa El Nino merupakan fenomena iklim global, namun dampaknya berbeda-beda di setiap wilayah Indonesia.
Menurutnya, daerah yang paling terdampak umumnya berada di selatan garis khatulistiwa dengan pola curah hujan monsunal, seperti Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Selatan, hingga Papua.
Sementara itu, Kepulauan Riau, termasuk Batam, memiliki pola curah hujan ekuatorial (equatorial), sehingga hujan relatif terjadi hampir sepanjang tahun.
“Wilayah Kepri tipikal curah hujannya equatorial, yaitu hampir terjadi hujan sepanjang tahun. Kalau pun terdampak El Nino, hanya sebagian kecil,” jelas Ramlan.
Ia menuturkan, pola hujan di wilayah ekuator ditandai dengan dua puncak musim hujan dalam setahun, umumnya terjadi pada Maret dan Oktober.
Meski demikian, Ramlan mengingatkan bahwa El Nino tetap dapat memengaruhi wilayah Kepulauan Riau, hanya saja dampaknya diperkirakan tidak seberat wilayah Indonesia yang memiliki pola hujan monsunal. (A)

