BatamNow.com, Jakarta – Menindaklanjuti laporan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukham) Mahfud MD berencana turun langsung ke Batam, Kepulauan Riau, yang disinyalir sebagai surganya perdagangan orang.
“Betul, Pak Menko Polhukham bersama BP2MI akan turun langsung ke Batam untuk meninjau langsung tempat-tempat yang diduga dijadikan basis perdagangan orang,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani, dalam keterangannya kepada BatamNow.com, Senin (03/04/2023).
Dikatakannya, sejauh ini BP2MI menduga sindikat perdagangan orang sengaja menenggelamkan perahu yang mengangkut pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mengelabui aparat. “Ya bisa jadi banyak terjadi seperti itu sebagai modus perdagangan orang,” katanya.
Benny mengatakan, bila tidak ada halangan, rencananya kunjungan Mahfud MD ke Batam sekitar hari Kamis ini. “Rencananya Kamis ini ya, kami akan bersama-sama ke Batam,” tukasnya.
Sementara itu, Mahfud MD mengatakan, praktik perdagangan orang banyak terjadi di berbagai belahan dunia. “Tindak pidana itu dilakukan dengan cara yang jahat, dengan mengirim orang ke luar negeri, kemudian dijadikan budak, bahkan jika di tengah perjalanan sakit ditenggelamkan atau dilempar ke laut,” ujarnya.
Dia menilai, Indonesia mulai terjebak ke hal-hal seperti itu, di mana kejahatan perdagangan orang itu kian massif. “Karenanya kita tindak. Kan ada undang-undangnya,” kata dia.
Di Batam, Mahfud akan mendatangi tempat-tempat yang disinyalir sebagai pusat-pusat pembagian paspor gratis. Kemudian penerima paspor akan dikirim ke luar negeri dengan dijanjikan mendapat pekerjaan. “Dikirim ke luar negeri, kerja di kapal-kapal, kerja di luar negeri, enggak digaji,” kata dia.
Dirinya menegaskan, akan menindak tegas serta memperkuat pengawasan agar kasus kejahatan itu tidak berulang. “Kita tegakkan hukum, kita kuatkan pengawasan,” serunya. (RN)

