BatamNow.com – Kementerian Transmigrasi memiliki hak pengelolaan sekitar 350 hektare lahan di kawasan Galang, Batam, yang disiapkan untuk pengembangan kegiatan ekonomi.
Sekitar separuh lahan tersebut diminati investor untuk pembangunan galangan kapal (shipyard).
Hal itu disampaikan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia.
Iftitah mengatakan bahwa Batam, Rempang dan Galang menjadi salah satu kawasan yang diprioritaskan pemerintah melalui program Transmigrasi Patriot karena memiliki potensi ekonomi besar dan posisi geografis yang strategis.
“Kami fokus di Batam, Rempang dan Galang,” kata Iftitah, dikutip CNBC Indonesia.
Menurutnya, kawasan tersebut telah menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Namun, pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Persoalannya sekarang adalah bagaimana agar investasi yang masuk ke Batam, Rempang dan Galang itu juga ikut memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal setempat,” ujarnya.
Separuh Lahan untuk Shipyard
Iftitah mengungkapkan, dari sekitar 350 hektare lahan yang dikelola Kementerian Transmigrasi, investor berminat memanfaatkan sekitar separuhnya untuk pembangunan shipyard.
Nilai investasi proyek tersebut disebut mencapai triliunan rupiah.
Proyek itu diproyeksikan menyerap menyerap sekitar 3.000 pekerja pada tahap konstruksi, dengan potensi penyerapan hingga 21.000 tenaga kerja secara keseluruhan.
Dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi
Iftitah menilai pemanfaatan lahan melalui pendekatan kawasan ekonomi terintegrasi akan memberikan manfaat lebih besar dibandingkan apabila lahan hanya dibagi-bagikan kepada masyarakat.
Ia mencontohkan, lahan 150 hektare yang dibagi masing-masing dua hektare hanya akan mencakup sekitar 75 kepala keluarga.
Sebaliknya, melalui pengembangan kawasan ekonomi yang lebih komprehensif, lahan tersebut dinilai dapat memberikan manfaat ekonomi kepada puluhan ribu orang.
“Tanah 150 hektare bisa insya Allah nanti berguna untuk menghidupi sekitar 21.000 jiwa,” jelasnya.
SDM Jadi Perhatian
Iftitah menegaskan keberlanjutan kawasan ekonomi tidak hanya bergantung pada investasi dan pembangunan infrastruktur.
Ketersediaan sumber daya manusia yang unggul juga menjadi faktor penting. “Kalau mau sustain itu harus ada SDM-SDM unggulnya,” tuturnya.
Rencana shipyard tersebut menjadi salah satu perkembangan baru dalam pemanfaatan kawasan Galang dan sekitarnya.
Kawasan Rempang-Galang sebelumnya juga masuk dalam rencana pengembangan Rempang Eco-City, yang mencakup fungsi industri/manufaktur, permukiman, perdagangan dan jasa, pariwisata serta infrastruktur pendukung.
Karena itu, katanya, status lahan 350 hektare tersebut dan kesesuaiannya dengan rencana tata ruang kawasan perlu diperjelas, termasuk lokasi persis lahan, dasar hak pengelolaan, investor yang berminat serta tahapan pembangunan shipyard.
Iftitah mengatakan pemerintah menyiapkan sejumlah wilayah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program Transmigrasi Patriot.
Ia tambahkan, pemerintah memprioritaskan wilayah yang memiliki potensi ekonomi besar dan dapat memberikan hasil dalam waktu relatif cepat. Salah satunya adalah kawasan Batam, Rempang dan Galang. (*/Red)
Sumber: CNBC Indonesia

