PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur

23/Apr/2023 22:40
Ilustrasi. Gugusan Pulau Batam-Rempang-Galang. (F: Google Earth/ Diolah)

Khawatir Sulit Beradaptasi Jika Direlokasi

Ia mengakui umumnya profesi atau kegiatan sehari-hari warga adalah nelayan, sehingga lebih banyak bermukim di pinggir pantai.

Itu juga salah satu kekhawatiran Gerisman, jika sampai kampung dan warga direlokasi.

Kelak, katanya, adaptasi kehidupan sehari-hari mereka akan menemui kendala di tempat baru dengan suasana baru apalagi lapak laut yang baru sebagai titik tangkapan ikan nelayan.

Sudah banyak contoh, ujarnya. Misal, warga dari kampung A direlokasi ke kampung X. Lapak laut tangkapan ikan masing-masing nelayan sudah punya area sendiri-sendiri sejak dulu lalu warga pendatang baru akan kesulitan mencari ikan di laut.

“Kami kan melautnya tak jauh-jauh seperti nelayan di pulau lain di Indonesia , jadi kalau direlokasi akan menyulitkan kehidupan warga,” kata Rizal.

Soal yang dikemukakan Gerisman dan Rizal hanya salah satu contoh kecil saja. “Belum lagi soal sejarah panjang hubungan sosial kekerabatan sesama mereka di 16 kampung yang menyatu dengan alam di sana,” kata Gerisman.

Bagaimanapun banyak konsekuensi dalam kehidupan mereka, jika kelak terjadi relokasi warga, maka mereka menolak jika rencana itu ada.

Baca Juga:  Jalan Panjang PT Makmur Elok Graha (MEG) di Rempang-Galang

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk, menurut Gerisman dan Rizal, masyarakat bersama para tokoh masyarakat di Pulau Rempang akan mengadakan pertemuan dalam waktu dekat sempena halalbihalal. Tujuannya untuk menyamakan visi dan menentukan sikap mereka untuk tidak direlokasi.

Bahkan menurut Rizal, pasca pertemuan nanti, sejumlah masyarakat Pulau Rempang akan berupaya menemui Menkopolhukam Mahfud MD, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto dan kemungkinan menteri terkait lainnya menyampaikan aspirasi mereka.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri), Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni (tengah) dan Kepala BP Batam Muhammad Rudi (kanan). (F: Dok. BP Batam)

Sebagaimana ramai diberitakan, peluncuran program Pulau Rempang sebagai pengembahan perekonomian baru di Batam digelar di Sekretariat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (12/04).

PT MEG kembali ke Rempang setelah hampir 18 tahun sempat tertunda.

Peluncuran program itu sekaligus penyerahan SK HPL kawasan Rempang oleh Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni kepada Kepala BP Batam Muhammad Rudi, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto.

Menurut Rudi, BP Batam bakal menjadikan Pulau Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth dengan konsep “Green and Sustainable City”. Katanya, target investasi di pulau itu mencapai Rp 381 triliun dan akan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 306 ribu orang. (tim)

Page 3 of 3
Prev123
SendShare

Comments 2

  1. Asep hidayat says:
    3 tahun ago

    Apakah masyarak kecil akan selalu ditindas?
    Dimanakah peran negara dalam hal ini?
    Keuntungan bagi pihak investor tidak sepadan dengan penderitaan kami!!

    Balas
  2. Aminudin aminunun says:
    3 tahun ago

    nasip petani dan peternak iya ,petani dan peternak juga turut berkontribusi dalam hal ketahanan pangan selama belasan tahun,mereka juga mati matian memperjuangkan hidup untuk keluarganya,apakah kalian akan usir mereka seperti kodok atau kadal,mereka rakyat indonesia yg memilih pemimpin yg saat ini aktif,tp alangkah d sayangkan,pemimpin yg d pilih lupa dg janji manisnya,di ibaratkan seorang bapak yg kedatangan tamu dan menyuguhi makanan dan minuman,sementara anak anaknya ia biarkan menatap suguhan tamu tsb dg menetes kan air mata krn perut kosong
    spt itu adanya bila petani peternak RELANG yerdampak pembangunan,bila pemerintah tanpa memikirkan sumber daya hidup dan tempat tinggal mereka

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com