BatamNow.com – Merek jalan layang “Flyover Sungai Ladi” akhirnya dipasang menyusul pengumuman perubahan nama itu oleh Kepala BP Batam, Muhammad Rudi pada Kamis, 2 Januari 2025.
Pantauan langsung di lapangan, Senin (06/01/2025) merek jembatan layang itu sudah terpampang di posisi yang sama dekat tugu peresmian sebelumya.
Dan yang pasti merek “Flyover Laksamana Ladi” sebelumnya, pun “terbuang”.
Selain itu marmer hitam di atas tugu sebagai media atau alas pertanda peresmian dan pencatatan nama jalan layang serta nama Kepala BP Batam, Muhammad Rudi serta tanda tangannya tak terlihat lagi di sana karena sudah kopek.

Batam. (F: BatamNow)
Tugu itu kini kosong tanpa marmer alas pertanda peresmian sebagaimana sebelumnya.
Belum didapat jawaban apakah pertanda di tugu itu akan kosong untuk seterusnya atau akan dibuatkan lagi dengan satu seremoni peresmian merek Flyover Sungai Ladi.
Kepala Biro Humas BP Batam, Ariastuty Sirait belum menjawab beberapa konfirmasi BatamNow.com terkait perubahan merek jalan layang pada proyek berbiaya Rp 132 miliar itu.
Diberitakan sebelumnya pemasangan merek Laksamana Ladi mendapat penolakan keras dari masyarakat, tokoh, sejarawan, budayawan terlebih dari Lambaga Adat Melayu (LAM).

Suara penolakan begitu ramai di media sosial dan media pers.
Penolakan karena Laksamana Ladi yang diklaim sebagai seorang bangsawan atau pahlawan perang pada era Kerajaan Melayu Riau-Lingga, tak ada dalam literasi atau manuskrip sejarah Melayu, Riau.

Akhirnya Muhammad Rudi, mengubah nama atau merek jembatan itu menjadi Flyover Sungai Ladi dan kini sudah terpasang. (A)

