Studi Sebut Vaksin Plus Infeksi Covid Bikin Kebal 8 Bulan - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Studi Sebut Vaksin Plus Infeksi Covid Bikin Kebal 8 Bulan

by BATAM NOW
10/Apr/2022 17:27
bright PLN Batam Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19

bright PLN Batam kembali melaksanakan vaksinasi bagi keluarga pegawai dan tenaga alih daya pada Sabtu, (07/08/2021) mulai pukul 08.00 hingga 14.00 di Kantor Korporat bright PLN Batam. (F: PLN Batam)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Terinfeksi Covid-19 setelah vaksinasi atau sebaliknya dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga seseorang lebih mampu melawan varian baru. Hal ini terungkap setelah adanya temuan terbaru dari para peneliti di Brazil, Swedia, dan Inggris.

Dilansir CNBC Indonesia, tiga studi tersebut juga menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 membuat seseorang lebih banyak mendapatkan manfaat jangka panjang dari vaksinasi, karena kekebalan ‘hibrida’ yang disebabkan oleh vaksinasi dan infeksi virus akan memberikan perlindungan yang sangat efektif terhadap penyakit simtomatik selama 6 hingga 8 bulan setelah vaksinasi.

Selain itu, orang yang sebelumnya telah terinfeksi SARS-CoV-2 dan kemudian menerima satu dosis vaksin akan cenderung memiliki 45% kemungkinan terinfeksi Covid kembali. Sedangkan vaksin dua dosis mencegah sebanyak 65% dari infeksi

Setelah temuan ini, para peneliti Epidemiolog Victoria Hall di UK Health Security Agency di London melakukan penelitian lanjutan.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa infeksi yang sebelumnya dapat mencegah lebih dari 80% virus Corona akan berkurang menjadi sekitar 70% setelah satu tahun semenjak terpapar virus.

Baca Juga:  SIM Mati Sewaktu Lebaran, Ada Dispensasi Perpanjangan Hingga 17 Mei

Ahli virus di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Dan Barouch mengatakan bahwa ketiga penelitian tersebut menggunakan data yang dikumpulkan sebelum varian Omicron muncul.

Dia pun mengimbau bahwa infeksi masa lalu akan memberikan perlindungan yang tidak sempurna terhadap strain baru yang muncul.

Hal ini didukung oleh Dan Kelly, ahli epidemiologi penyakit menular di University of California, yang mengatakan bahwa omicron sangat berbeda dari strain yang dianalisis dalam penelitian, sehingga temuannya mungkin tidak berlaku untuk orang yang terinfeksi omicron setelah divaksinasi. (*)

Berita Sebelumnya

Dorong Pembayaran THR 100 Persen, Anggota DPR: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Lagi Jadi Alasan

Berita Selanjutnya

Jokowi: Jangan Ada Lagi Spekulasi Presiden Tiga Periode

Berita Selanjutnya
Geram Ada Kementerian Masih Pakai Produk Impor, Jokowi: Reshuffle! Kayak Begini Enggak Bisa Jalan

Jokowi: Jangan Ada Lagi Spekulasi Presiden Tiga Periode

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2026 BatamNow.com