Terminal Kuno di Kawasan Pelabuhan Bebas nan Modern - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini
No Result
View All Result
BatamNow.com

Terminal Kuno di Kawasan Pelabuhan Bebas nan Modern

23/Des/2019 14:49
Terminal Kuno di Kawasan Pelabuhan Bebas nan Modern

Kondisi pelabuhan Batu Ampar di Batam yang bercampur baur dengan bongkar muat kargo dan kontainer. (tribunnews.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

TERMINAL penumpang yang darurat, bekas gudang kargo yang usang, itulah disulap menjadi ”terminal” penumpang kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) di Batam. Selain gudang bekas yang pengap dan kotor, kondisi areal terminal itu pun menyemak. Itu yang dulu dipakai di kawasan Pelabuhan Sekupang.

Pelabuhan itu sebenarnya dermaga kapal kargo. Tapi karena belum ada terminal kapal penumpang Pelni, maka baik terminal maupun dermaganya masih menumpang di sana.

Demikian juga di pelabuhan laut Batu Ampar. Kondisi dengan di Sekupang tak jauh beda. Terminal penumpang serba darurat. Kadang pakai teratak di saat musim liburan. Terminal keberangkatan dan kedatangan di sana bekas gudang dan kantor Badan Pengelolaan Laut. Kondisinya pun tak laik bagi penumpang. Sempit dan pengap.

Pelataran dermaganya ketika penumpang naik-turun dari dan ke kapal campur baur dengan hiruk-pikuk aktifitas bongkar muat kargo dan kontainer.

Mau naik menapaki tangga kapal harus berdesakan. Saat antri pun demikian. Namanya pun pelabuhan darurat.

Itulah kondisi terminal penumpang laut yang ada di Batam. Sangat darurat dan kuno. Beda dengan terminal penumpang laut di beberapa pelabuhan besar di Nusantara. Semuanya serba modern.

Standar kualitas keamanan dan kenyamanan penumpang kapal Pelni di Batam jauh dari jaminan keamanan dan kenyamanan kepelabuhanan.

Sementara pelabuhan penumpang antar-pulau lainnya di Batam sudah pada modern. Pelabuhan penumpang Batam-Karimun saja sudah modern dan nyaman. Selain menggunakan pendingin udara, standar operasional prosedur (SOP) pelabuhan yang nyaman sudah terpenuhi.

Hampir 80 persen penduduk Batam yang 1,3 juta itu, berlatar belakang pendatang. Tradisi mudik tetap riuh setiap liburan utamanya di hari besar keagamaan dan liburan panjang.

Terlebih di momen natalan ini. Banyak masyarakat yang mudik. Apalagi saat harga tiket pesawat, naik melambung. Angkutan laut menjadi pilihan banyak warga Batam.

Tak semua warga yang mudik memilih lewat pesisir Riau, dengan kapal laut dari Batam. Kapal penumpang Pelni menjadi alternatif. Tapi itu tadi kondisinya dari tahun ke tahun sama saja.

Masih menggunakan terminal darurat dengan bermacam problem di dalamnya. Belum jelas pihak dari departemen mana yang bertanggung jawab atas pelabuhan dan terminal kapal penumpang Pelni ini.

Yang pasti masyarakat yang menggunakan kapal Pelni, pastilah merasa resah bila menggunakan kapal pllat merah ini.

Di kawasan pelabuhan bebas Batam nan modern, masih terdapat terminal penumpang kuno yang mirip tahun 50-an. Mau coba? Datang saja ke Batam lewat kapal Pelni.

Semodern-modernnya Batam yang bersebelahan dengan Singapura yang sangat modern itu, kelemahan Batam adalah pelabuhan dan terminal penumpang Pelni yang tak manusiawi itu.

Dalam kondisi demikian, masyarakat Batam, khsusunya yang menggunakan kapal Pelni, tak merasakan keadilan sosial. Mereka termarjinalkan.(Omrad)

ADVERTISEMENT
Berita Sebelumnya

Misteri Surat Kerja Sama Pemko Batam dengan BP Batam

Berita Selanjutnya

PLN atau PLN?

Berita Selanjutnya
PLN atau PLN?

PLN atau PLN?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan Central Tiban
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2026 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Wawancara
  • Internasional
  • Opini

© 2021-2026 BatamNow.com