:batamnow:-DALAM satu pengumuman pemadaman bergilir yang dirilis pihak Bright PLN Batam di beberapa media, terdapat satu seruan yang mungkin bisa jadi menyakitkan hati para konsumen.
Pengumuan kepada masyarakat tentang pemadaman bergilir listrik di Batam, pada Rabu 24 April 2019.
Menyakitkan karena seruan itu bisa dibilang kurang etis. Di saat konsumen listrik sedang terusik kenyamanannya akibat “ulah” pihak PLN sendiri.
Ulah pemadaman bergilir sepihak yang tak menganggu pelanggannya. Dan bahkan sudah pada tingkat meresahkan.
Bagi konsumen pemadaman bergilir itu tak ada pilihan lain kecuali harus menerima saja apa yang terjadi meski rada kesal.
Ini berpengaruh terhadap psikologi pelanggannya di rumah, di kantor dan di perusahaan tempatnya bekerja.
Mereka tak bisa berkata apa karena PLN sebagai pemilik jaringan distribusi setrum memang memonopoli.
“BAYARLAH REKENING ANDA DI AWAL BULAN AGAR TIDAK DIKENAKAN SANKSI PEMUTUSAN”. Ini yang tertulis di bawah rilis pengumuman itu.
“Begitu menyakitkan rasanya bagi pelanggan Bright listrik, bila membaca seruan seperti tertulis di atas,” kata Jhonny pemilik ruko kedai di Pasir Putih itu.
Apalagi, kata dia, bagi yang rumah atau perusahaannya sedang terkena giliran padam.
Menurut beberapa pelanggan, begitu membaca narasi pemadaman bergilir itu, frasa di kata akhir kalimat itulah yang membuat miris. “TAK BAYAR, DIKENAKAN SANKSI PEMUTUSAN.”
“Alamakkk, kalimat yang bernada ancaman, sebenarnya sangat tidak etis,” tegasnya.
Jhon mengatakan, masyarakat pelanggan PLN beda dengan pelanggan produk lain.
Negara lewat UUD menjamin ketersediaan penerangan listrik bagi warganya. Masyarakat berHAK mendapat itu. Masalah listrik itu soal kedaulatan rakyat.
Jadi mereka meminta agar pihak PLN Batam tidak membangun narasi-narasi yang menyakitkan hati rakyat. Apalagi sedang ditimpakan pemadaman bergilir itu.
“Listrik sudah padam, muncul lagi diksi yang menganggu kenyamanan,” kata Nadeak warga Tanjung Uncang.
Di satu sisi, masyarakat pelanggan PLN sudah menjalankan kewajibannya. Tapi di sisi lain PLN gagal memenuhi HAK warga negara.
Masih sering terjadi pemadaman setrum PLN itu. “Ini keterlaluan. Apa tidak malu. Mereka ydigaji rakyat loh,” ujar Sobirin warga Tembesi.
“Soal pemadaman bergilir itu, kita paham dan bisa saja terjadi. Tapi jangan keterlaluan seperti listrik PLN Batam ini,” kata Rajak di perumahan Putra Jaya, Tanjung Uncang. (Red-1)

