BatamNow.com – Masyarakat pelanggan air minum di Batam tetiba saja kembali banyak yang meradang.
Itu dipicu aliran air minum Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Batam mati total ke sekitar 200 ribu pelanggan mulai Kamis (30/05/2024) pagi.
Peristiwa yang sudah berulang yang kerap menyusahkan masyarakat pelanggan.
Para warga pelanggan banyak kesal dan bahkan miris atas kinerja pengelola aliran air minum sebagai hajat hidup manusia ini.
Hingga Jumat (31/05/2024) siang kondisi air minum ke rumah warga belum mengalir meski, menurut pengelola SPAM PT Air Batam Hilir sudah rampung perbaikan kerusakan pada sistem arus listrik di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang.
Menurut Direktur Utama PT Air Batam Hulu (ABH) Mujiaman Sukirno ke BatamNow.com, perbaikan gangguan sistem kelistrikan di IPAM Duriangkang telah selesai dikerjakan, Jumat (31/05/2024) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.
Masalahnya adalah, terjadi short (korsleting/ hubungan arus pendek) di kabel 3×70 mm, cable incoming dari cubicle ke trafo intake di IPAM Duriangkang. “Sekarang full recovery,” kata Mujiaman.
Mujiaman juga menjelaskan bahwa gangguan kelistrikan di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Duriangkang bukan karena suplai listrik dari PLN.
Imbas matinya aliran air minum ini, ribuan komentar atau keluhan para pelanggan berseliweran di medsos dengan narasi yang agak keras seperti menghujat pemilik SPAM.
Beberapa contoh keluhan yang dikutip BatamNow.com dari akun medsos, antara lain:
“Ini mah se batam euy,” tulis akun dengan handle @aya********* di Instagram.
“Tulis aja ‘SELURUH BATAM’ kan lebih gampang,” komentar akun @mei*.
“Bilang aja seluruh batam,” tulis akun @adt**.
“Knp instalasi air kalian selalu mengorbankan rakyat,” keluh akun @def*.
“Selesainya jam 1 Malam, skrng udh jam 9 Lewat dah blum ada setetespun ngalir. Menarik,” komentar akun @iva****.
“Mati air dari abh gak ada merasa bersalah. Setidak nya kasih kompensasi lah. Tagihan air di diskon,” sindir akun @sis**_****.
Selain itu pantauan media ini masih banyak lagi keluhan mencuat di tengah masyarakat yang “menghujat” pengelola SPAM yang kurang pantas dimuat dalam tulisan ini.
“Narasi keluhan itu, wajar saja dan bukan sekali lagi terjadi. Matinya aliran air minum ke pelanggan bisa terus berulang, kasihan masyarakat, telat sehari membayar rekening air langsung didenda, bahkan meter air diputus sementara sebaliknya bila kesalahan fatal dari pengelola SPAM tak ada sanksi,“ kata Panahatan SH, Ketua DPP Kepri LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara. (red)

