BatamNow.com – Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto berjanji menindaklanjuti berbagai permasalahan pertanahan khusus yang dilaporkan LI-Tipikor termasuk sengkarut lahan di Batam, kata Nikodemus SH kepada BatamNow.com, Rabu (31/08/2022) malam.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPN LI-Tipikor dan Hukum Kinerja Aparatur Negara yang akrab dipanggil Niko ini bertemu dengan Hadi Tjahjanto di gedung kantor di Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Selasa (30/08).
Dalam pertemuan tersebut, Sekjen LI-Tipikor yang berkantor pusat di Jakarta itu melaporkan langsung berbagai permasalahan lahan (tanah) temuan-temuan di lapangan mulai dari Sumba, NTT, Kota Bitung-Sulut, DKI, Lampung, Jambi, Sumatera Barat dan Kota Batam-Kepulauan Riau.
Menurut Niko, Hadi merespons baik laporan itu sembari meminta LI-Tipikor ke depan dapat menjadi mitra dan membantu pihak Kementerian ATR/BPN dalam melaporkan temuan-temuan di lapangan. Temuan tentang kasus-kasus pertanahan yang dialami oleh warga masyarakat, sehingga mempercepat proses penanganannya oleh BPN.
Lalu bagaimana respons Menteri Hadi Tjahjanto atas laporan DPP LI-Tipikor Kepri termasuk kasus-kasus lahan di Batam?
Pak Menteri, ujar Niko, berjanji akan menindaklanjuti setiap hasil temuan/laporan dari pihak LI-Tipikor.
Bahkan, tambahnya lagi, Hadi Tjahjanto juga sangat mengharapkan bahwa apa yang ia laporkan sudah melalui verifikasi sehingga validitas data pada lampiran benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sehingga mempermudah tindak lanjut dari pihak BPN. “Termasuk dari Kota Batam,” katanya.
Niko menambahkan, “Yang pasti, bahwa pak Menteri sudah meminta Sekretaris Jenderal Kementerian ATR dan para Dirjen yang mendampingi pak Menteri saat rapat untuk segera menindaklanjuti dan berkomunikasi dengan kita tentang data-data dan ha-hal apalagi yang dibutuhkan dalam setiap masalah pertanahan”.
Sementara Ketua DPP LI-Tipikor Kepri, Panahatan SH menyambut baik pertemuan Sekjennya dengan Menteri ATR/BPN.
DPP LI-Tipikor Kepri, kata Panahatan SH, akan menjalankan pengkoordinasian dari kantor pusatnya.
“Khusus di pusaran sengkarut lahan di Batam dan Kepri sudah kami laporkan ke Jakarta dan kami lakukan validasi atas temuan-temuan di lapangan,” ujarnya.
Data-data apa di balik permasalahan lahan di Batam yang dilaporkan langsung ke kementerian lewat Sekjen LI-Tipikor?
“Ada beberapa yang bersifat urgen dan belum bisa kami buka ke publik dan itu sudah ranah kementerian,” jawab Panahatan
Dan ia tambahkan, “jika kementerian meminta kami melengkapi lagi data-data akan kami lengkapi lagi”.
Diberitakan BatamNow.com pada Rabu (31/08), sejumlah permasalahan pertanahan dilaporkan termasuk di sengkarut lahan di Batam di laporkan di pertemuan itu. (D)

