BatamNow.com – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batam mengalami kelangkaan Pertamax RON 92 maupun Pertamax Turbo.
Pantauan BatamNow.com di beberapa SPBU di wilayah Batam Kota hingga wilayah Lubuk Baja, sedang tidak tersedia bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi itu. Misalnya di SPBU Sukajadi, SPBU BBC, dan SPBU COCO Sungai Ladi.
Beberapa petugas SPBU yang ditanyai oleh media ini, belum mengetahui kapan Pertamax series kembali tersedia.
“Lagi kosong, belum tahu kapan masuknya,” kata mereka.
Dikonfirmasi terkait hal ini, Sales Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau (Kepri), Bagus Handoko mengatakan sedang ada gangguan rantai pasok (supply chain) yang terdampak dari habisnya kuota impor SPBU swasta.
“Terjadi gangguan supply chain nasional dampak dari habisnya kuota import SPBU swasta (beralih 100% ke SPBU Pertamina). Namun secara bertahap akan membaik,” kata Bagus kepada BatamNow.com melalui pesan di WhatsApp, Sabtu (25/10/2025).
Sementara untuk BBM jenis Pertamax Turbo saat ini sedang pemantauan dan evaluasi kemajuan yang dicapai selama proses pemulihan dari kesulitan atau masalah.
“Turbo sudah progress recovery, harusnya per kemarin 24 Oktober sudah normal. Kendala ada di Pertamax (kita salurkan di 75% alokasi normal),” jelasnya.
Kata Bagus, untuk BBM jenis Pertalite tidak terjadi kekosongan.
Sementara suplai BBM jenis Pertamax diperkirakan akan kembali normal mulai 29 Oktober 2025.
“Namun kita pastikan stok Pertalite tidak terjadi kekosongan. Proyeksi kita Pertamax akan kembali normal pasca tanggal 29 Oktober,” ujar Bagus.
“Saat ini bertahap sudah membaik, kami confident masuk periode Satgas Natal dan Tahun baru sudah sangat normal,” sambungnya.
Apakah kelangkaan ini hanya terjadi di wilayah Batam saja, atau juga terjadi di kabupaten/kota yang ada di wilayah Kepri?
“Ini isu nasional, memang wilayah Regional Bagian Utara sedikit lebih terdampak karena dominasi produknya dari import,” jawab Bagus.
Bagus, selaku Sales Manager Pertamina Patra Niaga Kepri, meminta maaf terhadap pelanggan Pertamax dan Pertamax Turbo atas ganguan tersebut.
“Secara umum atas ketidaknyamanan ini kami minta maaf kepada customer Pertamax dan Pertamax Turbo di luar jangkauan kami di Sales Area Kepri. Namun best effort kita dorong percepatan recovery,” jelas Bagus. (A)

