BatamNow.com – Kepala BP Batam Muhamad Rudi begitu bangganya menjelaskan riwayat proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), dua minggu lalu di media.
Menurut Rudi proyek (dengan dana pinjaman luar negeri sebesar US$ 43 Juta) ini akan segera bisa dimanfaatkan masyarakat Batam.
Kata Rudi, pembangunan IPAL BP Batam (yang didanai Bank Exim Korea ini) sudah berjalan tiga tahun.
“Karena jika ingin membangun industri di Kota Batam, syaratnya adalah, kota ini harus bersih dan tersedia fasilitas pengelolaan limbah yang baik,” ucap Rudi saat meninjau IPAL di Bengkong Sadai, Jumat (29/01/2021).
Tapi tahukah Rudi, kalau sejumlah manhole cover atau penutup pintu lubang pipa sekunder IPAL telah raib di mana-mana, sebelum proyek ini difungsikan?
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar ketika dikonfirmasi minggu lalu, menjawab akan menindaklanjuti persoalan ini.
“Siap, akan dicek segera,” ujar Dendi.
Diduga sarat masalah proyek IPAL ini, ibarat benang kusut.
BatamNow.com akan mencoba membeber data dan fakta kusut masainya proyek ini dalam edisi berikutnya.(Panahatan)

