BatamNow.com, Jakarta – Potensi besar yang dimiliki Natuna, Kepulauan Riau, mendorong Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono berhasrat mendorong daerah tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan.
“Wilayah Kepulauan Natuna berpotensi untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan. Tidak hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah, di wilayah itu juga sudah ada infrastruktur penunjang seperti Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang berlokasi di Selat Lampa,” urai Menteri KP di Jakarta, Kamis (18/11/2021).
Dia menjelaskan, potensi besar itu terletak pada subsektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya yang menunjang untuk dijadikan sebagai KEK. “Menurut saya, kawasan ini bisa menjadi KEK Kelautan. Saya kira itu penting, karena saat ini orientasi (pengembangannya) ke laut,” tambah Wahyu Trenggono lagi.
Di sisi lain, Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP Teguh Samudro menyatakan, Natuna merupakan kawasan perbatasan yang sangat strategis dan memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang harus dijaga kelestariannya. Apalagi, daerah tersebut berbatasan langsung dengan negara luar.
“KKP terus terus memperkuat layanan dan pengawasan karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran di wilayah perbatasan seperti Natuna. Penguatan pengawasan tersebut dilakukan dengan memperkuat sinergi bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna, Bea Cukai, Ditjen Perikanan Tangkap (PJ SKPT Natuna), Pos PSDKP Natuna,” terangnya dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (18/11).
Dirinya berharap melalui sinergi yang kuat, tersebut, masyarakat–terutama para nelayan, semakin terlayani dengan baik dan menutup celah terjadinya penyelundupan dari Natuna. (RN)

