Mahasiswa Kepri Desak Anggota DPR Endipat Wijaya Minta Maaf Terbuka soal Donasi "Cuma Rp 10 Miliar" - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Mahasiswa Kepri Desak Anggota DPR Endipat Wijaya Minta Maaf Terbuka soal Donasi “Cuma Rp 10 Miliar”

by BATAM NOW
12/Des/2025 17:50
Mahasiswa Kepri Desak Anggota DPR Endipat Wijaya Minta Maaf Terbuka soal Donasi “Cuma Rp 10 Miliar”

Koordinator Gerakan Aliansi Mahasiswa Kepri, Ama Sina (tengah), menggelar konferensi pers di lobi Gedung DPRD Batam, Jumat (12/12/2025). (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com – Gerakan Aliansi Mahasiswa Kepulauan Riau (Kepri) mendesak anggota DPR RI Endipat Wijaya meminta maaf secara terbuka terkait pernyataannya menyinggung donasi “cuma Rp 10 miliar” untuk korban bencana Sumatera.

Ucapan anggota DPR Komisi I dari daerah pemilihan (Dapil) Kepri itu dilontarkan dalam RDP dengan mitra kerja. Ia meminta Kementerian Komunikasi dan Digital agar mengupayakan jangan sampai bantuan pemerintah kalah viral dari bantuan donasi Rp 10 miliar yang dikumpulkan relawan lewat seorang influencer.

Pernyataan  itu pun membuat publik di jagat nyata dan jagat maya bereaksi. Di Kota Batam, mahasiswa Kepri mendatangi Gedung DPRD dan menggelar konferensi pers menyikapi pernyataan Endipat Wijaya, pada Jumat (12/12/2025).

Menurut Gerakan Aliansi Mahasiswa Kepri, pernyatan Endipat mencederai semangat solidaritas rakyat Indonesia, dengan membandingkan donasi relawan dan bantuan pemerintah.

Mereka menilai ucapan tersebut menyinggung perasaan masyarakat Kepri dan Indonesia pada umumnya, terutama saat banyak relawan dan warga tengah menggalang bantuan untuk para korban.

“Kami sangat kecewa karena beliau tidak menunjukkan empati terhadap musibah besar yang terjadi di Sumatera. Ucapan itu mencederai semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia,” tegas Koordinator Gerakan Aliansi Mahasiswa Kepri, Ama Sina, di lobi Gedung DPRD Batam.

Aliansi mahasiswa ini menegaskan, meskipun donasi masyarakat tidak bernilai triliunan tetap adalah wujud ketulusan dan solidaritas. Sehingga seharusnya diapresiasi, bukan malah dibanding-bandingkan.

“Pernyataan tentang relawan yang sok serta meremehkan donasi masyarakat dengan menyebut ‘cuma Rp 10 miliar’ dibandingkan dengan bantuan negara yang sudah triliunan ke Sumatera ini sebenarnya tidak pantas atau tidak layak disampaikan wakil rakyat, karena melukai semangat solidaritas kemanusian yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang selama ini dirawat,” tegas Ama Sina.

Ia menyebut, pernyataan Endipat mencerminkan mentalitas politik feoadal. Berada di bawah partai penguasa, Endipat yang megneluarkan pernyataan kontroversial itu dinilai bisa merusak citra dan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang juga sebagai ketua umum Partai Gerindra.

“Kami juga menilai bahwa pernyataan itu mencerminkan mentalitas politik yang feodal karena dia sendiri dari partai penguasa hari ini, sehingga dengan sesuka hati saudara Endipat Wijaya berkomentar atau membandingkan angka donasi dengan bantuan negara,” jelasnya.

“Hal ini akan mempengaruhi masa kepempimpinan bapak Presiden Prabowo Subianto yang juga merupakan ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Padahal kita tahu betul, bagimana bapak Presiden sangat mencintai rakyatnya,” lanjut Ama Sina.

Ketimbang mengkomparasi nilai donasi publik dengan negara, ia menyarankan Endipat fokus pada pengawasan bantuan dan memastikan bahwa anggaran yang diberikan negara itu benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat yang terdampak bencana Sumatera.

Terhadap pernyataan Endipat, Gerakan Aliansi Mahasiswa Kepri menuntut:

  • Endipat Wijaya meminta maaf kepada relawan dan seluruh masyarakat Indonesia melalui konferensi pers secara terbuka.
  • Mendesak Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto untuk menegur sekeras-kerasnya Endipat Wijaya yang merupakan kader Partai Gerindra.
  • Meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) agar memberikan sanksi tegas berupa pemecatan atau penghentian sementara waktu sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan dan sanksi etik lainnya kepada Endipat Wijaya sesuai ketentuan dan mekanisme partai.
  • Mengimbau seluruh masyarakat Kepulauan Riau agar memberikan sanksi sosial kepada Endipat Wijaya karena tidak mempunyai rasa empati dan sensitivitas kemanusian terhadap korban bencana di Sumatera.
  • Mendesak Endipat Wijaya agar memperbaiki komunikasi publik yang dinilai sangat arogan terhadap rakyat Indonesia. (H)
Berita Sebelumnya

Osman Hasyim: BP Batam Super Body, Harus Dikontrol Masyarakat

Berita Selanjutnya

Touzen Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Perkara Laboratorium Narkoba di Apartemen Mewah Batam

Berita Selanjutnya
Touzen Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Perkara Laboratorium Narkoba di Apartemen Mewah Batam

Touzen Divonis Penjara Seumur Hidup dalam Perkara Laboratorium Narkoba di Apartemen Mewah Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com