PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur

23/Apr/2023 22:40
Ilustrasi. Gugusan Pulau Batam-Rempang-Galang. (F: Google Earth/ Diolah)

BatamNow.com – Warga Pulau Rempang, Kota Batam, kini seperti gusar ihwal PT Makmur Elok Graha (MEG) akan mengelola pulau itu.

Hal itu disampaikan Gerisman Achmad, tatkala ditemui wartawan BatamNow.com di rumahnya, Jumat (21/04/2023). Ia adalah salah satu tokoh masyarakat Rempang.

Dari penjelasan mantan Kepala Desa Sijantung, Galang, Kota Batam tahun 1999 – 2003 itu sepertinya warga di Pulau Rempang, kini, “dihantui” isu relokasi di balik rencana anak perusahaan grup Artha Graha itu mengembangkan pulau tersebut.

“Pada prinsipnya, warga tidak keberatan dengan rencana PT MEG mengembangkan Pulau Rempang sebagai kawasan ekonomi baru di Kota Batam,” kata Gerisman di awal penjelasannya.

Namun satu hal, katanya, jangan sampai terjadi relokasi terhadap warga dan kampung tempat lahir mereka yang dihuni turun temurun. “Penghinaan sangat besar jika kampung dan warga kami sampai digusur,” katanya.

Ia pun menjelaskan beberapa isyarat saat ditanya kemungkinan relokasi itu.

Jauh hari, ujar Gerisman, tanda-tanda akan relokasi itu sudah tercium sebelum peluncuran program pengembangan Pulau Rempang oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta. Pihak BP Batam dalam beberapa momen telah menyampaikan ke warga akan kehadiran PT MEG di Pulau Rempang.

Bahkan Wali Kota Batam ex-officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) telah mewanti-wanti warga akan masuknya PT MEG.

Peluncuran (Launching) Program Pengembangan Pulau Rempang di Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (12/04/2023). (F: Dok. BP Batam)

Namun dalam setiap forum pertemuan, katanya, narasi atau pesan yang digambarkan pihak BP Batam tak begitu konkret tentang kepastian nasib warga, kelak, begitu PT MEG mengelola pulau itu.

“Intinya, kami warga tempatan di sini keberatan jika sampai ada niat melakukan penggusuran kampung kami,” Gerisman Ahmad menegaskan.

Baca Juga:  Jalan Panjang PT Makmur Elok Graha (MEG) di Rempang-Galang

Syamsul Rizal dipanggil Rizal yang ditemui di tempat terpisah, pun senada dengan Gerisman.

Diwawancarai wartawan media ini di kediamannya di Kertang dekat Jembatan IV, Rempang pada Jumat (21/04).

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Rempang Cate itu secara tegas menolak keras jika ada rencana merelokasi warga dan kampungnya atas hadirnya PT MEG.

Ia mendukung jika Pulau Rempang dikembangkan oleh BP Batam maupun PT MEG menjadi kawasan kekuatan ekonomi baru di Batam.

Sebab, menurutnya, akan memberi dampak positif akan kemajuan warga di sana.

Namun ia mengingatkan, kehadiran PT MEG di Rempang jangan sampai mengusik keberadaan warga dengan kampungnya yang sudah dimukimi turun-temurun. “Kami dukung lahan-lahan kosong dikembangkan, asal bukan kampung kami,” ucapnya seperti mengingatkan dini.

Baca Halaman Selanjutnya “Lahan Rempang Beralih Status dari APL ke HPL”

Page 1 of 3
123Next
SendShare

Comments 2

  1. Asep hidayat says:
    3 tahun ago

    Apakah masyarak kecil akan selalu ditindas?
    Dimanakah peran negara dalam hal ini?
    Keuntungan bagi pihak investor tidak sepadan dengan penderitaan kami!!

    Balas
  2. Aminudin aminunun says:
    3 tahun ago

    nasip petani dan peternak iya ,petani dan peternak juga turut berkontribusi dalam hal ketahanan pangan selama belasan tahun,mereka juga mati matian memperjuangkan hidup untuk keluarganya,apakah kalian akan usir mereka seperti kodok atau kadal,mereka rakyat indonesia yg memilih pemimpin yg saat ini aktif,tp alangkah d sayangkan,pemimpin yg d pilih lupa dg janji manisnya,di ibaratkan seorang bapak yg kedatangan tamu dan menyuguhi makanan dan minuman,sementara anak anaknya ia biarkan menatap suguhan tamu tsb dg menetes kan air mata krn perut kosong
    spt itu adanya bila petani peternak RELANG yerdampak pembangunan,bila pemerintah tanpa memikirkan sumber daya hidup dan tempat tinggal mereka

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com