BatamNow.com – Air jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam yang selama ini dikeluhkan warga sejumlah perumahan di Kelurahan Tembesi, kembali mengalir untuk sementara ini setelah warga menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Air Batam Hilir (ABH) di kawasan Batu Aji, Kamis (15/10/2026).
Beberapa warga yang masuk wilayah Kecamatan Sagulung itu mengabarkan, pasokan air mulai kembali mengalir ke rumah mereka pada Rabu sore, beberapa jam setelah warga menyampaikan tuntutan terkait krisis air yang telah mereka alami selama sekitar dua bulan.
Pengakuan warga, hingga Jumat (15/10) hari ini, aliran air di sejumlah perumahan masih berlangsung. Kondisi ini disambut lega warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Sekarang sudah mengalir, nggak tahu besok-besok mudah-mudahan normal seterusnya, ” kata warga.
Salah seorang warga Perumahan Gesya Talenta mengatakan, air mulai mengalir kembali sekitar pukul 17.00 WIB pada hari mereka berdemonstrasi.
“Semalam jam 17.00 hidup sampai sekarang, alhamdulillah masih hidup,” ujarnya kepada BatamNow.com, Jumat (16/10/2026).
@batamnow Air jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) BP Batam yang selama ini dikeluhkan warga sejumlah perumahan di Kelurahan Tembesi, kembali mengalir untuk sementara ini setelah warga menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Air Batam Hilir (ABH) di kawasan Batu Aji, Kamis (15/10/2026). Beberapa warga yang masuk wilayah Kecamatan Sagulung itu mengabarkan, pasokan air mulai kembali mengalir ke rumah mereka pada Rabu sore, beberapa jam setelah warga menyampaikan tuntutan terkait krisis air yang telah mereka alami selama sekitar dua bulan. Pengakuan warga, hingga Jumat (15/10) hari ini, aliran air di sejumlah perumahan masih berlangsung. Kondisi ini disambut lega warga yang selama ini kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari. “Sekarang sudah mengalir, nggak tahu besok-besok mudah mudahan normal seterusnya, ” kata warga. Salah seorang warga Perumahan Gesya Talenta mengatakan, air mulai mengalir kembali sekitar pukul 17.00 WIB pada hari mereka berdemonstrasi. “Semalam jam 17.00 hidup sampai sekarang, alhamdulillah masih hidup,” ujarnya kepada BatamNow.com, Jumat (16/10/2026). Ia menjelaskan, pada awalnya aliran air belum langsung merata ke seluruh rumah warga. Air mulai mengalir sekitar pukul 17.00 WIB, tetapi baru sekitar pukul 20.00 WIB distribusinya merata ke seluruh kawasan perumahan. Kabar serupa disampaikan Faber Siregar, warga Perumahan Griya Laguna. Ia memastikan air di kawasan tempat tinggalnya telah kembali mengalir dan masih bisa diakses hingga Jumat. “Air sudah mengalir di perumahan ini, sampai sekarang air tetap mengalir,” ujar Faber. Padahal janji PT Air Batam Hilir lewat audiensi dengan warga Tembesi kemarin, adalah air diupayakan mengalir tiha jam sehari dan kekurangan suplai akan didistribusikan menggunakan truk tangki air (water tank). Namun, kembali mengalirnya air setelah aksi unjuk rasa juga memunculkan pertanyaan: apakah warga harus berdemo terlebih dahulu agar persoalan air bersih yang mereka alami mendapat perhatian? Sebab, kondisi krisis air bukan hanya dialami warga di Tembesi saja. Setidaknya hal serupa masih disuarakan dalam unjuk rasa baru-baru ini oleh warga di Nongsa, Sagulung, dan lainnya. Dikonfirmasi terkait air yang dapat mengalir kembali setelah warga demo, Direktur Utama PT Air Batam Hilir Yuni Supriyanto belum merespons BatamNow.com. Baca di BatamNow.com #batam #batamnow #batamhits #batamtiktok #fyp ♬ Chase – zerofrequency
Ia menjelaskan, pada awalnya aliran air belum langsung merata ke seluruh rumah warga. Air mulai mengalir sekitar pukul 17.00 WIB, tetapi baru sekitar pukul 20.00 WIB distribusinya merata ke seluruh kawasan perumahan.
Kabar serupa disampaikan Faber Siregar, warga Perumahan Griya Laguna. Ia memastikan air di kawasan tempat tinggalnya telah kembali mengalir dan masih bisa diakses hingga Jumat.
“Air sudah mengalir di perumahan ini, sampai sekarang air tetap mengalir,” ujar Faber.
Padahal janji PT Air Batam Hilir lewat audiensi dengan warga Tembesi kemarin, adalah air diupayakan mengalir tiga jam sehari dan kekurangan suplai akan didistribusikan menggunakan truk tangki air (water tank).
Namun, kembali mengalirnya air setelah aksi unjuk rasa juga memunculkan pertanyaan: apakah warga harus berdemo terlebih dahulu agar persoalan yang mereka alami mendapat perhatian?
Sebab, kondisi krisis air bukan hanya dialami warga di Tembesi saja. Setidaknya hal serupa masih disuarakan dalam unjuk rasa baru-baru ini oleh warga di Nongsa, Sagulung, dan lainnya.
Dikonfirmasi terkait air yang dapat mengalir kembali setelah warga demo, Direktur Utama PT Air Batam Hilir, Yuni Supriyanto belum merespons BatamNow.com. (H)

