BatamNow.com – Pelabuhan Batu Ampar, Batam, akan segera dikelola oleh badan usaha (BU) swasta baru, menggantikan posisi PT Persero Batam yang kontraknya sejatinya masih tersisa 35 tahun lagi.
Menurut sumber internal BatamNow.com, keputusan ini sudah dirancang sebelumnya, meski tetap mengejutkan dan menyakitkan bagi pihak PT Persero Batam.
Pergantian pengelola akan mencakup seluruh aset utama di Dermaga Utara, termasuk 5 unit Ship to Shore (STS) crane dan Terminal Peti Kemas yang tengah diselesaikan pembangunannya.

Penunjukan pengelola baru dikabarkan telah ditetapkan dalam sebuah rapat singkat pada Senin (26/05/2025), yang berlangsung di Kantor BP Batam.
Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa Konsorsium Interport dan ICTSI (International Container Terminal Services Inc.), operator pelabuhan global asal Filipina, akan menjadi mitra pengelola baru Batu Ampar.
Adapun peserta rapat terdiri dari:
- Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra (sebagai pimpinan rapat)
- Anggota 5 BP Batam, Ruslan Aspan
- Anggota 2 BP Batam, Sudirman Saad
- Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Alex Sumarna
- Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar
- Direktur Evaluasi dan Pengendalian, Alif Abadi.
Sementara itu, dari pihak Interport dan ICTSI, hadir direktur utama serta perwakilan direksi, termasuk Direktur Utama BCT (Batu Ampar Container Terminal) — perusahaan patungan konsorsium tersebut.
Dari pihak PT Persero Batam, hadir Direktur Utama Djoko Prasetyo dan Chief Operating Officer Muhammad Ikbal, beserta tim legal perusahaan.
Menurut sumber BatamNow.com, rapat tersebut hanya berlangsung sekitar 11 menit. “Ini mencengangkan,” ujarnya.
Katanya, dimulai pukul 14.00 WIB.
Dalam rapat itu, pihak BP Batam secara langsung meminta PT Persero Batam melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Batam Terminal Peti Kemas (BTP) kepada BP Batam.
Adapun komposisi saham BTP saat ini adalah:
- PT Persero Batam: 94%
- Koperasi Persero Batam: 1%
- BCT (Batu Ampar Container Terminal): 5%
“Perusahaan BCT ini adalah kendaraan investasi yang dibentuk oleh konsorsium Interport dan ICTSI,” jelas sumber tersebut.
Dijelaskan pula bahwa ICTSI adalah salah satu operator terminal independen terbesar di dunia, beroperasi di enam benua, dan dikenal dalam membangun serta mengelola terminal gateway yang efisien dan berkelanjutan.
Meski diminta melepas saham, sumber menyebut bahwa tidak ada aturan hukum yang memungkinkan BP Batam secara langsung membeli saham BTP, kecuali melalui mekanisme pembelian oleh perusahaan lain.
Hasil rapat ini, lanjut sumber, akan segera dilaporkan ke CEO Danantara (induk perusahaan PT Persero Batam).
Keputusan akhir apakah akan melepas saham dan memutuskan kontrak akan ditentukan oleh manajemen puncak di Jakarta.
“Jika disetujui, maka konsorsium Interport dan ICTSI akan mulai beroperasi penuh sebagai pengelola baru Pelabuhan Batu Ampar,” ungkap sumber BatamNow.com.

Plt Kepala Biro Humas BP Batam, Ariastuty Sirait, belum merespons permintaan konfirmasi dari BatamNow.com pada Senin (26/05/2025) baik melalui pesan WhatsApp maupun panggilan telepon.
Sama halnya konfirmasi lewat komunikasi WhatsApp ke Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Waka BP Batam, Li Claudia Chandra, belum dijawab.
Direktur PT Persero Batam, Djoko Prasetyo, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh BatamNow.com melalui WhatsApp pada Senin, hari ini. (A/Red)

