Walhi Sejalan dengan Warga Rempang (Batam) Tolak Penggusuran oleh Oligarki - BatamNow.com Verifikasi
BatamNow.com
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional
No Result
View All Result
BatamNow.com

Walhi Sejalan dengan Warga Rempang (Batam) Tolak Penggusuran oleh Oligarki

Diduga Upaya Intimidasi Warga Mulai Terlihat

02/Agu/2023 18:01
Walhi Sejalan dengan Warga Rempang (Batam) Tolak Penggusuran oleh Oligarki

Perwakilan warga Rempang drg. Zahrotur Riyad (kiri) menyampaikan keluhan warga Rempang dan diterima oleh Walhi. (F: BatamNow)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke Facebook

BatamNow.com, Jakarta – Perjuangan warga Pulau Rempang, Galang, Batam, Kepulauan Riau, yang kukuh menolak penggusuran oleh BP Batam dan Pemkot Batam, mendapat dukungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Sementara upaya “intimidasi” dari berbagai pihak diduga mulai terlihat.

Namun secara tegas, Direktur Eksekutif Walhi Riau Boy Jerry Even Sembiring, mengatakan kesemena-menaan kaum oligarki dengan mengabaikan hak-hak masyarakat adat harus dilawan.

“Sudah banyak contoh kasus terjadi para oligarhi menggusur masyarakat untuk tujuan bisnisnya,” kata Boy saat menerima perwakilan warga Rempang drg. Zahrotur Riyad di Kantor Walhi Jakarta, Selasa (01/08/2023) sore.

Warga mendatangi Walhi dalam rangka mengadukan “ancaman” penggusuran yang membayang-bayangi mereka atas rencana masuknya investasi ke daerahnya.

Boy mencontohkan kasus Teluk Benoa, di mana masyarakat sekitar dengan gigih memperjuangkan wilayahnya agar tidak direklamasi.

Sejumlah kelompok masyarakat bahu-membahu menolak terjadinya reklamasi karena dinilai memiliki dampak negatif.

Baca Juga:  PT MEG Datang di Pulau Rempang, Warga: Penghinaan Sangat Besar Jika Kampung Kami Digusur

Zahrotur memaparkan bahwa warga Rempang telah turun temurun berada di wilayah tersebut. Bahkan, usianya sejak ratusan tahun lalu. Jauh sebelum BP Batam atau PT MEG ada.

“Tapi sekarang justru masyarakat yang telah mendiami pulau tersebut ratusan tahun silam itu malah mau digusur seenaknya dengan dalih investasi,” kata dokter gigi yang telah malang melintang melayani warga di gugusan pulau-pulau di wilayah Kepri ini.

Dia menegaskan, warga Rempang dan sekitarnya tidak menolak investasi.

Tapi jangan juga gegara investasi, warga jadi tergusur. Warga Rempang tegas menolak digusur, direlokasi, atau apapun namanya.

“Silakan berinvestasi di daerah itu tanpa mengutak-atik warga sekitar. Itu wilayah kepulauan jadi banyak spot-spot lain yang bisa dimanfaatkan investor tanpa perlu menggusur warga,” serunya lugas.

Sementara itu Boy menegaskan, pihaknya siap membantu perjuangan warga Rempang sepanjang sejalan dengan visi Walhi. “Kami perlu melakukan diskusi dulu dengan perwakilan atau tokoh masyarakat Rempang untuk menyamakan pandangan. Bisa saja dilakulan via zoom,” ucapnya yang kala itu didampingi oleh Eko.

Walhi juga meminta warga menyiapkan dokumen-dokumen pendukung yang dibutuhkan guna memperkuat perjuangan nanti. “Kita diskusikan dulu dan melihat sejauh mana serta pada aspek apa nanti perjuangan akan dilakukan,” seru Boy. (RN)

Berita Sebelumnya

BP Batam Dengar Nih Kata KemenPUPR: Tangani Masalah Air Minum Perpipaan Harus Extra Ordinary

Berita Selanjutnya

Harta Kajari Batam Melonjak, Kapuspenkum Kejagung: Wajar Dapat Warisan

Berita Selanjutnya
Tim Kejagung Turun ke Batam Lacak Aset Surya Darmadi

Harta Kajari Batam Melonjak, Kapuspenkum Kejagung: Wajar Dapat Warisan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recipe Rating




iklan BRK
iklan PLN
@batamnow

BatamNow.com

© 2021-2024 BatamNow.com

  • Kode Etik Jurnalistik
  • Peraturan Dewan Pers
  • Redaksi
  • Kontak

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Pilihan Editor
  • Akal Sehat
  • Opini
  • Wawancara
  • Politik
  • Ekonomi
  • Internasional

© 2021-2024 BatamNow.com