BatamNow.com – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) meminta agar jangan ada lagi pihak-pihak menimbulkan kegaduhan di Pulau Rempang, seperti upaya pematokan tanah di Kampung Sembulang Hulu pada hari ini, Senin (08/07/2024).
“Ya kerjaan mereka kan kalau nggak memasang patok, menakut-nakuti warga. Ya udahlah berubahlah kelakuan gitu,” pinta Direktur Eksekutif Daerah Walhi Riau, Boy Jerry Even Sembiring.
Boy mengingatkan, tugas Negara maupun lembaga yang merepresentasikan Negara bukanlah menebar ketakutan bagi warga.
“Seharusnya tugas negara itu kan 2 pada pokoknya. Pertama dia hadir untuk melindungi tumpah darah bangsanya. Yang kedua, dia hadir untuk mensejahterakan tumpah darah bangsanya bukan menyebar ketakutan,” jelasnya.

Baginya, bila ada lembaga Negara yang menyebar ketakutan kepada warga hanya akan menggambarkan wajah penjajah yang tidak peduli pada rakyat sesungguhnya.
“Jadi kembalilah berubah dengan muka yang merepresentasikan negara,” ajak Boy.
Diberitakan media ini, situasi di Pulau Rempang memanas kembali karena ada pihak tertentu mengaku disuruh merangsek dan memasang patok diduga untuk pengukuran tanah di Kampung Sembulang Hulu pada Senin (08/07).
“Hari ini, siang tadi, dia tadi yang saya lihat tadi ada 2 mobil,” kata Wadi kepada BatamNow.com, Senin (08/07) sore.
Akhirnya warga pun meminta agar kedua mobil dikendarai beberapa orang pemasang patok berpakaian bebas itu untuk pulang.
“Ada patok dicabut, diambil warga untuk bukti. Warga sudah ramai, warga menyuruh balik, kita menghindari anarkis, maka disuruh balik,” kata Wadi.
Ia pun menyesalkan karena kedatangan pihak tak dikenal itu tanpa pemberitahuan kepada RT maupun RW. Apalagi, pemasangan patok sudah diasosiasikan warga sebagai ancaman yang akan menggusur mereka dari kampung halamannya.
Disebut-sebut, pihak pemasang patok itu mengaku mendapatkan perintah dari BP Batam. Namun Kabiro Humas BP Batam Ariastuty Sirait bungkam ketika dikonfirmasi BatamNow.com, Senin (08/07). (D)

