BatamNow.com – PT Air Batam Hilir (ABHi) menyuruh warga melaporkan lonjakan pembayaran yang dialami kala air minum tidak lancar mengalir.
Terkait keluhan kenaikan tagihan, Corporate Communication PT ABHi, Ginda Alamsyah menjelaskan bahwa pihaknya, perlu melakukan pengecekan berdasarkan data pelanggan secara individual.
Setiap laporan akan diperiksa untuk mengetahui pola pemakaian dan faktor yang menyebabkan perubahan nilai tagihan.
“Untuk keluhan mengenai kenaikan tagihan, kami mengimbau pelanggan yang mengalami hal tersebut untuk menyampaikan nomor pelanggan kepada kami,” kata Ginda membalas konfirmasi BatamNow.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (06/10/2026).
Menurutnya, dengan data tersebut, petugas dapat melakukan pengecekan dan memberikan penjelasan berdasarkan kondisi pelanggan yang bersangkutan.
“Pelanggan dapat menyampaikan laporan melalui Call Center ABHi 0778-5700-000 atau datang langsung ke kantor pelayanan ABHi di Batam Centre, Batu Aji, dan Bengkong,” jelas Ginda.
Penguatan Suplai ke Wilayah Sambau
Sementara itu, terkait kondisi suplai air ke Kampung Sambau, katanya ABHi bersama BU SPAM BP Batam terus melakukan langkah penyesuaian dan penguatan distribusi untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Kondisi sumber air baku di wilayah Nongsa saat ini memerlukan pengaturan operasional dan distribusi secara hati-hati.
Karena itu, pola suplai perlu disesuaikan agar ketersediaan air tetap dapat dijaga bagi wilayah yang membutuhkan.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, ABHi bersama BU SPAM BP Batam sedang menyiapkan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang menuju wilayah Bakau Serip, Sambau dan sekitarnya.
Pekerjaan untuk mendukung penyesuaian suplai tersebut direncanakan dilakukan pada 5–6 Oktober 2026.
Setelah pekerjaan selesai dan sistem kembali stabil, diharapkan aliran air ke wilayah Sambau dapat menjadi lebih baik.
“Permasalahan pelayanan air di Sambau menjadi perhatian kami. Kami bersama BU SPAM BP Batam terus melakukan pekerjaan dan pengaturan suplai agar aliran dapat segera membaik. Setelah pekerjaan dilakukan, kami juga akan terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian apabila masih terdapat kendala,” ujarnya.
Dukungan suplai dari sistem Duriangkang merupakan bagian dari upaya pengaturan distribusi.
Sementara itu, distribusi dari IPAM Nongsa akan disesuaikan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku dan kebutuhan pelayanan di wilayah sekitarnya.
Interkoneksi Sambau Jadi Bagian Penguatan Sistem
Untuk memperkuat fleksibilitas pelayanan di wilayah Sambau, sebelumnya juga telah dilakukan pemasangan interkoneksi jalur Sambau.
Infrastruktur tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya untuk memberikan alternatif pengaturan suplai apabila terjadi perubahan kondisi operasional pada sistem pelayanan di wilayah Nongsa.
Warga Keluhkan Tarif Air
Sekitar 300 warga kampung Bakau Serip, aksi spontan itu didominasi emak-emak ini, dikarenakan air yang tidak mengalir selama berbulan-bulan.
Mereka menggelar aksi itu di depan gerbang masuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, Batam pada Senin (05/10).
Ketua RT 03/RW 02 Kampung Bakau Srip, Andi Lalang mendapatkan keluhan dari warganya terkait tagihan air yang melonjak naik, lonjakannya itu pun tidak main-main, hampir tiga kali lipat dari tagihan biasanya.
Padahal katanya, air tidak lancar diterima oleh warga, namun tarifnya naik secara drastis.
“Warga semua ngomplin, mulai dari bayaran yang biasanya per bulan itu Rp 60 ribu, melonjak, bayar Rp 200 ribu, kami bingung mau menyampaikannya ke siapa,” kata Andi yang juga ikut dalam aksi itu. (A)
