Ketua DPRD Kepri Gelar Istighosah dan Doa Bersama di Batam, Dihadiri Wamenag KH. Romo Syafi’i - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Ketua DPRD Kepri Gelar Istighosah dan Doa Bersama di Batam, Dihadiri Wamenag KH. Romo Syafi’i

18/Sep/2025 15:22
Ketua DPRD Kepri Gelar Istighosah dan Doa Bersama di Batam, Dihadiri Wamenag KH. Romo Syafi’i
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan akan menggelar Istighosah dan Doa Bersama dari Kepulauan Riau untuk Indonesia pada Minggu, 21 September 2025, di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Center.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum spiritual dalam memperkuat persatuan dan kedamaian bangsa.

Istiqosah dan Doa Bersama dari Kepulauan Riau, akan dihadiri oleh Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH. Romo. R. Muhammad Syafi’i.

Iman mengajak masyarakat Provinsi Kepri, khususnya warga Batam, untuk hadir dan berpartisipasi.

Ia menegaskan bahwa doa bersama ini merupakan ikhtiar spiritual yang lahir dari aspirasi masyarakat, mulai dari ulama, imam masjid, guru Al-Qur’an, hingga pengasuh pesantren.

“Ini menunjukkan betapa besar perhatian masyarakat kita, khususnya kalangan religius, terhadap kondisi bangsa,” ujar Iman.

Menurutnya, posisi strategis Kepri sebagai beranda depan NKRI berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan Laut Cina Selatan harus diimbangi dengan kekuatan sosial masyarakatnya.

Keunggulan terbesar Kepri, lanjut Iman, terletak pada kerukunan warganya yang beragam etnis, budaya, dan agama.

“Provinsi Kepri konsisten berada di tiga besar nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama. Bahkan tahun 2022 menempati peringkat pertama nasional dengan skor 85,78. Ini bukti bahwa keberagaman kita adalah sumber kekuatan, bukan kelemahan,” jelasnya.

Iman juga menekankan pentingnya doa bersama di tengah dinamika sosial-politik nasional yang kian menghangat. Doa, kata dia, bukan hanya ikhtiar spiritual, tetapi juga energi untuk memperkuat ikatan kebangsaan.

Baca Juga:  Mendikdasmen Serahkan Penghargaan ke BRK Syariah Sebagai Mitra Terbaik UMRI

“Apapun latar belakang kita, Melayu, Bugis, Jawa, Batak, Tionghoa, Minang, atau lainnya; apakah Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, atau Konghucu kita semua adalah satu Indonesia Raya,” tegasnya.

Iman mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk menjaga toleransi, memperkuat komunikasi, dan menolak segala bentuk provokasi.

“Dari Kepulauan Riau kita kirimkan pesan kepada bangsa Indonesia, kerukunan adalah modal pembangunan, persatuan adalah kunci kedaulatan, dan doa adalah energi spiritual yang menguatkan bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Istiqosah dan Doa Bersama dari Kepulauan Riau, Agus Yusuf mengungkapkan, Istiqosah dan Doa Bersama ini juga bagian dari merawat nilai-nilai toleransi, menjaga komunikasi yang baik, menghindari provokasi, serta memperkuat semangat gotong-royong.

Kata dia, jangan sampai perbedaan bisa dimanfaatkan untuk memecah belah. Sebaliknya, jadikanlah perbedaan itu sebagai mozaik indah yang memperkaya persaudaraan.

“Marilah kita jaga Kepri sebagai daerah yang damai, rukun, dan menjadi teladan bagi daerah lain. Semoga bangsa Indonesia semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin diberkahi Allah,” sambungnya.

Di sisi lainnya, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kepri sekaligus jg sebagai Pembina 2 kepanitiaan ini berharap agar agenda akbar ini dapat berjalan secara kondusif, ramai dan khidmat.

“Saya berharap Acara Akbar yang di inisiasi oleh Ketua DPRD dan didukung oleh seluruh elemen organisasi Islam ini dapat berjalan secara kondusif, ramai dan khidmat, sehingga Kepri khususnya dan Indonesia pada umumnya dapat menjadi Tentram, kondusif dan damai,” harapnya. (*)

Berita Sebelumnya

Uang Makan Minum dan Perjalanan Dinas Pemkab Bintan Rp 76 Miliar, Efisienkah?

Berita Selanjutnya

Alat Kesehatan Senilai Rp 20,5 Miliar di Dua RSUD Kepri Hilang, BPK Ungkap dalam LHP 2024

Berita Selanjutnya
Wagub Kepri Minta Inspektorat Audit Utang RSUD RAT, BPK Sebut Rp 30 Miliar Lebih

Alat Kesehatan Senilai Rp 20,5 Miliar di Dua RSUD Kepri Hilang, BPK Ungkap dalam LHP 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com