BatamNow.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional adalah investasi, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang hanya berkontribusi sebesar 15 persen. Oleh karena itu, Presiden meminta agar jajaran Polri turut mengawal investasi hingga bisa menetas dan direalisasikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Candi Ballroom, Hotel The Apurva Kempinski, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Jumat, 3 Desember 2021.
“Investasi yang sudah ada, investasi yang baru berproses, maupun investasi yang baru datang, jaga. Saya sudah titip juga ke Kapolri, Kapolda yang tidak bisa menjaga diperingatkan, sulit tidak bisa mengawal, tidak bisa menyelesaikan yang berkaitan dengan agenda besar negara kita, maaf saya keras, ngomong keras, tidak bisa, diganti,” tegasnya.
Selain mengawal investasi, Jokowi juga mengingatkan Polri agar tidak sampai hilang kewibawaan.
Jokowi mengaku, sudah lama sekali ingin menyampaikan hal tersebut, khususnya kepada para Kapolda dan Kapolres. Dia mengetahui, ada pejabat Polri yang mendatangi sesepuh ormas, padahal ormas tersebut kerap mengganggu keamanan.
Ia pun mempertanyakan hal itu. Jokowi tidak menyebut pejabat Polri yang dimaksud. Namun, dia mengatakan, pejabat Polri yang sowan ke petinggi ormas itu mengaku bahwa sowan adalah salah satu upaya menjaga kondusifitas.
“Tapi apakah cara itu betul?” kata Jokowi.
Itu sebabnya, Jokowi meminta tidak ada lagi petinggi Polri mendatangi sesepuh ormas pelanggar hukum. Jokowi mengatakan, kewibawaan Polri harus dijaga sebab menurut survei yang dia dapat, Polri ada di urutan ketiga sebagai lembaga paling dipercaya setelah TNI dan Presiden.
Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo. (*)
