IPW Minta Polri Jujur Soal Korban Bentrok di Rempang - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

IPW Minta Polri Jujur Soal Korban Bentrok di Rempang

by BATAM NOW
09/Sep/2023 14:05
Mengerikan, Lagi Aparat Memberondong Masyarakat Rempang dengan Peluru Gas Air Mata

Kepulan asap putih dari peluru gas air mata yang ditembakkan untuk membubarkan massa warga Rempang di Jalan Trans Barelang di sekitar Simpang Kampung Cate, Kamis (07/09/2023). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta jujur menyampaikan ke publik sesuai fakta bentrokan tim gabungan aparat keamanan dengan warga Rempang, yang terjadi di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau pada Kamis (07/09/2023).

Hal tersebut dikatakan Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso kepada BatamNow.com, di Jakarta, Sabtu (09/09/2023). “Perlu dipertanyakan siapa yang melaporkan tidak ada korban ke Mabes Polri. Sebab faktanya, ada korban luka-luka akibat terkena tembakan peluru karet yang dilontarkan aparat,” ungkap Sugeng.

Menurutnya, Polri jangan menutup-nutupi fakta demi mencitrakan polisi itu baik. “Kontraproduktif ya bila polisi menolak mengatakan ada korban luka-luka dengan fakta sebenarnya. IPW sendiri mendapat data adanya korban (luka-luka) tersebut dan juga dari pengakuan korban-korban, termasuk yang dipukul aparat,” tegasnya.

Baca Juga:  Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Warga Pulau Rempang, Suara Dar Der Dor Menyeramkan

Dia justru mempertanyakan, untuk apa ditutup-tutupi? “Kok takut bilang ada korban luka-luka. Bicara saja sesuai fakta, jangan mem-framing yang tidak berdasar fakta,” serunya.

Baginya, lebih baik melontarkan pernyataan terbuka dan mengakui adanya kesalahan di lapangan. “Kalau Polri bersikap terbuka dan mengakui kesalahan di lapangan akan mengurangi penderitaan korban. Sebaliknya, kalau ditutup-tutupi, keluarga yang jadi korban tentu tidak akan terima,” ucapnya mengingatkan.

Dia menilai, sikap Polri yang menolak fakta akan menambah derita korban. Laporan lapangan dari Polres maupun Polda harus juga di-crosscheck.

Seperti diketahui, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan, dalam jumpa persnya di Bareskrim Mabes Polri, membantah ada korban luka baik dari warga maupun aparat dalam bentrok yang melibatkan sekitar 1.010 personel yang diiterjunkan, baik polisi, TNI, Satpol PP, maupun Ditpam BP Batam.

“Akui saja sesuai fakta di lapangan. Jangan lagi berdalih karena rakyat justru akan menilai, polisi cuma pencitraan saja dan mengabaikan fakta-fakta di lapangan,” pungkas Sugeng. (RN)

Berita Sebelumnya

Lembaga Adat Melayu Kepri Bacakan Maklumat Soal Polemik Pulau Rempang-Galang

Berita Selanjutnya

Warna KM Kelud Bakal Disulap Sesuai Logo Baru PELNI

Berita Selanjutnya
Pelayanan Penumpang Pelni yang Karut Marut. Sampai Kapan?

Warna KM Kelud Bakal Disulap Sesuai Logo Baru PELNI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com