BatamNow.com – Direktur Badan Usaha (BU) Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam definitif resmi dijabat Kolonel Laut (K) dr. Tanto Budiharto, SpJP, FIHA, MARS.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad melantik dr. Tanto pada hari ini, Selasa (01/07/2025).
Ia menggantikan Drs. Asep Lili Holilulloh, MM yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur.
Dengan penuh semangat, para karyawan dan karyawati RSBP Batam menyampaikan harapan mereka kepada Direktur RSBP Batam yang baru.
Sejumlah pernyataan pegawai di RSBP yang dihimpun BatamNow.com pasca pelantikan, disampaikan dengan penuh hormat dan optimisme.
Mereka menggarisbawahi tiga hal utama yang menjadi aspirasi bersama dalam menyambut kepemimpinan baru di rumah sakit tertua di Kota Batam tersebut.

Inilah sejumlah harapan para pegawai di RSBP yang terangkum BatamNow.com pasca pelantikan direktur definitif.
Kepemimpinan yang Objektif dan Berintegritas
Harapan utama yang mengemuka adalah agar sang Direktur yang baru dapat menjadi pemimpin yang tidak hanya tegas dan adil, tetapi juga berani bersuara lantang menyampaikan kondisi nyata RSBP kepada para pengambil kebijakan di lingkungan BP Batam.
Mereka menekankan pentingnya keberanian dalam menyuarakan kebenaran, terutama menyangkut dinamika yang selama ini berkembang—baik berupa isu maupun persepsi yang tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di lapangan.
Para karyawan menyatakan bahwa terlepas dari berbagai pandangan miring, pelayanan di RSBP Batam telah menunjukkan perkembangan signifikan menuju arah yang lebih profesional dan berorientasi mutu.
Untuk itu, mereka berharap kesinambungan terhadap program-program serta inisiatif baik yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya tetap dijaga, agar tidak terputus hanya karena adanya perubahan dalam struktur kepemimpinan.
Kolaborasi Strategis yang Luas dan Terbuka
Selain itu, muncul pula harapan agar Direktur baru memiliki visi yang kuat dalam membangun kolaborasi lintas sektor. Kolaborasi ini tidak hanya terbatas di lingkup internal BP Batam, tetapi juga dengan berbagai pihak di tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Sinergi dengan para pemangku kepentingan dinilai penting untuk mendorong pengembangan layanan kesehatan, pendidikan, serta peningkatan mutu pelayanan secara menyeluruh dan terintegrasi.
Menurut mereka, kemitraan strategis yang dibangun secara profesional akan membuka ruang bagi transformasi layanan RSBP, baik dalam aspek sumber daya manusia maupun infrastruktur pendukung pelayanan kesehatan.
Menjaga Jati Diri dan Fungsi Sosial RSBP Batam
Poin yang tak kalah penting dari aspirasi kolektif ini adalah tentang jati diri dan fungsi sosial rumah sakit.
Sebagai institusi kesehatan pertama yang berdiri di Batam, RSBP dinilai memiliki nilai historis sekaligus tanggung jawab moral yang besar terhadap masyarakat.
Para karyawan berharap agar Direktur yang baru tidak membawa RSBP semata-mata menjadi institusi yang berorientasi profit, namun tetap setia pada roh pendiriannya: memberikan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Dalam suasana kompetisi rumah sakit yang kian sengit, mereka menegaskan bahwa kekuatan utama RSBP bukan pada komersialisasi layanan, tetapi justru pada dedikasi sosial, integritas dalam melayani, serta orientasi yang kuat pada nilai-nilai kemanusiaan.
Dengan menyampaikan harapan ini secara terbuka, para karyawan dan karyawati RSBP Batam ingin menunjukkan bahwa mereka siap berjalan bersama Direktur baru untuk membawa rumah sakit ini semakin maju.
Bukan sekadar sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai lembaga pelayanan publik yang tetap berpihak kepada rakyat, dalam semangat profesionalisme dan nilai-nilai kemanusiaan yang tak lekang oleh waktu. (A)

